Meninjau Filsafat Bentuk Bumi dari Sudut Pandang Teologi Kristen

profile picture ekyzupaldry

Bumi bulat atau datar? Sebuah pertanyaan sederhana yang menimbulkan perdebatan sejak lama hingga saat ini. Dalam perdebatan ini terdapat 2 kubu, yakni kubu yang pro terhadap pendapat bahwa bumi itu bulat (penganut bumi bulat) dan kubu yang pro terhadap pendapat bahwa bumi itu datar (penganut bumi datar).

Ada banyak data ilmiah yang telah membuktikan bahwa bumi berbentuk bulat. Selain itu, kemajuan di bidang teknologi saat ini juga turut memiliki andil dalam mendukung pendapat ini, misalnya melalui teknologi Google Maps dan Google Earth. 

Berikut adalah beberapa bukti empiris bahwa bumi berbentuk bulat yang kebanyakan telah kita ketahui sejak SD/SMP :

1. Perbedaan zona waktu, cuaca, dan musim

Kita telah mengetahui bahwa terdapat pembagian zona waktu. Dalam waktu yang bersamaan, belahan bumi yang terkena sinar matahari akan mengalami siang, sedangkan belahan bumi yang lain akan mengalami malam sebab tidak terkena sinar matahari. Hal ini hanya mungkin terjadi bila bumi berbentuk bulat. Jika bumi berbentuk datar, maka semua daerah seharusnya mengalami siang dan malam secara bersamaan karena mendapat intensitas cahaya matahari dalam jumlah yang sama. Hal ini juga turut memengaruhi perbedaan cuaca dan musim di berbagai negara di belahan dunia.

2. Gerhana Bulan

Aristoteles yang merupakan salah seorang filsuf termasyhur Yunani kuno mengemukakan pendapatnya mengenai gerhana bulan dalam buku On the  Heavens. Dia menyadari bahwa gerhana bulan terjadi ketika posisi bumi berada di antara bulan dan matahari. Bayangan bumi pada permukaan bulan selalu berbentuk bundar (garis melengkung). Hal ini hanya mungkin terjadi bila bumi berbentuk bulat. Jika bumi berbentuk datar, maka bayangan bumi seharusnya lonjong.

3. Gravitasi bumi

Gravitasi bumi adalah bukti kuat yang menjadi musuh alami dari para penganut bumi datar. Gaya gravitasi adalah gaya tarik bumi yang menyebabkan benda-benda akan selalu jatuh ke arah bawah atau lebih tepatnya ke arah titik pusat massa bumi. Hal ini hanya mungkin terjadi bila bumi berbentuk bulat sebab hanya sesuatu yang berbentuk bulat yang mempunyai titik pusat.

Meskipun bukti-bukti tersebut sudah sejak lama dikemukakan, sampai sekarang masih ada orang yang menganggap teori mengenai bukti-bukti tersebut salah. Agak aneh memang jika melihat para ilmuwan dan filsuf yang hidup pada zaman di mana teknologi digital dan satelit belum ada, tetapi bisa membuktikan dan percaya bahwa bumi itu bulat. Sementara kita yang hidup pada zaman dengan kemajuan teknologi sekarang ini masih ada yang tidak mempercayainya dan tetap mempertahankan keyakinan bahwa bumi itu datar.

Meskipun demikian, sebenarnya pemahaman bumi itu datar adalah hal yang wajar. Jika kita mengacu pada pengalaman kita sehari-hari yang tidak melihat bumi dari luar angkasa, maka tentu saja kita akan beranggapan bahwa bumi itu datar. Ini ibaratkan sulitnya mengatakan bentuk bola itu bulat, jika kita sendiri berada di dalamnya.

Apabila ditinjau dari sudut pandang Teologi Kristen, maka kebanyakan orang awam yang merupakan penganut bumi datar akan mengutip ayat-ayat Alkitab yang mengandung kata “ujung bumi” di dalamnya. Ada banyak contoh nats Alkitab yang mengandung kata tersebut. Dalam artikel ini disajikan 2 di antaranya :

TUHAN akan menyerakkan engkau ke antara segala bangsa dari ujung bumi ke ujung bumi; di sanalah engkau akan beribadah kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu, yakni kepada kayu dan batu. [Ulangan 28:64 (TB)]

Dan pada waktu itu pun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit [Markus 13:27 (TB)]

Mengapa memilih ayat-ayat yang mengandung kata “ujung bumi”? Karena apabila bumi ternyata memang memiliki ujung, itu berarti bumi berbentuk datar sebab hanya sesuatu yang berbentuk datarlah yang memiliki ujung; sesuatu yang berbentuk bulat tidak mungkin memilikinya.

Persoalan ini sendiri tidak hanya terjadi di agama Kristen saja, tetapi juga agama-agama lainnya. Pada akhirnya, ini akan menimbulkan persoalan baru, yakni “Kitab Suci vs Sains”. Orang-orang yang berpihak kepada kitab suci akan mengatakan bahwa sains itu salah, sedangkan orang-orang yang berpihak kepada sains akan berkata bahwa kitab sucilah yang salah.

Lalu, sebenarnya pendapat mana yang benar? Jawaban yang paling tepat ialah keduanya benar pada konteksnya masing-masing. Kitab suci adalah bentuk kesaksian iman yang ditulis oleh orang-orang pada masa tertentu pada masa lampau, sedangkan Sains adalah ilmu pengetahuan yang terus berkembang hingga saat ini. 

Kita tidak bisa memaksakan konteks zaman penulisan Alkitab agar tetap berlaku hingga saat ini. Pada masa penulisannya, sains belum semaju sekarang, sehingga para penulis Alkitab tentu saja menuliskan sesuatu yang mereka pahami saat itu, yakni pengalaman sehari-hari yang tidak melihat bumi dari luar angkasa yang sudah dijelaskan di atas.

Ayat-ayat ini tidak bermaksud menyalahkan sains, tetapi bermaksud menceritakan iman dari para penulisnya dengan pengetahuan yang mereka miliki saat itu. Kita bisa lihat saja contoh hasil pemikiran penulis Alkitab pada gambar di atas. Gambar tersebut merupakan bagian pemikiran dari kebudayaan peradaban Asia Barat Daya Kuno (ABDK) yang banyak memengaruhi peradaban dunia zaman dahulu, seperti Babilonia, Mesopotamia, dll. Bentuknya sangat berbeda dengan pendapat sains bahwa bumi itu bulat. Bumi digambarkan berbentuk datar dengan langit sebagai kubahnya.

Pada akhirnya, kita bisa menarik sebuah kesimpulan bahwa bentuk bumi adalah bulat telah dibuktikan dengan bukti-bukti ilmiah yang akurat. Namun, pendapat bumi itu datar tentu saja bisa dimaklumi jika itu dipahami sebagai bagian dari perkembangan pemahaman atau pola pikir. Jika pendapat bumi itu datar masih dipertahankan sampai saat ini, agaknya kita perlu meningkatkan literasi digital agar lebih memahami kecanggihan teknologi saat ini.

Referensi : 

3 Agree 1 opinion
1 Disagree 0 opinions
3
1
profile picture

Written By ekyzupaldry

This statement referred from