9 Bukti Kebenaran Konspirasi PizzaGate: Kegiatan Pedofilia dalam Pemerintahan Amerika Serikat
PizzaGate adalah teori konspirasi yang menyatakan bahwa ada sebuah kegiatan pedofilia, di dalam tubuh pemerintah Amerika Serikat. Teori ini baru muncul pada masa pemilihan presiden 2016. Namun, bukti yang ditemukan oleh para ahli teori konspirasi PizzaGate, menyatakan bahwa kegiatan pedofilia di balik pemerintah Amerika Serikat itu, sudah terjadi sejak lama. Sudah dilaksanakan pula, oleh Presiden Barack Obama.
Mudahnya, awal muncul hingga perjalanan teori konspirasi tersebut adalah sebagai berikut:
- Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2016 akan dilaksanakan.
- Sebelumnya, seseorang melakukan 'spear pishing' yang menargetkan email John Podesta—kepala kampanye Hillary Clinton.
- Satu bulan tepat sebelum pemilihan dilaksanakan, WikiLeaks merilis hasil 'spear pishing' itu.
- Dalam email-email tersebut, terdapat pembicaraan terkait 'pizza'.
- 4chan—forum di Reddit—menemukan banyak kejanggalan cara email-email tersebut membicarakan terkait 'pizza'.
- Salah satu anggota 4chan menemukan kode dibalik kata 'cheese pizza' dari Urban Dictionary (2010): Cheese Pizza artinya Child Pornography.
- Dari email yang dirilis WikiLeaks, ditemukan keterkaitan antara John Podesta dengan seorang pemilik restoran pizza—James Alefantis, pemilik Comet Ping Pong.
- Teori berkembang hingga memiliki nama PizzaGate.
- Perkembangan teori itu mendesak para ahli teori konspirasi untuk semakin menelusuri jejak pedofil dalam pemerintahan AS.
- Email, Instagram, atau bukti siber lain milik banyak tokoh politik, atau seseorang kenalan para tokoh politik itu, berhasil dikuak.
Lantas, saya yang memiliki posisi pro terhadap konspirasi PizzaGate, telah merangkum bukti-bukti siber itu ke dalam 10 bukti kebenaran konspirasi PizzaGate. Berikut adalah bukti-buktinya:
1. “Tony Podesta mengakui masih memiliki hubungan dengan Dennis Hastert. Ya, peleceh seksual anak itu.”
Dalam salah satu email yang dirilis oleh WikiLeaks, menuliskan sebuah pengakuan dari [email protected], tentang kedekatannya dengan Dennis Hastert. Pemilik email itu adalah Tony Podesta, yang merupakan saudara John Podesta sekaligus pendiri Podesta Group. Podesta Group itu sendiri merupakan industri pemerintah dan hubungan masyarakat yang berjenis pribadi, dan telah ditinggalkan Tony Podesta saat dia mengetahui peningkatan pengawasan pada perusahaan.
Email berupa pengakuan yang dikirimkan oleh Tony Podesta tersebut, menuliskan, “Aku masih tetap berhubungan dengan Denny Hastert, dan Jan Ettlet, dan Andy Dolan selama bertahun-tahun.”
Faktanya, Dennis Hastert adalah seorang mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dengan waktu menjabat paling lama. Dennis Hastert pernah terkena kasus terkait dirinya yang melakukan penarikan dana yang digunakan sebagai penutup mulut, untuk menyembunyikan kegiatan pelecehan seksualnya.
Karena gagal, akhirnya Dennis Hastert didakwa atas tindakan melecehkan 4 anak laki-laki berusia 14 tahun. Dalam persidangan, Dennis Hastert mengakui bahwa dirinya benar-benar melakukan pelecehan seksual kepada anak-anak itu.
Lantas, hubungan Tony Podesta dan Dennis Hastert lebih dibanding itu. Dalam email lain, dari Tony Podesta ke saudaranya—John Podesta—menuliskan, “Mungkin waktu tepat untuk Denny membersihkan Pulau Jepang yang dirahasiakan.”
Sesungguhnya, apa yang dimaksudkan dari pulau yang dirahasiakan? Apa yang ingin mereka lakukan di pulau rahasia itu, bersama seorang pedofil?
2. Obama memesan pizza! $65.000 untuk pesta pribadi di White House.
Email yang telah diretas bukan hanya milik pejabat biasa. Peretasan ini menyentuh hingga email yang tengah memberitakan terkait kegiatan ganjil Barack Obama.
Email itu dikirim dari Fred Burton ke Don Kuykendall yang berbicara, “Aku pikir Obama menghabiskan $65.000 dari uang pembayar pajak untuk pizza atau hot dogs, terbang dari Chicago untuk pesta pribadi di White House.”
