7 Kesalahan Fatal Investor Pemula yang Harus Dihindari

profile picture BelajarInvestasi
Ekonomi - Dalam Negeri

Definisi Investasi adalah kegiatan menanamkan dana atau aset tertentu dengan harapan akan mendapatkan keuntungan (return) di masa depan. Tujuan investasi bisa berupa pertumbuhan nilai aset, pendapatan pasif, atau perlindungan terhadap inflasi.

Sedangkan menurut Bodie, Kane, & Marcus (Pakar keuangan dan penulis buku Investments) Definisi investasi adalah komitmen dana pada satu atau lebih aset yang akan dimiliki selama periode waktu tertentu untuk mendapatkan penghasilan di masa depan.

Jenis investasi sendiri ada banyak, antara lain saham, obligasi (surat hutang), reksa dana, logam mulia atau emas, forex, properti, dan lainnya. Sebelum memulai investasi, ada baiknya menghindari kesalahan fatal yang banyak dilakukan oleh investor pemula, yaitu:

  1. Tidak Memiliki Rencana Investasi yang Jelas

Investasi tanpa tujuan yang jelas, hanya ikut-ikutan tren. Tidak memahami jangka waktu investasi sehingga tidak bisa memilih jenis investasi yang tepat. Ditambah dengan tidak memiliki strategi exit (kapan harus menjual atau bertahan). Ini hanya akan membuat perjalanan invetasi hancur, karena investasi harus direncanakan dengan matang apabila ingin mendapat keuntungan. Maka, cara menghindarinya adalah

  • Tentukan tujuan investasi

Apa tujuan untuk berinvestasi? Apakah untuk dana pensiun, membeli rumah, bekal pendidikan anak, atau sebagai passive income? Tujuannya adalah untuk bisa memilih mana jangka waktu investasi yang sesuai dan instrumennya.

  • Tentukan jangka waktu

Jangka waktu investasi dibagi menjadi, jangka waktu pendek (dibawah 1 tahun), jangka waktu menengah (dari 1 sampai 5 tahun), dan jangka waktu panjang (lebih dari 5 tahun). Sesuaikan dengan tujuan awal, misal jika untuk membeli rumah, baiknya dalam jangka waktu menengah, jika untuk tabungan anak kelak dan dana pensiun bisa di jangka panjang (saham, properti)

  • Pilih strategi yang sesuai

Pertama, Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu strategi investasi di mana investor secara rutin membeli aset dalam jumlah uang yang sama, tanpa mempedulikan harga pasar saat itu.

Kedua, Growth Investing, yaitu strategi membeli saham atau aset dari perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan pendapatan dan laba yang tinggi di masa depan.

Dan ketiga, Value Investing, yaitu strategi membeli saham atau aset yang dihargai lebih rendah daripada nilai intrinsiknya, ibarat "barang diskon".

  1. Tidak Memahami Profil Risiko

Menginvestasikan seluruh dana dalam aset berisiko tinggi tanpa memahami risikonya. Investor tidak memiliki diversifikasi investasi, dan menggunakan dana darurat atau uang kebutuhan sehari-hari untuk investasi.

Cara untuk menghindari adalah kenali profil risiko diri sendiri, tekankan bahwa semakin tinggi risiko akan semakin tinggi pula pendapatan atau bahkan kehilangan. Profil risiko dibagi menjadi 3, berikut urutannya dari yang memiliki risiko terendah:

  • Konservatif: Risiko rendah, cocok untuk investor pemula dan dana minimum. Contoh instrumen investasi adalah obligasi, reksa dana pasar uang, deposito.

  • Moderat: Risiko menengah, cocok untuk investor yang bertujuan “menabung” demi membeli rumah, menabung, sebagai passive income atau sejenisnya. Contoh instrumen investasinya adalah saham blue-chip, reksa dana campuran, properti.

  • Agresif: Risiko yang paling tinggi, cocok untuk investor yang sudah berpengalaman, dan memiliki banyak uang dingin. Contoh instrumen investasinya adalah saham growth, crypto, forex, startup investment.

Diversifikasi portofolio dilakukan dengan tujuan mengurangi risiko. Gunakan uang "dingin" yang tidak akan mengganggu kebutuhan harian. Jika tidak nyaman dengan fluktuasi pasar, jangan menaruh seluruh uang di saham atau crypto. Isi kuis profil risiko atau konsultasi dengan perencana keuangan sebelum memilih instrumen.

