Kisah Ya’juj Ma’juj yang Memperkuat Teori Flat Earth Tentang Ujung Bumi
Bentuk bumi masih menjadi sebuah misteri. Selama ini banyak orang meyakini jika bumi berbentuk bulat, hal tersebut dikarenakan pembahasan mengenai bentuk bumi bulat menjadi salah satu materi yang diajarkan oleh sekolah. Dalam materi tersebut dipaparkan bukti-bukti jika bumi berbentuk bulat, contohnya kapal di laut yang berlayar semakin jauh dari pantai akan menghilang dari pandangan, bayangan bumi pada bulan saat gerhana, dan lain sebagainya. Adapun hal-hal lain yang memperkuat keyakinan tersebut, yaitu foto-foto bumi bulat yang banyak beredar di internet dan perkembangan ilmu pengetahuan seperti munculnya teori gravitasi yang mendukung pernyataan jika bumi berbentuk bulat.
Namun, akhir-akhir ini teori bumi datar kembali mencuat dan banyak yang mempercayainya. Bisa dilihat, sekarang ada banyak pembahasan di internet mengenai bumi datar beserta bukti-bukti dan bantahan mengenai teori bumi bulat. Namun, jika bumi berbentuk datar, pertanyaannya dimanakah ujung bumi? Sebuah bangun datar pasti memiliki ujung, namun sampai saat ini belum pernah ada manusia yang menemukan ujung dari bumi, karena itu bentuk bumi yang bulat rasanya lebih rasional.
Hal tersebut dijawab oleh penganut bumi datar. Menurut mereka, bumi ini memang memiliki ujung, tepatnya berada di benua Antartika. Bagi penganut bumi datar, Antartika bukanlah sebuah benua, melainkan lingkaran es yang mengelilingi bumi, seperti yang tergambar pada peta zaman dahulu. Tembok besar di Antartika diyakini sebagai batas dari bumi. Fakta jika Antartika masih menjadi benua misteri semakin memperkuat dugaan mereka. Namun, bagaimana mungkin peta yang dibuat orang zaman dahulu lebih dipercayai dibandingkan globe yang dibuat saat ilmu pengetahuan dan teknologi sudah semakin berkembang? Bahkan penganut bumi datar masih belum menjelajahi keseluruhan Antartika, bagaimana bisa mereka meyakini jika tembok es itu adalah batas yang mengelilingi bumi?
Penganut bumi datar berdalih jika Antartika tidak bisa dijelajahi. Selain karena suhu yang ekstrim, benua Antartika juga dijaga ketat oleh militer Amerika. Karena itulah tidak sembarang orang bisa melewati tembok es menggunakan pesawat dan melihat apa yang ada di baliknya. Hal tersebut menimbulkan teori konspirasi. Jika sebenarnya militer Amerika sengaja menjaga ketat tempat tersebut untuk menyembunyikan sesuatu. Menurut penganut bumi datar, di balik tembok es tersebut ada benua lain sebesar benua Amerika yang dimanfaatkan oleh para elit global untuk kepentingan sendiri. Oleh karena itu, NASA yang dicurigai termasuk dalam kelompok elit global tersebut membohongi publik dengan mengatakan jika bumi itu bulat.
Namun, bukankah militer Amerika menjaga tempat tersebut agar tidak ada negara lain yang mengklaim Antartika sebagai wilayah mereka. Tembok es yang diduga batas bumi itu bisa jadi hanyalah lapisan es yang besar dan belum tentu panjangnya sama dengan ukuran keliling bumi karena belum ada yang menjelajahi keseluruhan tempat tersebut.
Karena tidak mendapatkan bukti mengenai tembok es Antartika, beberapa penganut bumi datar yang beragama Islam mencari petunjuk mengenai hal tersebut dari Al-Qur’an dan hadits. Ada salah satu pembahasan dalam agama Islam yang membahas menganai sebuah tembok, yaitu tembok penghalang Yajuj Majuj yang dibangun oleh Raja Dzulkarnain. Hal tersebut tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi.ayat 94:
“Mereka berkata, ‘Wahai Zulkarnain! Sungguh Yajuj dan Majuj itu (makhluk yang) berbuat kerusakan di bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuat dinding penghalang anatara kamu dan mereka.”
Di dalam kepercayaan umat Islam, Yajuj Majuj adalah makhluk yang berbuat kerusakan di bumi dan akan muncul menjelang datangnya kiamat. Dalam hadis Bukhari, disebutkan jika jumlah populasi Yajuj Majuj sangat banyak dengan perbandingan 1:900 dengan manusia lainnya. Dengan jumlah sebanyak itu, penganut bumi datar berpendapat jika Yajuj Majuj tidak mungkin berada di bumi ini, melainkan berada di benua yang ada di balik tembok es Antartika yang luas. Mereka berpendapat jika dinding yang dibangun Raja Zulkarnain adalah tembok Antartika, hal tersebut membuat teori bumi datar menjadi lebih rasional.
Namun, jika di balik dinding es Antartika ada benua lain yang tidak berlapis es, lalu bagaimana dengan keadaan matahari di sana? Apakah matahari ada dua? Yang pertama menyinari bumi ini dan yang kedua menyinari benua di balik tembok es Antartika. Atau di sana gelap gulita? Rasanya kurang masuk akal. Dan jika elit global sudah memanfaatkan benua di balik tembok Antartika yang diduga dihuni Yajuj Majuj, rasanya lebih tidak masuk akal karena itu berarti elit global sudah bertemu dengan kaum tersebut. Bukankah dalam hadis dijelaskan jika Yajuj dan Majuj tidak bisa dikalahkan oleh manusia manapun. Ada banyak juga tempat lain yang diduga menjadi tempat keberadaan Yajuj Majuj, seperti celah Georgia. Bahkan ada yang berpendapat jika tempat tersebut ghaib. Karena dalam Agama, ada hal-hal yang tidak bisa dipikirkan secara logika tapi dengan keimanan. Jika secara logika rasanya tidak mungkin Yajuj Majuj yang begitu banyak bisa tersembunyi di bumi ini dan tidak ditemukan siapapun, umat Islam harus tetap yakin jika mereka ada.
Dari pembahasan tersebut, penulis tetap berpendapat jika bumi berbentuk bulat, karena teori ujung bumi yang dikemukakan kaum bumi datar dapat dibantah dan belum bisa dibuktikan.
Referensi:
Https://vm.tiktok.com?ZS8RUMGx/
https://www.facebook.com/1626084524072886/posts/1721963247818346/?app=fbl
Lidwa Pustaka I Sofware – Kitab sembilan Imam Hadist
Al-Qur’an