Cara Merawat Pakaian Agar Tidak Rusak

profile picture BajuMerah
Lifestyle - Hobi

Siapa sangka, berbeda bahan pakaian, akan berbeda pula perawatannya. Ini menentukan akan seberapa lama pakaian awet. Yuk, segera cek apa bahan pakaian yang anda kenakan, dan pelajari disini cara merawatnya supaya bisa digunakan dalam waktu lama:

 

  1. Katun

Katun adalah bahan tekstil yang terbuat dari serat alami tanaman kapas (Gossypium). Serat ini diambil dari bagian bulu halus yang menyelimuti biji kapas, kemudian dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain. Bahan ini sering kali menjadi andalan pemilik kulit sensitif.

Berikut cara merawatnya agar tidak mudah rusak:

  • Cuci dengan Air Dingin atau Suhu Rendah

Gunakan air dingin atau hangat, maksimal 40°C untuk mencuci. Suhu tinggi bisa menyebabkan katun menyusut dan membuat serat kain cepat rusak atau kasar.

  • Gunakan Deterjen Lembut

Pilih deterjen hypoallergenic, bebas pewangi, dan tanpa pemutih keras. Hindari pemakaian pelembut pakaian berlebihan karena bisa meninggalkan residu kimia.

  • Pisahkan Warna Saat Mencuci

Cuci pakaian putih dan berwarna secara terpisah agar warna tidak luntur dan bercampur. Katun mudah menyerap warna lain, jadi pemisahan ini penting.

  • Jangan Terlalu Lama Merendam

Merendam terlalu lama bisa merusak serat katun dan memudarkan warna. Cukup rendam maksimal 10 menit untuk menghilangkan kotoran dan noda.

  • Gunakan Putaran Lembut di Mesin Cuci

Pilih mode "delicate" atau "gentle" agar serat katun tidak cepat aus atau melar. Jika mencuci dengan tangan, cukup kucek ringan saja.

  • Jemur di Tempat Teduh

Hindari sinar matahari langsung karena bisa membuat warna cepat pudar dan kain jadi kaku. Jemur pakaian dengan posisi dibalik (bagian dalam di luar) untuk melindungi warna.

  • Setrika dengan Suhu Sedang

Katun bisa disetrika dengan suhu sedang hingga tinggi, tapi sebaiknya disetrika saat masih sedikit lembap atau gunakan setrika uap agar lebih halus.

  • Simpan di Tempat Kering dan Bersih

Simpan pakaian katun di lemari yang tidak lembap agar tidak ditumbuhi jamur. Gunakan kapur barus atau silica gel untuk mencegah kelembapan jika perlu.

  1. Poliester

Poliester adalah bahan tekstil sintetis yang dibuat dari serat plastik berbasis minyak bumi, biasanya berupa polyethylene terephthalate (PET). Berbeda dengan katun atau linen yang berasal dari tumbuhan, poliester merupakan hasil proses kimia yang dirancang untuk menciptakan kain yang kuat, ringan, dan tahan lama. Asal muasalnya seringkali menjadi pertanyaan, apakah poliester baik untuk dijadikan pakaian?

Meski terlihat kuat, namun poliester juga punya cara merawatnya sendiri:

  • Cuci dengan Air Dingin atau Suhu Rendah

Gunakan air dingin atau hangat (maksimal 40°C). Air panas bisa merusak serat poliester dan menyebabkan bentuk pakaian berubah.

  • Gunakan Deterjen Lembut

Poliester tidak membutuhkan deterjen kuat. Hindari pemutih atau bahan kimia keras yang bisa merusak warna dan serat kain.

  • Balik Pakaian Sebelum Dicuci

Membalik pakaian ke dalam membantu melindungi permukaan luar dari gesekan dan menjaga warna tetap cerah. Cukup bilas bagian dalamnya saja.

  • Gunakan Putaran Lembut di Mesin Cuci

Pilih siklus pencucian “gentle” atau “delicate” untuk menjaga keawetan serat kain.