  1. FOMO (Fear of Missing Out) & Ikut-Ikutan Tren

Tindakan membeli saham atau aset hanya karena sedang viral, dan idak melakukan analisis terlebih dahulu. Biasanya mengikuti influencer atau teman tanpa memahami dasar investasi tersebut. Apalagi di era sekarang, banyak sekali instrumen investasi yang “digoreng” demi menguntungkan salah satu pihak.

Cara menghindarinya adalah 

  • Lakukan riset sebelum membeli aset (cek laporan keuangan, prospek bisnis, tren industri).

  • Gunakan analisis fundamental dan teknikal untuk melihat apakah aset tersebut layak dibeli.

  • Jangan tergiur dengan janji "cepat kaya", pastikan ada nilai investasi yang kuat.

  1. Tidak Menggunakan Manajemen Risiko (Stop Loss & Take Profit)

Investor tidak menetapkan batas maksimal kerugian (stop loss), sehingga berisiko tidak untung hingga modal hilang. Tidak juga mengambil keuntungan (take profit) ketika harga sudah naik sesuai target, dengan alasan takut nanti naik kembali dan alasan lainnya. Ditambah dengan sifat terlalu percaya diri dan tidak mau mengakui kesalahan saat investasi merugi.

Untuk menghindari kesalahan ini, baiknya:

  • Gunakan strategi Stop Loss (misalnya, batasi kerugian maksimal 5-10% dari modal).

  • Tentukan target Take Profit (misalnya, jual saat untung 20-30%).

  • Jangan takut cut loss jika analisis berubah negatif – lebih baik rugi kecil daripada rugi besar.

  1. Terlalu Emosional dalam Berinvestasi

Panik saat harga turun dan langsung menjual dengan kerugian, atau sebaliknya serakah saat harga naik dan tidak menjual meskipun sudah untung besar. Ini merupakan tindakan mengambil keputusan berdasarkan emosi, bukan analisis.

Untuk terhindar dari sikap emosional adalah:

  • Gunakan strategi investasi jangka panjang untuk mengurangi efek fluktuasi harga harian.

  • Jangan terburu-buru menjual saat harga turun, evaluasi apakah penurunan itu hanya sementara.

  • Buat rencana investasi dan patuhi strateginya, jangan terlalu dipengaruhi oleh berita pasar.

Contoh kasus, saat pasar saham turun drastis di 2020 akibat pandemi, banyak investor panik dan menjual aset mereka dengan rugi. Namun, mereka yang tetap bertahan akhirnya menikmati keuntungan besar di 2021.

  1. Investasi Dengan Uang Pinjaman

Jangan memulai investasi dengan uang pinjaman, entah meminjam ke orang lain atau bahkan melalui pinjaman online. Sebaiknya gunakan uang pribadi yang bersifat “dingin”, alias uang yang untuk sementara tidak akan digunakan, dan apabila hilang tidak menganggu kehidupan pribadi investor.

Jika menggunakan uang pinjaman, dikhawatirkan apabila terjadi kerugian dalam berinvestasi, makan akan terjadi fenomena gali lobang tutup lobang, yang akan merubah kehidupan sehari-hari investor.

Sisihkan secara rutin pendapatan, dan mulai berinvestasi dengan nilai keci, seperti menabung emas, menabung saham yang bisa dimulai dari nominal Rp10.000 saja.

  1. Tidak Diversifikasi Portofolio

Merupakan tindakan yang menaruh semua dana yang ada pada 1 instrumen investasi. Jika masih pemula, sebaiknya sebar dana ke beberapa jenis, seperti saham dan emas, atau emas dan reksa dana, atau emas dan deposito. Sesuaikan dengan dana yang ada. 

Hal ini untuk menurunkan tingkat risiko kerugian. Jadi apabila salah satu insturmen merugi, investor masih punya investasi cadangan lain. Contoh, invetasi saham dan emas, saat harga saham turun, setidaknya harga emas naik.

Berikut video pengalaman pribadi investor yang pernah melakukan kesalahan dalam berinvestasi:

 

Jenis-Jenis Investasi

Kenali jenis-jenis investasi berdasarkan jangka waktunya. Hal ini penting untuk bisa menentukan, mana investasi yang cocok dan sesuai dengan tujuan investor.