Ada dua hal yang sangat mencurigakan dalam email ini. Pertama, adalah tentang pemesanan pizza atau hot dogs dengan pengeluaran sebesar $65.000. Sementara itu, satu porsi pizza kurang lebih seharga $17. Untuk sebuah pesta pribadi, Obama menghabiskan 3.823 porsi pizza.
Hal kedua yang mencurigakan adalah fakta adanya sebuah larangan masuk untuk makanan luar ke dalam White House. Artikel resmi dari www.whitehouse.gov menjelaskan bahwa ada sebuah larangan untuk hadiah yang mudah rusak atau membusuk—seperti makanan, cairan atau bunga—ke dalam White House. Banyak artikel yang mendukung adanya larangan makanan luar dibawa masuk ke dalam White House, seperti thrillist.com atau bahkan TripAdvisor.com.
Lantas, mengapa pesta pribadi 3.823 porsi pizza, mampu dilaksanakan di White House, yang padahal dituliskan bahwa pembelian itu terbang dari Chicago?
3. “Anak-anak akan dijemput untuk berpesta dengan orang dewasa, di kolam panas.”
Email selanjutnya dikirimkan oleh seorang mantan Kepala Staf Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton, di Senat AS dari 2001 hingga 2009—Tamera Luzzatto.
Tamera Luzzatto berkata dalam email tersebut, “Kita berencana untuk memanaskan kolam, jadi renang memungkinkan. Bonnie akan menyewa Uber untuk mengangkut Ruby, Emerson, dan Maeve Luzzatto (11, 9, dan hampir 7), jadi Anda bisa mendapatkan hiburan lebih lanjut.”
Malangnya, Ruby, Emerson dan Maeve adalah tiga anak-anak yang bahkan dua di antaranya belum menyentuh satu dekade, dan akan dijadikan sebagai hiburan orang dewasa, di dalam kolam yang sudah memanas. Tidak diketahui kata memanas yang digunakan, diartikan secara harfiah, atau justru secara simbolis sebagai makna dari suatu maksud yang lebih mengerikan.…
4. “Evelyn mulai tumbuh. Waktunya hanya sedikit untuk menghabiskan waktu dengannya dalam jaringan.”
Dalam blog pribadi Tamera Luzzatto, terdapat sebuah catatan di kepala blognya. Catatan itu berbunyi, “Evelyn tumbuh dewasa, dia akan segera menjadi Ratu seluruh AS, saat ini, untuk waktu yang terbatas saja, Anda dapat menghabiskan waktu dengannya dalam jaringan, telanjang dan belum diasah.”
Apa yang Tamera Luzzatto tengah lakukan adalah memamerkan anak kecil bernama Evelyn itu, untuk tontonan dan hiburan dalam jaringan, sebelum dirinya bertumbuh lebih besar.
5. “James Alefantis mengeluh karena harga bayi Jerman yang terlalu mahal.”
Email-email telah dibahas. Saat ini, pembahasan memasuki media dalam jaringan lainnya. Instagram.
Dalam Instagram James Alefantis—pemilik Restoran Comet Ping Pong—dia mem-posting sebuah foto seorang bayi, dengan secarik kertas di depannya. Dalam kertas itu, terdapat sebuah tulisan yang menyatakan, “German Baby $1.200.000. Please do not touch!”
Sementara foto yang tergambar, tepat saat ekspresi wajah sang bayi yang malang itu tengah membuka mulutnya, memperlihatkan gigi mungil serta lidah merah muda, yang dengan mudah menggiurkan nafsu seorang pedofilia.
Dalam postingan tersebut, James Alefantis menambahkan caption, “way overprice.”
Terlalu mengerikan untuk menyadari bahwa sesungguhnya, ada sebuah transaksi jual beli seorang bayi yang hampir tercapai. Tidak ada kemungkinan lain untuk berpikir positif tentang apa saja di gambar posting itu. Bayi itu benar-benar tengah dijual, karena dengan serius, James Alefantis mengatakan bahwa itu terlalu mahal.
6. “Iblis Moloch sangat mencirikan mereka. Itu diakui sendiri dalam akun Instagram James Alefantis.”
Dari Kaskus.co.id, Iblis Moloch didefinisikan sebagai dewa yang disembah bangsa Amon. Persembahan yang diberikan untuknya adalah seorang anak kecil. Iblis Moloch senang menculik anak-anak dari dunia mimpi, atau dari dunia nyata.
Lantas, dalam Instagram James Alefantis, terdapat satu buah postingan yang menggambarkan lipatan kain, dengan satu carik kertas terselip di lipatan kain itu. Kertas itu cukup tersembunyi, hingga cukup sulit untuk membaca tulisan secara utuh. Yang berhasil ditangkap dalam tulisan itu adalah berbicara, “Moloch Maschine.”
Kemungkinannya sangat kecil apabila menganggap Alefantis tidak mengetahui terkait Iblis Moloch ini. Dia secara sengaja, hanya memperlihatkan bagian dari secarik kertas itu pada tulisan Iblis Moloch, sehingga menggambarkan pengetahuan dan kesenangannya pada sang iblis.
