Bagaimana Cara Melantik Paus yang Baru untuk Menggantikan Paus yang telah Wafat? Simak Prosesnya!
Setelah wafatnya seorang Paus seperti Paus Fransiskus, proses pemilihan Paus baru mengikuti aturan ketat yang telah ditetapkan dalam dokumen Gereja Katolik, terutama dalam konstitusi apostolik Universi Dominici Gregis yang dikeluarkan oleh Paus Yohanes Paulus II dan diperbarui oleh Paus Benediktus XVI serta Paus Fransiskus sendiri.

Berikut adalah tahapan dan penjelasan lengkap proses pemilihan Paus baru:
Masa Sede Vacante (Takhta Suci Kosong)
Setelah Paus Fransiskus dinyatakan wafat, Tahta Suci dinyatakan kosong (sede vacante). Tugas administratif Gereja Katolik dijalankan oleh Kardinal Camerlengo, yang saat ini (2025) dijabat oleh Kardinal Kevin Farrell.
Jenazah Paus dimakamkan terlebih dahulu sebelum konklaf dimulai. Selama periode ini, tidak ada keputusan besar dapat diambil oleh Gereja kecuali hal-hal yang bersifat administratif mendesak.
Pemanggilan Konklaf
Konklaf (dari kata Latin cum clave, “dengan kunci”) adalah pertemuan para kardinal elektur untuk memilih Paus baru. Para kardinal yang berusia di bawah 80 tahun berhak memilih. Pada 2025, jumlahnya sekitar 120 orang.
Mereka berkumpul di Kota Vatikan, terutama di Kapel Sistina, yang dikunci selama konklaf berlangsung. Para kardinal bersumpah untuk menjaga kerahasiaan dan tidak dipengaruhi oleh kekuatan luar.
Proses Pemungutan Suara
Voting dilakukan secara tertutup (rahasia), maksimal empat kali sehari (dua di pagi hari, dua di sore hari). Seorang kardinal harus mendapatkan dua pertiga suara dari semua yang hadir untuk terpilih sebagai Paus.
Surat suara dibakar setelah setiap putaran, jika belum ada Paus terpilih, asap dari cerobong Kapel Sistina berwarna hitam (fumata nera). Jika Paus telah terpilih, asap berwarna putih (fumata bianca), disertai lonceng Basilika Santo Petrus yang dibunyikan.
Penerimaan dan Pengumuman
Ketika seorang kardinal terpilih, Ia akan ditanya, "Apakah Anda menerima pilihan sebagai Paus Suci?" Jika menerima, Ia akan ditanya kembali, "Nama apa yang akan Anda gunakan sebagai Paus?"
Setelah itu, Paus baru berganti pakaian di Kamar Air Mata (Room of Tears) dan muncul di balkon Basilika Santo Petrus. Pengumuman dilakukan dengan kalimat “Habemus Papam!” (Kita punya Paus!)
Pelantikan Paus Baru
Dalam waktu singkat, Paus baru akan menjalani Misa Pelantikan di Lapangan Santo Petrus. Ia menerima Pallium dan Cincin Nelayan sebagai tanda otoritasnya.
Paus tidak harus berasal dari Eropa, Paus Fransiskus berasal dari Argentina. Paus bisa dipilih dari luar Dewan Kardinal, tapi sangat jarang terjadi. Proses ini berlangsung tanpa campur tangan politik dunia dan bersifat spiritual serta demokratis dalam lingkup Gereja.