Investasi Jangka Pendek

Definsi investasi jangka pendek adalah jenis investasi yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu relatif singkat, biasanya kurang dari 1 tahun. Tujuannya bisa untuk mengelola dana tunai, dana darurat, atau memanfaatkan fluktuasi pasar jangka pendek. Keuntungan relatif lebih rendah dari investasi jangka panjang.

Jenis-jenisnya adalah

Reksadana Pasar Uang

Definisi reksa Dana Pasar Uang (RDPU) adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan 100% dananya pada instrumen pasar uang jangka pendek seperti:

  • Deposito berjangka

  • Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

  • Surat Utang Negara (dengan jatuh tempo < 1 tahun)

  • Obligasi korporasi jangka pendek

Cocok digunakan untuk investasi dana darurat, investor pemula, dan memiliki modal terjangkau. 

Deposito Berjangka

Definisi deposito berjangka adalah produk simpanan di bank di mana dana disimpan untuk jangka waktu tertentu dan tidak bisa ditarik sebelum jatuh tempo, kecuali dengan konsekuensi tertentu (misalnya denda atau kehilangan bunga). Deposito ini memberikan bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa, dan cocok untuk menyimpan dana yang tidak digunakan dalam jangka pendek-menengah.

Keuntungannya adalah lebih aman, karena risiko rendah, serta dijamin oleh LPS. Deposito juga memiliki bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Dengan “menahan” uang investor, sama seperti “mengamankan” uang tersebut dari tindakan implusif. 

Obligasi Negara Ritel & Sukuk Ritel

Defisini obligasi Negara Ritel (ORI) adalah surat utang negara yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dan ditawarkan kepada individu Warga Negara Indonesia (WNI). Investor akan mendapatkan kupon (bunga) tetap setiap bulan selama masa investasi.

Karateristiknya memiliki fixed rate dan waktu tenornya 3 tahun (pada umumnya). ORI juga bisa diperdagangkan di pasar sekunder setelah 1 bulan penerbitan. Cara belinya pun sangat mudah, bahkan bisa melalui online. Cocok bagi investor yang sibuk bekerja di luar rumah. Minimal pembelian untuk ORI adalah Rp1.000.000 dan maksimal Rp5.000.000.000.

Sedangkan definisi sukuk Ritel adalah surat berharga syariah negara (SBSN), mirip dengan ORI tapi berdasarkan prinsip syariah Islam, yaitu akad ijarah (sewa-menyewa). Tidak mengandung unsur riba dan sesuai fatwa DSN MUI.

Karateristiknya sama dengan ORI, hanya saja tidak ada bunga, tetapi imbal hasil sewa (ujrah) dari proyek-proyek negara. Jika dilihat dari sisi agama, sukuk ritel halal dan sesuai dengan syariah. 

P2P Landing

Definsi P2P Lending (Peer-to-Peer Lending) adalah platform pinjam-meminjam uang secara langsung antara pemberi pinjaman (lender) dan peminjam (borrower) melalui platform digital, tanpa melalui lembaga keuangan tradisional seperti bank. Disebut juga sebagai fintech lending, P2P Lending mempertemukan individu atau bisnis yang membutuhkan dana dengan investor yang ingin memperoleh imbal hasil.

Cara kerja P2P lending adalah

  • Borrower (peminjam) mengajukan pinjaman melalui platform (biasanya UMKM atau individu).

  • Platform P2P menganalisis kelayakan dan menampilkan profil pinjaman kepada publik.

  • Lender (investor) memilih untuk mendanai pinjaman yang tersedia, bisa mulai dari nominal kecil (misal Rp100.000).

  • Borrower mencicil pinjaman + bunga tiap bulan.

  • Lender menerima imbal hasil dari pembayaran tersebut.

Sebelum memulai investasi, pastikan platfrom yang digunakan diawasi oleh OJK. Baca pula profil risiko borrower sebelum memberi dana. Selalu pantau tingkat TKB90, metrik menunjukkan tingkat kelancaran pembayaran.

Trading Saham Jangka Pendek

Definsi trading saham jangka pendek adalah strategi membeli saham dengan tujuan menjualnya kembali dalam waktu singkat, mulai dari beberapa hari hingga beberapa bulan, untuk mendapatkan capital gain (keuntungan dari selisih harga beli dan jual).