  • Jangan Terlalu Sering Mengeringkan dengan Mesin (Tumble Dry)

Gunakan suhu rendah jika memakai pengering. Lebih baik jemur pakaian secara alami agar tidak merusak serat dan mengurangi risiko pakaian melar.

  • Hindari Setrika Suhu Tinggi

Poliester mudah meleleh jika terkena panas tinggi. Jika perlu disetrika, gunakan suhu rendah atau mode sintetis, dan beri lapisan kain saat menyetrika.

  • Simpan dengan Baik

Lipat pakaian dengan rapi dan hindari menggantung terlalu lama (terutama yang berat), agar bentuk pakaian tidak berubah. Simpan di tempat kering dan bersih untuk menghindari bau atau jamur.

  • Cuci Setelah Digunakan Jika Berkeringat

Sifat poliester cenderung menahan bau, segera cuci setelah digunakan untuk aktivitas berat agar pakaian tetap segar.

  1. Wol

Wol adalah serat alami yang berasal dari bulu hewan, terutama domba, dan digunakan untuk membuat kain yang hangat, tebal, dan tahan lama. Selain domba, wol juga bisa berasal dari hewan lain seperti kambing (kasjmier), alpaka, llama, dan kelinci (angora). 

Mengingat bahan utamanya yang dari bulu hewan, tentu perawatannya tidaklah mudah. Perhatikan cara mencuci dan menjemurnya.

  • Cuci dengan Tangan atau Gunakan Mode "Wool" di Mesin Cuci

Bila mencuci manual, gunakan air dingin atau suam-suam kuku. Jika memutuskan pakai mesin cuci, pastikan gunakan mode khusus “wool” atau “delicate” dan masukkan ke dalam laundry bag agar tidak rusak.

  • Gunakan Deterjen Khusus untuk Wol

Pilih deterjen yang lembut dan bebas enzim, khusus untuk bahan wol atau pakaian halus. Hindari deterjen biasa atau yang mengandung pemutih karena bisa merusak serat wol.

  • Jangan Diperas Kuat atau Dipelintir

Setelah dicuci, tekan-tekan perlahan untuk mengeluarkan air. Hindari memeras dengan cara dipelintir karena bisa membuat wol melar dan kehilangan bentuk.

  • Keringkan dengan Cara Diletakkan Datar

Jangan digantung saat basah karena wol bisa melar. Bentuk kembali pakaian ke bentuk semula, lalu keringkan di permukaan datar dan teduh, misalnya di atas handuk kering.

  • Hindari Sinar Matahari Langsung

Jemur di tempat teduh yang berventilasi baik. Sinar matahari langsung bisa membuat warna pudar dan serat menjadi kaku.

  • Setrika dengan Suhu Rendah (Jika Perlu)

Biasanya wol tidak perlu disetrika, tapi jika harus, gunakan suhu rendah dan lapisi dengan kain lain atau gunakan mode “wool” pada setrika uap.

  • Simpan dengan Benar

Simpan dalam keadaan kering, dilipat (bukan digantung) agar tidak melar. Gunakan kapur barus, cedar wood, atau silica gel untuk mencegah ngengat atau jamur. Apabila akan disimpan dalam jangka waktu lama, bungkus dalam kantong kain (hindari plastik rapat yang bisa menjebak lembap).

  • Angin-anginkan Secara Berkala

Wol punya sifat self-cleaning, jadi cukup diangin-anginkan setelah dipakai, tidak perlu sering dicuci kecuali benar-benar kotor.

  1. Sutra

Sutra adalah serat alami yang dihasilkan oleh kepompong ulat sutra (Bombyx mori) dan digunakan untuk membuat kain mewah yang sangat lembut, ringan, dan berkilau alami. Sutra telah digunakan selama ribuan tahun dan dikenal sebagai salah satu bahan tekstil paling eksklusif di dunia karena proses produksinya yang rumit dan hasilnya yang berkualitas tinggi.