7. “New York Times memang pernah membantah keberadaan kill room. Dan itu, jelas adalah bantahan yang berbohong. Juga, tidak pernah ada membantah terkait keberadaan peti mati seukuran anak-anak itu.”
Sebuah postingan lain dari James Alefantis menunjukkan sebuah ruangan kosong mirip freezer dengan sekeliling ruangan itu berupa logam, dari dinding, langit-langit bahkan hingga lantai. Salah satu komentar dari akun @werkinonmahnightcheese menyebut ruangan itu sebagai kill room. Dan James Alefantis justru meresponnya dengan menuliskan #murder.
Lalu, para ahli teori konspirasi menduga-duga, bahwa ruangan itulah yang menjadi ruang pengeksekusian anak-anak. Para ahli teori konspirasi ini berpendapat, bahwa maksud dari kill room adalah sungguhan.
Lalu, New York Times mencoba untuk membantah teori tersebut. Bantahan itu cukup kuat untuk meruntuhkan para ahli teori konspirasi, dengan memperlihatkan sebuah foto freezer yang sepertinya milik Comet Ping Pong. Freezer itu jelas penuh dengan kotak-kotak makanan yang penuh paprika, atau lainnya. Tidak ada tempat luang lagi untuk meletakkan banyak hal.
Namun, apabila diperhatikan lebih dalam, nyatanya ruangan itu jelas berbeda dengan ruangan pada postingan James Alefantis. Dinding dan langit-langit memang dilapisi logam. Namun sayangnya, bagian lantai adalah semacam beton, yang tentu berbeda dengan ruangan yang disebut-sebut kill room itu.
Sementara itu, sebuah foto di-posting dalam akun @werkinonmahnightcheese, seseorang yang menamai kill room, menunjukkan sebuah sketsa peti seukuran anak-anak dan di sisinya tertulis kill room. Dalam foto berikutnya, diperlihatkan hasil jadi sketsa itu—sebuah peti hitam seukuran anak-anak dengan caption, “The Coff//ee//in table,” seperti sebuah samaran untuk berkata, “The Cofin.”
8. “#CarisJames. Tidakkah itu bermaksud, CARibbean ISland JAMES Epstein, Pulau milik pedofilia itu?”
Dalam banyak postingan dalam akun Instagram James Alefantis, yang menayangkan foto anak-anak seolah-olah secara acak, menandai postingan itu dengan #carisjames. Foto-foto yang diambil adalah jepretan dari anak yang berbeda-beda. Ada seorang bayi yang tengah menangis, dua anak kecil bermain, bahkan hingga seorang anak kecil yang kedua tangannya direkatkan di meja dengan plester, sememtara di belakangnya berdiri kaki seorang pria dew khusus asa…
Para ahli teori konspirasi berpendapat terkait #carisjames ini. Lalu, sebuah fakta mengingatkan mereka. Fakta bahwa ada seorang bernama James Epstein, pemilik pulau untuk kegiatan pedofilia bernama Caribbean Island.
Secara tidak terduga dan dengan sangat mirip, kedua hal itu berhasil dicocokkan. Kata Car adalah potongan dari Caribbean, sementara Is adalah island. Dan James, adalah untuk nama pemilik pulau itu. James Epstein, predator seks yang korbannya adalah anak-anak di bawah umur.
9. “Comet Ping Pong membuat sebuah music video. Ada simbol little boy lover di dalamnya.”
Sebuah grup musik bernama Sex Stains adalah grup musik dari Comet Ping Pong di mana telah membuat sebuah lagu berjudul Land of La LA. Jenis lagu itu sedikit menyentuh jenis musik rock, dengan video yang cukup abstrak. Namun, dalam abstraknya video itu, masih dapat ditangkap dengan jelas sebuah simbol tersembunyi di sana.
Ada saat di mana seorang wanita berambut merah dalam video itu terduduk membelaiangi tumpukan balok. Dia tengah bermain-main dengan gunting cukup lama, seolah memberi waktu untuk penonton menyaksikan sekitar wanita itu. Dengan sangat jelas dan tidak terhalangi apa saja, sebuah simbol tertempel pada balok tepat di sebelah kanan si wanita berambut merah.
Sebelumnya, FBI telah menyebarluaskan informasi, tentang simbol-simbol pedofilia. Dan sayangnya, salah satu simbol yang FBI sebarluaskan itu, dipasang dalam video lagu Land of La LA. Simbol segitiga berwarna biru, digambarkan secara spiral. Simbol itu disebut little boy lover.
Pecinta anak laki-laki.
Konspirasi PizzaGate sempat menggemparkan global. Namun, ketenarannya itu jarang membawanya pada kesediaan bantahan untuk setiap teori. Seolah-olah teori konspirasi PizzaGate ini telah terlalu kuat untuk dibantah secara keseluruhannya.…