Bumi Tidak Berbentuk Bulat, Tetapi Apakah Bumi Itu Datar?
Sejak abad ke-23 SM para ahli astronomi bangsa Babilonia telah mempercayai bahwa bumi berbentuk datar yang mengambang di atas air dengan kubah langit di atasnya dan surga berada di luar kubah tersebut. Hal inilah yang menjadi cikal bakal kepercayaan bumi berbentuk datar bagi bangsa-bangsa pada masa peradaban kuno. Bahkan sampai saat ini penganut teori bumi datar masih banyak ditemui. Mungkin kamu salah satunya?
Kemudian pada abad ke-330 SM Aristoteles mengajukan pendapatnya bahwa bumi berbentuk bulat. Akhirnya pendapat Aristoteles tentang bumi bulat menyebar diseluruh Eropa menjelang awal abad pertengahan. Teori Bumi bulat ini pertama kali dibuktikan oleh pelaut andal yang berasal dari Portugis bernama Ferdinand Magellan. Ia berhasil berlayar dari pelabuhan Spanyol pada tanggal 20 September 1519 lurus ke arah selatan, kemudian rombonganya pun berhasil sampai di pelabuhan Spanyol lagi pada tanggal 9 September 1522. Hal itulah yang menjadi salah satu bukti kuat bahwa bumi berbentuk bulat dengan teori, siapapun yang berlayar lurus dari kota A maka ia akan sampai lagi di kota tersebut.
Namun sebenarnya para ahli astronomi dari zaman peradaban kuno bukan hanya mempercayai bentuk bumi bulat atau datar saja. Beberapa dari mereka ada yang berpendapat bahwa bumi berbentuk kotak, bintang dan juga segitiga. Akan tetapi hal itu hanya sekadar pendapat semata karena tidak ada bukti yang bisa memperkuat.
Lalu bagaimana bentuk bumi yang sebenarnya?
Seperti yang kita pelajari pada saat bersekolah dulu. Bumi adalah planet yang berbentuk bulat. Namun bentuknya tidak bulat sempurna melainkan agak lonjong seperti telur ayam. Hal ini karena adanya gaya sentrifugal atau gaya luar yang dialami oleh benda yang berputar sehingga bisa memengaruhi bentuk bumi. Selain itu kita juga bisa melihat dari gambar bumi yang diambil oleh NASA bahwa bumi berbentuk oblate. Namun ada banyak orang yang menganggap bahwa hasil potretan tersebut adalah hasil rekayasa NASA. Umumnya para penganut teori bumi datarlah yang menganggapnya demikian.
Berikut pendapat para penganut bumi datar:
- Semua foto ruang angkasa termasuk foto bumi adalah hasil rekayasa NASA
Terkadang foto ruang angkasa memang terlihat aneh. Ini karena gambar-gambar tersebut adalah gambar komposit yang diambil menggunakan teknik pencitraan. Teknik ini membuat gambar ruang angkasa tidak selalu berbentuk dan berwarna sesuai aslinya. Namun meskipun demikian gambar tersebut tetap disusun berdasarkan data yang nyata. Keanehan dan ketidaksempurnaan foto-foto itulah yang membuat para kaum bumi datar menganggap bahwa semua foto bumi dan ruang angkasa adalah hasil rekayasa semata.
- Tembok Antartika adalah batas bumi
Para penganut teori bumi datar percaya bahwa bumi dikelilingi oleh Antartika yang merupakan dinding es yang fungsinya untuk menghalangi manusia agar tidak jatuh dari bentuk bumi yang datar seperti piringan cakram.
- Bumi tidak bergerak
Kaum bumi datar percaya saat bumi berputar cepat, misal 2000 kilometer per jam maka semua yang berada di atas bumi akan terpental keluar karena kecepatan perputaran tersebut. Padahal bumi memiliki gaya gravitasi yang menarik segala sesuatu yang berada di bumi bahkan sesuatu yang mendekati bumi seperti meteor. Gaya gravitasi ini ibarat lem dan magnet yang menjaga isi bumi agar tidak melayang.
Namun jika bumi benar-benar berbentuk datar setidaknya ada satu kemungkinan yang akan terjadi:
- Ketika orang yang berada di pusat bumi berjalan maka akan terasa biasa saja, namun orang yang semakin berada di pinggir bumi akan merasa berat ketika berjalan, kurang lebih seperti naik ke puncak gunung meskipun permukaan jalannya datar. Selain itu bangunan, tumbuhan dan air akan miring ke arah pusat bumi karena gravitasi bumi menarik segala sesuatu yang ada di atasnya maupun yang mendekatinya ke arah inti atau pusat bumi.
Berikut bukti bahwa bumi berbentuk bulat:
- Kapal yang melintas di pantai lama-kelamaan akan menghilang. Ini karena kapal tersebut seolah-olah ditelan oleh lengkungan bumi.
- Jika bumi berbentuk datar seharusnya ketika kita berada di ketinggian, kita bisa melihat hamparan bumi yang luas tetapi nyatanya jarak pandangnya terbatas karena bumi melengkung.
- Pesawat yang melintas di atas tidak pernah mengetahui ujung bumi
- Tombak yang ditaruh di tempat A dan tempat B dengan jarak yang cukup jauh serta di tempatkan di jam yang sama, maka salah satu dari bayangan tongkat tersebut akan lebih panjang karena lengkungan bumi. Jika bumi berbentuk datar maka bayangan tombak tersebut tentunya akan sama panjangnya.
Dari penjelasan di atas kita bisa mengetahui bahwa bentuk bumi bukan datar dan bukan bulat sempurna melainkan bulat yang agak pipih dan lonjong. Tidak ada bukti ilmiah yang membenarkan bumi datar, kecuali prasangka-prasangka kaum bumi datar yang tidak terbukti kebenarannya.
Jadi, bagaimanakah menurutmu? Apakah bumi itu bulat, datar, segitiga, kotak atau berbentuk bintang? Mari kita diskusikan di kolom komentar!