Meski dikenal kuat, namun perawatan yang salah akan mempengaruhi kualitas pakaian sutra. Dengan perawatan yang lembut dan hati-hati, sutra bisa bertahan lama dan tetap terlihat mewah.

  • Cuci dengan Tangan (Hand Wash)

Gunakan air dingin atau air hangat suam-suam kuku (maks. 30°C). Cuci perlahan, jangan digosok atau dipelintir. Gunakan deterjen khusus untuk sutra atau deterjen yang lembut, bebas enzim, dan bebas pewangi.

  • Hindari Mesin Cuci dan Pengering

Jangan mencuci dengan mesin, kecuali benar-benar ada mode “silk” atau “delicate” dengan kecepatan rendah. Hindari penggunaan mesin pengering (tumble dryer) karena panasnya bisa merusak serat sutra.

  • Jangan Gunakan Pemutih

Pemutih (bleach) dapat merusak serat dan mengubah warna alami sutra. Hindari juga deterjen biasa yang mengandung bahan keras.

  • Keringkan dengan Cara Diangin-anginkan

Setelah dicuci, cukup tekan-tekan perlahan dengan handuk bersih untuk menyerap air. Jangan dijemur langsung di bawah matahari, cukup digantung atau diletakkan rata di tempat teduh yang sejuk.

  • Setrika dengan Suhu Rendah

Gunakan setrika suhu rendah atau mode “silk”. Setrika saat masih sedikit lembap, dan selalu gunakan kain pelapis di atas sutra agar tidak langsung terkena panas.

  • Simpan di Tempat Kering dan Gelap

Lipat dengan rapi dan simpan di lemari yang sejuk dan kering. Gunakan kain pelindung atau kantong kain tipis, jangan simpan dalam plastik rapat agar sutra tetap bisa “bernapas.”

  • Hindari Parfum dan Deodoran Langsung ke Kain

Jangan semprot parfum, deodoran, atau hairspray langsung ke pakaian sutra karena bisa meninggalkan noda atau merusak serat.

  • Cuci Kering (Dry Clean) untuk Jenis Sutra Tertentu

Beberapa jenis pakaian berbahan sutra halus atau dengan kombinasi bahan lain lebih aman jika dibawa ke jasa dry clean profesional.

  1. Linen

Linen adalah bahan tekstil alami yang dibuat dari serat tanaman rami (flax). Linen telah digunakan sejak ribuan tahun lalu dan dikenal karena kekuatannya, daya tahan, dan kemampuannya menyerap panas dan kelembapan. Bahan linen juga merupakan salah satu bahan yang ramah lingkungan, menggunakan linen sama saja dengan melindungi bumi.

Berikut adalah cara merawat linen agar tetap awet, lembut, dan nyaman dipakai:

  • Cuci dengan Air Dingin atau Hangat (Maks. 40°C)

Gunakan air dingin atau suam-suam kuku. Hindari air panas karena bisa menyusutkan dan mengeraskan serat linen.

  • Gunakan Deterjen Lembut

Pilih deterjen yang ringan, bebas pemutih atau enzim keras. Jangan gunakan pelembut pakaian berlebihan karena bisa meninggalkan residu.

  • Pisahkan Warna Saat Mencuci

Cuci linen putih dan berwarna secara terpisah untuk mencegah luntur.

  • Cuci dengan Putaran Lembut

Gunakan mode “gentle” atau “delicate” di mesin cuci agar serat tidak cepat aus. Hindari mencuci berlebihan, cukup jika benar-benar kotor.

  • Jangan Diperas Terlalu Kuat

Setelah dicuci, cukup ditekan perlahan untuk mengeluarkan air. Hindari memelintir atau memeras kasar.

  • Jemur di Tempat Teduh dan Terbuka

Keringkan dengan cara digantung atau diletakkan datar di tempat berangin. Hindari sinar matahari langsung agar warna tidak cepat pudar dan kain tidak mengeras.

