Pernyataan mana yang benar dan masuk akal : Bumi Bulat atau Datar?
Hai! Kali ini di artikel ini kita akan membahas tentang bentuk bumi. Pernah dengar tentang Flat Earth ? Yang akhir-akhir jadi bahan perbincangan ramai di media sosial manapun. Banyak ternyata orang-orang yang meyakini jika bumi itu datar. Sebenarnya benar atau tidak jika bumi itu bulat? Atau memang kenyataannya bukan seperti yang dikatakan para penganut teori Flat Earth. Bingung? Bagaimana jika membuktikkan kedua teori tersebut secara logika dan fakta-fakta yang ada. Jangan lupa untuk kalian membaca hingga akhir agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan kalian dapat menemukan jawabannya.
1. Imajinasi Manusia
Kalian tahu bukan bahwa manusia memiliki daya imajinasi yang luar biasa hebatnya dibandingkan makhluk hidup lainnya. Berkat imajinasi-imajinasi itu pula manusia dapat menemukan hal-hal hebat. Dari imajinasi juga kerap lahir sebuah mitos terhadap suatu hal yang bagi manusia adalah hal yang berada di luar nalar mereka.
Contoh saja semisal orang-orang zaman dahulu di peradaban Babilonia yang mengaitkan penemuan mereka terhadap benda langit dengan hal-hal berbau magis. Mereka percaya jikalau susunan bintanglah yang menentukan nasib manusia, padahal kan nasib itu sudah diatur oleh Tuhan. Nah pada zaman now hal ini disebut dengan Zodiak.
Jadi bisa diambil kesimpulan jikalau orang zaman dahulu bukan hanya dari fakta yang mereka lihat tapi juga diikuti dengan sudut pandang dari hal-hal berbau magis.
2.Pelaut Fenisia
Pada 1.700 tahun sebelum ekspedisi Magellan atau ekspedisi Magellan-Elcano yang dilakukan pada 1519, pelaut Fenisia yang diutus penguasa Mesir kuno yang membuktikan Bumi bulat. Mereka dikirim oleh Pharaoh (Firaun) Necho II melakukan perjalanan mengelilingi benua Afrika melihat beberapa petunjuk pertama bahwa dunia tidak datar.
Kapal pertama berlayar mengelilingi Afrika berangkat dari Mesir sekitar 600 SM. Satu-satunya tujuan mereka adalah menemukan jalan lain ke Selat Gibraltar. Tetapi dengan mengamati langit di atas, mereka menemukan sesuatu yang tidak pernah mereka duga, petunjuk pertama bahwa dunia tidak datar, tetapi bulat.
Ketika mereka mencapai ujung selatan Afrika dan mulai berlayar ke barat, para pelaut melaporkan kembali bahwa mereka memperhatikan bahwa posisi Matahari telah berubah di langit. Matahari naik dan turun di utara, bukan di selatan seperti pandangan orang di wilayah Mediterania.
Namun sayangnya petunjuk tersebut tidak dipercaya. Memang, menjelaskan kepada masyarakat tentang Bumi bulat tidak mudah dan sangat menantang. Apalagi penemuan radikal seperti ini saat itu sangat ditolak.
Kemudian pada awal tahun 500 sebelum massehi, filsuf Yunani kuno, Phytagoras memberikan konsep bumi berbentuk bola. Setelah itu muncul Aristoteles yang menguatkan argumen tersebut. Bahkan argumen dari Aristoteles bisa juga dilihat oleh manusia biasa seperti saat kapal berlayar ke lautan, lambung kapal akan tenggelam lebih dulu. Konstelasi yang berbeda dapat terlihat pada garis lintang yang berbeda. Ketika gerhana bulan terjadi, bumi juga akan menghasilkan bayangan bulat yang menutupi bulan. Begitu pula dengan penguatan bahwa fakta atas penemuan Eratosthenes tentang perkiraannya akan lingkar seluruh bumi dengan menggunakan perbedaan panjang bayangan sebesar 7 derajat antara Alexandria dan Syene yaitu sebesar 40 ribu KM. Hasil yang nyaris sama dengan pengukuran dengan satelit di zaman modern.
3.Bagaimana jika Bumi itu datar
Jika bumi benar-benar datar maka bumi akan memiliki ujung dunia, seluruh daerah di daratan akan memiliki zona waktu yang sama alias tidak ada siang dan malam. Akan tetapi kenyataannya hingga sekarang belum ada satu orang pun yang dapat menemukan keberadaan dimana ujung dunia itu berada. Juga dapat kalian pikirkan kita akan melihat benda-benda langit yang berbeda di setiap belahan bumi, bahkan di setaiap belahan bumi lain memiliki perbedaan iklim itu dikarenakan bumi bergerak secara berputar mengelilingi matahari yang mana perputarannya mirip seperti bola yang menyerong.
Jikalau bumi datar manusia pasti bisa melihat matahari meskipun jaraknya jauh
Pernah dengar kisah Magellan dan kawan-kawannya yang bertekad mengelilingi dunia dari Spanyol ke barat dan seterusnya hingga kembali lagi ke Spanyol? Itu juga termasuk salah satu bukti yang mendukung bahwa bumi itu bulat.
4.Awal mula teori bumi datar bermula
Para penganut Flat Earth sudah ada sejak zaman dahulu sebelum masehi, tapi pada zaman modern ini salah satu tokoh yang meramaikannya pada abad ke 19 adalah seseorang bernama Samuel Birley Rowbotham dalam bukunya yang berjudul Zetetic Astronomy : Earth Not a Globe yang berisi pernyataan bahwa bumi merupakan piringan datar yang berpusat di kutub utara dan dibatasi sepanjang tepi selatannya oleh dinding es dengan matahari dan bulan 3.000 mil di atas permukaan bumi.
Namun hal tersebut dapat dibantah oleh Wallace pada tahun 1870 yang mengatakan jikalau pada saat itu Rowbotham memiliki kekeliruan dikarenaka tidak menghitung pembiasan cahaya oleh uap air laut yang mana saat itu terjadi ketika temperatur sangat tinggi karena cuaca musim panas.
Jadi, itulah sekian bukti-bukti yang ada dari para ilmuwan pada zaman dahulu yang mana pada saat itu mereka memilik keterbatasan teknologi. Kembali lagi pada teori bumi datar, jika benar adanya maka semua teori yang beredar soal gravitasi, bumi mengelilingi matahari, bayangan bumi pada matahari, serta pergerakan magma yang memutar di dalam perut bumi bagaimana kita dapat mengambil kesimpulan secara benar? Tentunya kita harus menguji secara eksperimen bukan hanya dengan omongan belaka. Apabila semua teori itu tidak berkaitan dengan bumi datar lalu bagaimana bisa selama ini manusia bisa menerapkan ilmu-ilmu tersebut terhadap teknologi tanpa adanya masalah.
Namun hal ini adalah kepecayaan masing-masing orang yang tidak dapat kita paksakan. Soal akan mempercayai fakta yang ada atau tidak itu adalah hak mereka. Pada intinya kebenaran sejati akan semua hal ini hanya Tuhan yang paling mengetahuinya.