Bumi itu Bulat atau Datar? Simak 10 Bukti Kuat Bahwa Bumi itu Memiliki Bentuk Bulat, Bukan Berbentuk Datar!

profile picture Ezer Ayusalin Nazara

Bumi adalah tempat segala jenis makhluk hidup yang ada di dunia untuk dihuni dan ditinggali. Bumi berbentuk bulat adalah teori bentuk bumi yang faktanya benar bisa dibuktikan adanya. Berbagai teori yang menyatakan bahwa bumi itu datar, namun teori tersebut masih belum bisa dibuktikan kebenarannya, meskipun sudah dilakukan berbagai macam riset dan penelitian oleh para kaum pembantah bumi bulat.

Berdasarkan hal tersebut, ada 10 bukti kuat yang menyatakan bahwa bumi yang sedang kita diami ini adalah memiliki bentuk bulat yaitu sebagai berikut :

  1. Adanya Pembagian Zona Waktu. Bumi akan berotasi selama 24 jam, oleh karena itu pembagian zona waktu didunia dibagi menjadi 24 bagian dengan menggunakan waktu GMT (Greenwich Mean Time), pusatnya adalah Kota Greenwich, Inggris. Setiap jarak 1 GMT itu memiliki luasan 15̊. Didalam ilmu geografi, 1̊ sama dengan 111 km. Dari hal tersebut, dapat diketahui bahwa tidak mungkin akan terjadi siang dan malam jika bentuk bumi kita datar. Jika bumi datar maka yang terjadi adalah siang sepanjang masa. Sehingga dengan adanya pembagian zona waktu merupakan bukti bahwa bumi berbentuk bulat karena terjadinya siang dan malam.
  2. Variasi pada Rasi Bintang. Tentunya bintang hanya dapat dilihat dan diamati pada malam hari saja. Adanya malam hari merupakan bukti bahwa bumi berbentuk bulat karena belahan bumi sebelahnya akan mengalami siang yang mendapat sinar matahari. Variasi dari rasi bintang dapat diketahui dengan pembuktian hasil potret foto bintang pada wilayah dengan waktu yang berbeda, seperti Kota Bandung dengan Kota Banjarmasin. Karena, faktanya hasil potret yang diambil akan menunjukan hasil yang berbeda mulai dari posisi dan letaknya yang berbeda. Apabila bumi berbentuk datar, pastinya bintang yang diamati akan memiliki posisi yang sama hanya jarak saja yang memberikan sedikit perbedaan. Bahkan, adanya bintang sulit diterima, karena jika bumi datar tidak akan terjadinya malam.
  3. Mengamati Bumi di atas Ketinggian. Mengamati bumi di atas ketinggian akan memunculkan hasil bahwa bumi itu bulat. Karena, secara sederhana jika seseorang berdiri di atas teras gedung tinggi tidak akan melihat seluruhnya dengan rata. Apabila bumi datar, maka semuanya akan terlihat rata dan jelas karena jarak pandangnya tidak akan terlalu jauh. 
  4. Melihat Perahu yang Berlayar. Dengan kita mengamati perahu yang perlahan bergerak jauh dari pesisir pantai, semakin lama akan semakin menghilang. Hal tersebut yang menyatakan bahwa bumi ini bulat, sehingga perahu yang berlayar menjauh semakin tidak terlihat karena sebenarnya perahu tersebut bergerak menuju lengkungan bumi. Apabila bumi datar, maka sejauh apapun perahu tersebut berlayar masih akan terlihat. 
  5. Mengamati dengan Naik Pesawat. Proses pengamatan sederhana dengan menaiki pesawat, secara tidak sadar kita mengetahui bahwa bumi yang kita amati di bawah berbentuk melengkung. Faktanya, pesawat dapat terbang depat bergerak pada garis lurus hingga ke titik ujung bumi selatan, utara, barat, maupun timur. Apabila bumi berbentuk datar, maka pengamatan kita terhadap dataran atau lautan tidak akan melengkung dan cenderung datar. Namun, hal tersebut tidak pernah terjadi karena secara kasat mata kita melihat secara nyata bahwa bumi yang kita lihat akan melengkung. 
  6. Planet di Tata Surya dan Satelit Bumi Berbentuk Bulat. Tentunya yang kita ketahui berdasarkan teori yang ada bahwa planet di tata surya berbentuk bulat, mulai dari planet merkurius hingga planet pluto. Meskipun hanya dapat dilihat seperti bintang pada tanggal tertentu, namun para astronot yang sudah pernah keluar angkasa mampu membuktikan bahwa planet-planet di tata surya berbentuk bulat termasuk bumi. Seperti yang kita ketahui bahwa satelit bumi adalah bulan. Bulan yang kita amati secara langsung berbentuk bulat penuh pada saat bulan purnama. Bulan yang bulat merupakan bukti yang kuat bahwa bumi juga berbentuk bulat seperti satelitnya.
  7. Bayangan Matahari di Permukaan Bumi. Pengamatan ini dapat kita buktikan secara langsung dengan bantuan kerja sama orang lain yang sedang berada di wilayah yang berbeda namun masih pada zona waktu yang sama. Misalnya, mengambil potret bayangan si A di Kota Bandung dengan si B di Kota Jakarta kemudian dibandingkan. Tentunya hasil yang didapat berbeda dengan panjang bayangan antara si A dengan si B. Faktor utama penyebab terjadinya hal tersebut yaitu karena lengkungan bumi yang menyebabkan penyinaran matahari berbeda di daerah zona waktu yang sama. 
  8. Matahari Terbenam. Mengamati matahari terbenam pastinya memiliki sudut pandang yang berbeda sesuai dengan lokasi pengamatan. 2 studi banding lokasi yang berbeda antara tempat pengamatan di pesisir pantai dengan bukit yang dapat meninjau matahari terbenam. Tentunya, pengamatan matahari terbenam akan memiliki perbedaan rentang waktu yang sedikit berbeda, karena jauh lebih cepat matahari terlihat terbenam yang berada di lokasi pesisir pantai dibanding yang berada di bukit yang dapat meninjau matahari terbenam. Apabila bumi datar, matahari tidak akan terlihat pada ketinggian apapun setelah matahari terbenam. 
  9. Gerhana Bulan. Gerhana bulan merupakan salah satu bukti kuat yang menyatakan bahwa bumi itu bulat. Karena, bayangan matahari yang muncul pada saat gerhana bulan melengkung. Wujud lengkung tersebut terjadi di sekelilingnya sama seperti bentuk bola. 
  10. Hasil Citra Satelit. Salah satu hasil citra satelit yang menunjukkan bahwa bumi ini bulat adalah dengan adanya aplikasi Google Earth di handphone dan komputer . bentuk asli berbentuk bulat, bukan datar dan hasil citranya menunjukkan berdasarkan faktanya di permukaan bumi sesuai dengan tahun pengambilan citra foto.
3 Agree 3 opinions
1 Disagree 0 opinions
3
1
profile picture

Written By Ezer Ayusalin Nazara

This statement referred from