Sering disalah artikan fans sebagai "Penyembah"

profile picture putri_nonaa_pcy
Lifestyle - Musik

Para penggemar K-Pop ini seringkali mendapat berbagai bentuk cacian dan
stereotip negatif dari masyarakat luas. Mereka sering diberi label dengan sebutan gila, tidak masuk akal, terlalu obsesi,toxic dan label-label negatif lainnya.

perlu diketahui perbedaan antara fans dan penyembah, adapun di bawah ini pengertian dari keduanya.

  1. Penggemar, pengagum, atau fan (Inggris: fan(s))—dapat pula disebut supporter atau pendukung untuk tim olahraga atau seseorang yang menggemari sesuatu dengan antusias, seperti grup musik, tim olahraga, buku, atau selebriti. Secara kolektif, kumpulan pengemar akan membentuk basis penggemar (fanbase) atau fandom. Para penggemar ini menunjukkan antusiasme mereka dengan bergabung menjadi anggota klub penggemar, menyelenggarakan atau ikut serta dalam diskusi dan pertemuan penggemar, menerbitkan majalah penggemar (fanzine), menulis surat penggemar, mengumpulkan benda-benda yang berhubungan dengan sang idola, mempromosikan benda-benda untuk mendukung idola mereka, dan membuat seni penggemar (fan art) dan fiksi penggemar. id.m.wikipedia.org
  2. Penyembah berasal dari kata dasar sembah. Penyembah memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga penyembah dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. jagokata.com

Banyak orang yang berasumsi bahwa para penggemar K-Pop cenderung terlalu fanatik terhadap idol K-Pop yang mereka idolakan. Menurut Casey dalam Television Studies - The Key Concepts (2002: 91), penggemar selalu dianggap sebagai "kelompok orang yang canggung dan tidak berguna secara sosial" yang terobsesi dengan budaya pop melalui media khusus, yang memberi mereka rasa kepuasan yang menyeluruh dan melarikan diri dari kehidupan yang menyedihkan.


Fanatisme dapat terjadi karena budaya saat ini cukup memberikan pengaruh
terhadap suatu individu, sehingga dapat menciptakan keyakinan dan pemahaman berupa hubungan, kesetiaan, serta pengabdian (Seregina dkk 2011:12).

Para penggemar K-pop ikut memanfaatkan platform media sosial Twitter mereka untuk membahas penolakan RUU Cipta Kerja
(Omnibus Law). Ismail Fahmi juga menyatakan bahwa sejatinya penggemar K-pop sadar akan kekuatan mereka dalam bermedia sosial dari dulu. "Ketika idola mereka
ulang tahun saja mereka saling membantu. Apalagi soal kemanusiaan Kalau yang saya lihat mereka punya jiwa kebersamaan, jadi sangat mudah untuk sesuatu yang baik seperti ini," tanggap Ismail Fahmi (Chri, 2020)

Berdasarkan hasil yang telah di kemukakan di atas maka saran yang diberikan sebagai berikut:

  1. Fans dan penyembah dua hal yang berbeda.
  2. respect terhadap orang lain akan hobi yang diminati.
  3. kpopers punya jiwa kebersamaan yan tinggi dan setia.
     
4 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
4
0
profile picture

Written By putri_nonaa_pcy

This statement referred from