Strategi ini sering digunakan oleh trader aktif, investor yang mengikuti siklus pasar atau momentum, atau pemula yang ingin cepat mencoba pasar (meski berisiko lebih tinggi)

Beberapa stretegi yang sering digunakan adalah

  • Swing Trading

Menahan saham selama beberapa hari hingga minggu, kemudian mengambil untung dari "ayunan" harga jangka pendek. Contoh, membeli saat breakout, jual saat menyentuh resistance.

  • Scalping/Day Trading

Transaksi dilakukan dalam satu hari (intraday). Keuntungan kecil tapi cepat dan sering, namun membutuhkan fokus dan waktu intensif.

  • Event-Driven

Membeli saham menjelang rilis berita, laporan keuangan, atau sentimen khusus. Risiko tinggi karena hasilnya bisa di luar prediksi.

Investasi Emas Digital

Definisi investasi emas digital adalah cara berinvestasi emas tanpa harus memegang fisik logam mulia secara langsung. Emas dibeli dan disimpan dalam bentuk saldo digital di akun pengguna melalui platform online seperti aplikasi fintech, marketplace, atau lembaga keuangan. Contoh platform adalah Pegadaian Digital, Tokopedia Emas, Shopee Emas, Pluang, Lakuemas, e-mas, Treasury.

Investor bisa memulainya dengan membuat akun di platform yang dipilih. Lalu tentukan jumlah uang yang akan dikeluarkan untuk membeli emas. Nantinya, platform tersebut akan memberikan saldo emas yang dimiliki dalam satuan gram atau miligram. Emas tersebut disimpan oleh penyedia di tempat khusus (misalnya brankas PT Antam atau Pegadaian). Investor bisa menjualnya kembali secara online, dan/atau menukar saldo digital menjadi emas fisik (dengan biaya cetak).

Investasi Jangka Panjang

Definisi investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan dalam periode waktu lebih dari 1 tahun, bahkan bisa mencapai 5 - 10 tahun atau lebih, dengan harapan mendapatkan pertumbuhan nilai aset yang signifikan seiring waktu. Fokus utamanya pada pertumbuhan nilai, akumulasi kekayaan, hasil maksimal.

Jenis investasi jangka panjang adalah

Saham (Investasi Growth & Value Investing)

Definisi saham adalah bukti kepemilikan terhadap suatu perusahaan. Ketika kamu membeli saham, artinya kamu memiliki sebagian dari perusahaan tersebut dan berhak atas keuntungan (dividen) dan/atau kenaikan nilai (capital gain) dari harga saham. Tujuan investasi saham adalah mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham dan/atau dividen yang dibagikan perusahaan.

Dua pendekatan populer dalam investasi saham adalah

  • Growth Investing

Definisi Growth investing adalah strategi membeli saham dari perusahaan yang sedang berkembang pesat dan diharapkan memiliki pertumbuhan laba, pendapatan, atau ekspansi yang signifikan di masa depan. Contoh dari growth investing adalah teknologi (Google, Tesla, Bukalapak), E-commerce, fintech, dan consumer digital.

Ciri-ciri perusahan growth biasanya perusahaannya berkembang dengan cepat, dan belum membagikan dividen. Valuasinya tinggi karena prospeknya bagus, dan Fokus pada sektor teknologi, digital, startup, dll.

  • Value Investing

Definisi Value investing adalah strategi membeli saham yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya, alias saham murah (undervalued). Investor value percaya bahwa pasar akan kembali menghargai saham tersebut sesuai nilai wajarnya. Contoh sektor perusahaannya adalah perbankan, consumer goods, energi, dan infrastruktur.

Ciri dari saham value investing adalah harga saham lebih rendah dari nilai fundamentalnya, P/E dan P/B ratio rendah, biasanya dari sektor mapan (keuangan, manufaktur), dan terkadang membagikan dividen.

Reksa Dana Saham & Reksa Dana Campuran

Definisi reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat investor, yang kemudian dikelola oleh manajer investasi profesional ke dalam portofolio efek seperti saham, obligasi, pasar uang, atau kombinasi dari semuanya.

  • Reksa dana saham

Definisi reksa dana saham adalah reksa dana yang sekurang-kurangnya 80% dari total asetnya diinvestasikan ke dalam saham di bursa efek. Tujuan utamanya adalah pertumbuhan modal dalam jangka panjang (capital gain).

Reksa dana saham memiliki potensi return paling tinggi di antara semua jenis reksa dana, dan juga fluktuasi harga tinggi (risiko tinggi). Cocok untuk investor agresif yang bertujuan untuk menjadikan sebagai dana pensiun atau akumulasi kekayaan jangka panjang.