  • Setrika Saat Masih Sedikit Lembap

Gunakan setrika bersuhu sedang–tinggi, atau setrika uap. Menyetrika saat linen masih sedikit lembap akan lebih mudah menghaluskan lipatan.

  • Simpan di Tempat Kering dan Terlipat Rapi

Simpan linen dalam keadaan kering agar tidak berjamur. Hindari menggantung linen berat karena bisa melar atau berubah bentuk.

  • Biarkan Kusut Alami (Opsional)

Linen memang mudah kusut, tapi kekusutan ini justru jadi ciri khas yang memberi tampilan alami dan santai. Jadi tidak selalu harus disetrika jika ingin tampil kasual.

  1. Rayon

Rayon adalah bahan tekstil semi-sintetis yang dibuat dari serat selulosa alami, biasanya berasal dari kayu, bambu, atau tanaman lain. Meskipun berasal dari bahan alami, rayon diproses melalui metode kimia, sehingga masuk dalam kategori serat regenerasi (bukan sepenuhnya alami, tapi juga bukan sintetis seperti poliester).

Berikut adalah cara merawat pakaian berbahan rayon agar tetap awet, tidak mudah kusut, dan nyaman digunakan:

  • Cuci dengan Tangan (Hand Wash)

Gunakan air dingin atau suam-suam kuku (maks. 30°C). Cuci perlahan, jangan digosok atau dipelintir terlalu keras karena rayon mudah melar dan seratnya rapuh saat basah.

  • Gunakan Deterjen Lembut

Pilih deterjen yang ringan dan bebas pemutih atau enzim kuat. Hindari deterjen yang bersifat keras agar kain tidak cepat rusak atau pudar.

  • Jangan Direndam Terlalu Lama

Rayon mudah menyerap air dan menjadi lemah saat basah, jadi cukup cuci cepat dengan waktu 5 hingga 10 menit dan bilas bersih.

  • Hindari Mesin Cuci dan Pengering

Jika menggunakan mesin cuci, gunakan mode “delicate” dan masukkan ke dalam laundry bag. Jangan pakai pengering (tumble dry), karena panas dan putaran tinggi bisa merusak bentuk kain.

  • Keringkan dengan Cara Diletakkan Datar

Setelah dicuci, jangan diperas atau digantung saat basah. Keringkan dengan cara diletakkan rata di atas handuk, lalu gulung handuk untuk menyerap air.

  • Jemur di Tempat Teduh

Rayon mudah pudar jika dijemur di bawah sinar matahari langsung. Jemur di tempat teduh dan berangin agar warna dan kelembutan tetap terjaga.

  • Setrika dengan Suhu Rendah

Setrika saat pakaian masih sedikit lembap atau gunakan mode “rayon” atau “low heat”. Gunakan kain pelapis saat menyetrika untuk mencegah noda setrika atau mengilap.

  • Simpan dengan Rapi di Tempat Kering

Lipat pakaian rayon dengan rapi dan simpan di tempat kering untuk menghindari jamur. Jangan digantung terlalu lama untuk pakaian berat, karena bisa melar.

  1. Spandex

Spandex (juga dikenal sebagai elastane atau merk dagangnya seperti Lycra) adalah serat sintetis yang terkenal karena elastisitasnya yang tinggi. Bahan ini bisa meregang hingga 5–8 kali ukuran aslinya dan kembali ke bentuk semula tanpa berubah bentuk.Berikut adalah cara merawat pakaian berbahan rayon agar tetap awet, tidak mudah melar, dan tetap nyaman dipakai:

Berikut adalah cara merawat pakaian berbahan spandex agar tetap elastis, tidak cepat melar, dan nyaman dipakai:

  • Cuci dengan Tangan atau Mode Lembut

Lebih disarankan mencuci dengan tangan menggunakan air dingin atau suam-suam kuku. Jika menggunakan mesin cuci, pilih mode “delicate” atau “gentle” dan gunakan laundry bag.

