HANYO KAMU TIM MANA ?? "BUMI ITU BULAT APA DATAR?"

profile picture rinna_dewi_pitriana

Teori tentang bumi itu datar sudah hidup sejak manusia penasaran dengan alam semestanya namun masih memiliki teknologi pengamatan.Masalahnya , gagasan itu tetap hidup saat ragam misi antariksa hilir mudik ke laur angkasa,kenapa?


Para "flat earther" alias penganut teori Bumi datar itu kini bahkan hidup di negara yang menjunjung tinggi penjelajahan ruang angkasa, Amerika Serikat. Salah satu yang mendorongnya adalah penyebaran di media sosial, terutama YouTube, dan menguatnya politik kanan yang anti-sains.          

Perbincangan tentang bumi itu datar (flat Earth) masih banyak di pertanyakan dan mematahkan pendapat tentang teori bahwa bumi itu bulat. Pada 340 tahun sebelum masehi, Aristoteles dipercaya menjadi orang pertama yang menulis pendapat tentang bumi itu bulat dalam bukunya On the Heavens.

Dia menyadari bahwa gerhana bulan disebabkan oleh Bumi yang berada diantara Bulan dan Matahari. Bayangan Bumi pada permukaan Bulan selalu bundar. Hal ini hanya mungkin bila Bumi bulat. Apabila Bumi datar, maka bayangannya lonjong dan hanya bulat apabila Bulan berada di atas ubun-ubun.

Dari perjalanan yang pernah  dilakukan, orang-orang Yunani mengetahui bahwa Bintang Utara tampak lebih rendah di langit bila pengamat berada lebih ke selatan (karena terletak di atas kutub Utara).Bintang Utara berada tepat di atas ubun-ubun seorang pengamat di Kutub Utara, dan di atas horizon bila ia di khatulistiwa). Hal ini hanya mungkin bila Bumi bulat.

Kapal yang muncul dan tenggelam di horizon (batas terjauh yang bisa teramati). Apabila ada kapal yang berlayar menjauhi kita, maka badan kapal tersebut akan tenggelam terlebih dahulu di horizon. Begitu pula sebaliknya, bagian atas kapal akan terlihat terlebih dahulu di horizon apabila mendekati kita.

Dari bukti-bukti tersebut, teori pertama yang menyatakan bahwa bumi itu bulat disampaikan oleh Aristoteles.Gagasan Aristoteles tersebut disepakati oleh filsuf-filsuf setelahnya seperti Eratosthenes, Euclid, Aristarchus, dan Archimedes.

Eratosthenes bahkan berhasil mengukur keliling bumi menggunakan tongkat yang terletak di dua tempat yg berbeda. Dia memanfaatkan perbedaan bayangan antara dua tongkat tersebut akibat lengkung bumi untuk mengukur keliling total.

Dengan cara tersebut Eratosthenes bisa mendapatkan nilai keliling bumi 46.250 km. Cuma meleset sekitar 15% dengan keliling bumi yang diukur di zaman modern (40.075 km).

Aristoteles juga menduga Bumi tetap di tempat dan benda-benda langit yang mengelilingi Bumi, namun dia tidak memiliki landasan atas argumen tersebut. Sejak saat itu, bentuk bumi udah jarang menjadi perdebatan lagi di kalangan filsuf Yunani Kuno

Dari Aristoteles 2300 tahun yang lalu, Ptolemeus, Copernicus, Galileo, Kepler, hingga Newton… dan jika mau ditelusuri terus akan berlanjut pada ilmuwan modern seperti Einstein, Sagan, Hawking, dan lain-lain. 

Selama ribuan tahun, setiap gagasan tentang bentuk Planet Bumi dan posisinya telah dikembangkan dan diuji berkali-kali baik dari pengamatan (empiris) maupun pendekatan Matematika.Seiring berjalannya waktu teori bumi itu datar muncul.

Modern flat earth society ini di mulai dari abad 19 pencetusnya adalah Samuel Birley Rowbotham. Salah satu percobaan yang dilakukan oleh Rowbotham adalah Bedford Level Experiment di tahun 1838, Bedford adalah nama sebuah sungai di Norfolk Inggris. 

Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan apakah bumi bener-bener bulat seperti bola dan untuk menentukan dimana batas jarak lengkungan bumi (curvature). Di sungai Bedford terdapat saluran air yang panjang panjang banget dan lurus, tiap 6 mil (9.7 km) terdapat jembatan. 

Jika Bumi bulat, maka perahu di salah satu jembatan tidak akan terlihat di jembatan satunya. Berdasarkan para ahli yang mengatakan bahwa total keliling bumi adalah 25.000 mil, seharusnya dalam jarak 6 mil (9.7 km) sudah ada lengkungan (curvature)

Rowbotham mencoba melihat kapal setinggi 5 kaki menggunakan teleskop yang setinggi 8 inch yang ditaruh di atas air sungai Bedford. Setelah kapal tersebut melewati jarak lebih dari 6 mil (9.7 km), ternyata kapal tersebut masih bisa terlihat dengan jelas melalui teleskopnya.

Harusnya kalau memang benar bumi itu berbentuk bulat tidak bisa terlihat walaupun pakai teleskop karena sudah berada di balik lengkungan bumi. Rowbotham pun menerbitkan buku yang berjudul Zetetic Astronomy: Earth Not a Globe  yang menyatakan Bumi merupakan piringan datar yang berpusat di Kutub Utara dan dibatasi sepanjang tepi selatannya oleh dinding es, Antartika, dengan Matahari dan bulan berada 3.000 mil (4.800 km) di atas permukaan Bumi. 

Rowbotham juga menerbitkan selebaran berjudul “The inconsistency of Modern Astronomy and its Opposition to the Scriptures!!”.

Konsekuensi dari teori bumi datar ini menafikan hampir semua ilmu pengetahuan yang selama ini berlaku, seperti gravitasi, bumi mengelilingi matahari, terjadinya gerhana, dan berbagai hal lain. Bagaimana caranya mengambil kesimpulan dari masalah ini? 

Saya sendiri kurang setuju dengan teori bahwa bumi itu datar karena teori ini berkembang dari hasil imajinasi bukan ilmu yang teruji secara akurat,di dalam Al Qur’an sudah di jelaskan juga bumi itu bulat. dan juga karena teori ini tidak mempercayai dan meyakini tentang ilmu yang selama ini kita terima.

 Hingga saat ini, tentu masih banyak orang yang masih percaya dengan bumi datar. Apakah kita          mau terus maju bersama ilmu pengetahuan yang telah diuji berkali-kali oleh para ilmuwan dengan bermacam-macam pendekatan, atau mau mundur kembali 2300 tahun? 

#flatearth

1 Agree 1 opinion
0 Disagree 0 opinions
1
0
profile picture

Written By rinna_dewi_pitriana

This statement referred from