  • Reksa dana campuran

Definisi reksa Dana Campuran adalah reksa dana yang menginvestasikan dananya ke dalam kombinasi saham, obligasi, dan pasar uang dalam proporsi yang fleksibel. Tujuan utamanya menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas.

Investasi jeni ini memiliki return dan risiko lebih moderat dibanding reksa dana saham. Alokasi aset bisa berubah-ubah sesuai strategi manajer investasi, sehingga cocok untuk tujuan jangka menengah hingga panjang.

Obligasi Jangka Panjang

Definisi Obligasi jangka panjang adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan, pemerintah, atau lembaga keuangan dengan jangka waktu lebih dari 5 tahun (bahkan bisa mencapai 10 - 30 tahun). Investor yang membeli obligasi ini akan menerima kupon atau bunga secara berkala, dan dana pokok (nilai nominal obligasi) akan dikembalikan saat jatuh tempo.

Tenornya lebih dari 5 tahun, dan diterbitkan oleh pemerintah. Jadi obligasi merupakan investasi yang sangat aman. Imbas hasil atau biasanya disebut dengan kupon akan dibagikan setiap 6 bulan. Untuk berinvestasi, dana yang diperlukan minimal Rp1.000.000.

Sangat cocok untuk investor dengan tujuan sebagai tabungan dana pensiun, untuk memiliki pendapatan tetap dn stabul, dan toleransi risikonya lebih rendah dari saham.

Properti (Tanah, Rumah, Apartemen, Ruko)

Definisi investasi properti adalah kegiatan pembelian, kepemilikan, pengelolaan, penyewaan, atau penjualan real estat (tanah atau bangunan) dengan tujuan memperoleh keuntungan, baik berupa kenaikan nilai aset (capital gain) maupun pendapatan sewa (passive income). Properti yang dimaksud bisa berupa rumah, apartemen, ruko, tanah kosong, gudang, vila, kos-kosan, dan lainnya.

Menurut David M. Geltner (MIT Center for Real Estate) “Investasi properti adalah investasi jangka panjang yang menghasilkan pendapatan dari sewa atau apresiasi nilai tanah dan bangunan.”

Keuntungan dari investasi properti adalah nilai properti yang hampir selalu meningkar seiring waktu. Apabila properti tersebut diusahakan, juga bisa menjadi passive income. Biasanya investor akan membangun kos-kosan, rumah kontrakan, apartemen, dan sejenisnya. Jika tidakpun, bisa digunakan untuk diri sendiri. Itulah sebabnya investasi properti bisa dibilang cukup menguntungkan. Jika investor sedang membutuhkan dana dan tidak bisa menjual properti yang dimiliki dalam waktu cepat, masih ada bank yang bisa menyiapkan dana dengan jaminan peroperti tersebut.

Investasi Emas Fisik

Definisi investasi emas fisik adalah kegiatan membeli emas batangan atau koin emas secara nyata (bukan digital), lalu menyimpannya secara pribadi atau di tempat penyimpanan khusus, dengan tujuan untuk melindungi nilai kekayaan dari inflasi, dan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga emas di masa depan.

Emas merupakan harta benda yang bebas dari inflasi, dan akan mengalami kenaikan harga terus menerus. Bisa dikatakan, emas adalah “mata uang” global, yang akan laku dijual dimanapun. Asetnya terlihat dan mudah dicairkan di berbagai tempat seperti toko emas, pegadaian, atau perorangan. 

Belilah emas di tempat terpercaya, dan usahakan beli emas berupa logam mulia daripada emas perhiasan karena nilai jual lebih tinggi. Simpan surat emas di tempat yang aman, karena akan memudahkan investor apabila akan dijual kembali.

Bisnis atau Franchise

Definisi investasi bisnis adalah kegiatan menanamkan modal ke dalam usaha atau perusahaan, baik milik sendiri maupun milik orang lain, dengan harapan memperoleh keuntungan dari operasional bisnis tersebut. Bisa berupa membuka usaha baru, menyuntik modal ke bisnis teman, atau menjadi pemegang saham di bisnis startup.