  • Gunakan Deterjen Lembut

Pilih deterjen bebas pemutih, bebas enzim keras, dan tanpa pelembut pakaian. Hindari bahan kimia keras karena bisa merusak serat elastis spandex.

  • Jangan Gunakan Pemutih atau Pelembut

Pemutih dapat merusak serat spandex. Pelembut pakaian meninggalkan residu yang bisa membuat bahan kehilangan elastisitasnya.

  • Jangan Diperas atau Dipelintir

Setelah dicuci, cukup tekan-tekan perlahan untuk menghilangkan kelebihan air. Memeras keras bisa membuat spandex melar atau seratnya putus.

  • Keringkan Secara Alami

Jangan gunakan mesin pengering (tumble dry) karena panas bisa merusak elastisitas kain. Jemur di tempat teduh dan berangin, jauh dari sinar matahari langsung agar bahan tidak cepat rusak atau pudar.

  • Hindari Setrika (Jika Tidak Perlu)

Spandex tidak perlu disetrika. Jika benar-benar perlu, gunakan suhu paling rendah dan lapisi dengan kain agar tidak langsung terkena panas.

  • Simpan dengan Dilipat, Bukan Digantung (Jika Berat)

Pakaian spandex yang berat seperti legging atau shapewear sebaiknya dilipat, karena menggantungnya terlalu lama bisa membuatnya melar.

Tips Umum Merawat Pakaian

Cukup repot jika memang harus mencuci pakaian bergantung pada bahan yang digunakan. Namun, apabila tidak ada waktu untuk mencuci atau memilah bahan pakaian untuk dicuci, berikut tips umum dalam merawat pakaian:

Proses Mencuci

  1. Pisahkan berdasarkan warna dan jenis kain

    Pakaian putih, gelap, dan berwarna sebaiknya dipisah. Bahan lembut seperti sutra atau wol sebaiknya tidak dicampur dengan jeans atau kain kasar.

  2. Jangan terlalu sering mencuci

    Beberapa jenis pakaian seperti jaket, jeans, atau sweater tidak perlu dicuci setiap kali dipakai.

  3. Gunakan detergen sesuai kebutuhan

    Terlalu banyak detergen bisa meninggalkan residu dan merusak serat kain.

  4. Cuci dengan air dingin jika memungkinkan

    Air panas bisa merusak warna dan elastisitas pakaian.

  5. Balik pakaian sebelum dicuci

    Membalik pakaian melindungi warna dan cetakan agar tidak cepat pudar.

Proses Menjemur

  1. Jemur di tempat teduh dan berangin

    Sinar matahari langsung bisa membuat warna cepat pudar.

  2. Hindari menjemur dengan hanger kawat

    Gunakan hanger plastik atau kayu untuk menjaga bentuk pakaian.

Proses Menyimpan

  1. Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan

    Pakaian lembab bisa memicu jamur dan bau apek.

  2. Gunakan kamper atau pengharum lemari

    Tapi jangan terlalu dekat dengan pakaian agar tidak merusak kain.

  3. Lipat atau gantung sesuai jenis pakaian

    Pakaian berbahan berat seperti jas atau coat lebih baik digantung agar tidak kusut.

Perawatan Tambahan

  1. Periksa label perawatan pada pakaian

    Ikuti petunjuk tentang suhu, cara mencuci, dan menyetrika.

  2. Jahit segera jika ada bagian yang sobek atau kancing lepas

    Mencegah kerusakan lebih besar.

  3. Gunakan setrika dengan suhu yang sesuai

    Bahan sintetis mudah meleleh jika terlalu panas.

Arti Simbol Pada Label Perawatan Pakaian

Setiap pakaian akan dilengkapi dengan label yang menunjukan cara perawatan yang disarankan. Berikut arti dari setiap simbolnya:

0 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
0
0
profile picture

Written By BajuMerah

This statement referred from