Definisi dari investasi franchise (waralaba) adalah bentuk investasi bisnis di mana kamu membeli hak atas merek dagang, sistem operasional, dan dukungan bisnis dari perusahaan yang sudah memiliki reputasi atau brand mapan. Contoh franchise populer, yaitu: Alfamart, Indomaret, McDonald's, Kopi Janji Jiwa, Kebab Baba Rafi

Tentunya invetasi ini akan memerlukan modal besar dan pengawasan penuh. Namun, investor bisa mendapatkan pengalaman berharga. Terlebih jika brand awarness sudah tinggi, dengan franchise akan mudah mendapatkan pelanggan. 

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya cek lokasi bisnis, dan lakukan riset pasar. Hitung ROI dan BEP untuk mengetahui kapan kira-kira modal bisa kembali. Khusus franchise, cek legalitasnya agar tidak terjadi masalah hukum.

Investasi Crypto (Bitcoin, Ethereum, dll.)

Definisi Investasi Crypto (Cryptocurrency Investment) adalah kegiatan membeli dan menyimpan aset digital seperti Bitcoin, Ethereum, dan lainnya dengan harapan nilainya akan naik di masa depan. Berikut ini adalah penjelasan lengkap untuk kamu

Defisinisi cryptocurrency adalah mata uang digital yang menggunakan teknologi blockchain untuk menjamin keamanan dan transparansi transaksi. Contohnya adalah bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), Binance Coin (BNB), dan banyak lagi altcoin lainnya.

Investor yang memilih berinvestasi di crypto biasanya karena memiliki potensi keuntungan yang tinggi. Aksesnya bersifat global dan transparan, yaitu bisa dibeli dimana saja, serta transaksinya terekam di blockchain. Namun, crypto juga tidak terlepas dari risiko yang ada, seperti volatilitas yang tinggi, regulasi yang tidak stabil, dan potensi kehilangan aset karena kesalahan teknis atau peretasan. 

Sama seperti saham, untuk memulai investasi crypto, baiknya memilih platform yang sudah terpercaya. Lakukan verifikasi akun dan deposit dana. Dari situ investor bisa bebas membeli jumlah crypto yang diinginkan.

Mana Investasi yang Lebih Baik?

Tidak ada bentuk investasi yang paling baik secara mutlak, karena investasi terbaik itu bersifat relatif, tergantung pada tujuan keuangan, jangka waktu, profil risiko, dan kondisi keuangan pribadi kamu. Namun, berikut ini adalah panduan untuk memilih investasi terbaik berdasarkan kebutuhan dan kondisi investor:

  • Berdasarkan Profil Risiko

Pilih tingkat risiko yang diinginkan investor. Jika konservatif, maka investasi terbaik adalah deposito, reksa dana pasar uang, dan emas digital. Jika moderat, maka investasi yang terbaik adalah reksa dana campuran, obligasi, dan P2P landing. Jika agresif, maka investasi yang cocok adalah saham, reksa dana saham, crypto, bisnis atau frenchise.

  • Berdasarkan Tujuan Keuangan 

Tentukan investasi terbaik berdasarkan tujuan investor. Jika untuk dana darurat, maka investasi yang terbaik adalah reksa dana pasar uang, dan deposito. Jika untuk membeli rumah, investasi terbaik adalah reksa dana pendapatan tetap, dan emas. 

Jika untuk pendidikan anak di masa depan, investasi terbaik adalah reksa dana campuran, dan emas logam mulia. Jika untuk dana pensiun, investasi yang cocok adalah saham, reksa dana saham, properti, dan DPLK. Jika untuk pendapatan pasif, investasi yang terbaik adalah sewa properti, P2P lending, dan dividen saham.

  • Berdasarkan Modal Awal

Tidak dapat dipungkiri, hal paling penting dalam investasi adalah jumlah uang dingin yang siap digunakan untuk berinvestasi. Cocokan dana yang dimiliki dengan jenis investasi yang tepat.

Modal kecil (dibawah 1 juta), investasi terbaiknya adalah reksa dana, emas digital, dan P2P landing. Modal sedang (1 juta hingga 50 juta), investasi terbaiknya adalah saham, reksa dana saham, dan P2P landing. Modal besar (lebih dari 100 juta), investasi terbaik ada di properti, franchise, dan obligasi koperasi.

Cocokan ketiganya dengan pribadi investor, lalu tentukan mana investasi yang cocok atau diminati. Jangan menaruh semua modal pada 1 instrumen investasi untuk menghindari kerugian yang tinggi.

 

 

0 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
0
0
profile picture

Written By BelajarInvestasi

This statement referred from