“Analisis Kontraproduktivitas Perdebatan Kaum Bumi Datar VS Bumi Bulat”

profile picture Nur Amalia

Sejak di bangku sekolah dasar saya meyakini bahwa bumi ini bulat sampai sekarang tidak ada pergeseran makna dari kepala saya. Sampai akhirnya saya tertarik dengan sebuah teori konspirasi yang selalu hangat di perbincangkan yaitu bumi sebenarnya bentuknya datar sebagai sebuah hamparan. Fenomena bumi datar yang selalu hangat diperdebatkan tersebut ternyata sudah menjadi fenomena jangka panjang yang sudah cukup lama di selisih pahamkan sejak zaman yunani kuno. Dalam artian topik ini sudah menjadi problematika umat zaman dulu dan zaman sekarang, jadi pertentangan mengenai bentuk bumi yang sesungguhnya bukanlah teori konspirasi yang di ada-adakan oleh pihak tertentu.

Apakah “Teori Bumi Datar” Dapat Dipandang Sebagai Realita Sains?

Teori bumi datar ini cukup berkembang di bawah organisasi flat earth society. Kaum flat earth mengkaim bahwa “Teori Bumi Datar” merupakan sebuah realita ontologi secara keilmuan sains. Beberapa klaim yang diyakini oleh kaum flat earth yaitu:

  1.  Bentuk bumi bukanlah bulat melainkan datar, hal ini didasarkan hasil eksperimen Benford yang membantah adanya lengkungan bumi
  2. Universal acceleration merupakan entitas yang lebih tepat digunakan untuk menjelaskan fenomena jatuhnya benda ke permukaan bumi
  3. Matahari bukanlah pusat tata surya melainkan bumi.

Namun klaim-klaim yang dipostulatkan oleh kaum flat earth tersebut sebenarnya tidak dapat dianggap sebagai “no miracle argument”. Jadi saya secara personal berpendapat bahwa hukum gravitasi universal yang tidak diyakini oleh kaum flat earth justru mampu menjelaskan perilaku obyek di alam semesta seperti penyebab jatuhnya benda dan pergerakan planet dalam tata surya. Hanya saja, setiap orang tumbuh dengan argumentasi sendiri dan kita tidak mempunyai hak untuk mencegah kebebasan kaum flat earth mengemukakan pendapatnya sendiri. Kewajiban kita hanya cukup meluruskan secara logis, ilmiah, dan jelas.

Pembuktian Bentuk Bumi Bulat Sebagai Kebenaran Ilmiah Tak Terbantahkan

Pembuktian sepanjang zaman terkait bentuk bumi yang bulat telah dibuktikan secara sains dan metode keilmuwan yang mudah dan murah dikutip dari live science bukti bumi bulat yaitu antara lain:

  1. Dengan melihat kapal berlayar menuju cakrawala dari pelabuhan maka kita dapat memastikan bahwa bumi bulat karena kapal yang berjalan menjauh akan tenggelam di cakrawala dengan urutan lambung lalu tiang kapal. Jika kembali maka akan kebalikannya.
  2. Dengan memanjat pohon kita bisa membuktikan saat melihat lebih tinggi akan bisa melihat lebih jauh lagi. Jika bumi datar, jarak yang sama akan terlihat tergentung pada ketinggian saat melihatnya.
  3. Gerhana juga daapat membuktikan bumi bulat karena bayangan bumi pada permukaan matahari yang melengkung saat gerhana bulan, bayangan bum yang melengkung di sekelilingnya berbentuk bola.

Fenomena yang sederhana ini bisa menjadi pembuktian yang cukup jelas untuk menyimpulkan bentuk bumi tanpa harus memaksakan ranah pengetahuan kita yang awam untuk menganalisis penelitian Badan Antartika Nasional Dunia ataupun teori ilmuwan lainnya.

Debat Ilmiah Kaum Bumi Datar dan Kaum Bumi Bulat Apakah Berdampak Buruk?

Jelas saja perdebatan ilmiah antara dua kubu bukan hanya sebatas perang teori dan riset ilmiah, namun berkembang sampai ke pembentukan banyak komunitas dan penyebaran pemahaman keilmuwan. Hal ini menjadi kontroversial di berbagai dunia. 

Contoh kasus berdampak buruk terjadi di Ontario, Kanada dimana seorang bapak berumur 56 tahun membakar peralatan kemah di api unggun termasuk propane cylinder yang tentu meledak jika di bakar. Alasannya sederhana dia kurang santai saat berdebat soal bumi datar dengan anaknya. Termasuk dengan seorang yuotuber yang membagikan rayuan konspirasi bahwa bumi bulat hanya sensasi dan produk ilmu pengetahuan adalah propaganda, dan mengatakan rekaman roket SpaceX hanya sekedar asap dan cermin, hal ini menjadi kebebasan argument yang tidak ilmiah hanya sebatas asumsi yang parsial semata yang tentu saja hanya membawa dampak buruk bagi umat seluruh dunia. 

Contoh lain adalah pada tahun 1956 terbentuk organisasi International Flat Eart Society yang kemudian pada tahun 1971 organisasi ini memiliki 3000 lebih anggota aktif yang mempercayai bumi datar dengan menghabiskan banyak dana dan waktu untuk mencari lengkungan bulatnya bumi namun tidak mendapatkan hasil yang spesifik sebagai bukti namun tetap percaya pada teori bumi datar. Sedangkan telah banyak hasil dengan bukti yang kuat mendukung bentuk bumi memang bulat. 

Pandangan kuat kaum ini akhirnya memberikan pengaruh terhadap banyak kalangan termasuk terbentuknya Organisasi Islam Radikal Boko Haram di Negeria yang percaya bahwa bumi datar dan hujan itu terjadi karena kuasa Tuhan bukan dari evaporasi, dengan kampanye utamanya adalah membunuh seluruh guru geografi yang menganut teori bumi bulat dan telah berhasil membunuh 600 orang.  Jadi perdebatan yang berlebihan akan membawa dampak buruk yang cukup luas di berbagai kalangan.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa perdebatan antara bumi datar dan bumi bulat akan tetap berlangsung dan berkembang, tinggal kita yang terus meningkatkan literasi sains akan tidak terbawa arus dalam mengkiblati sebuah wawasan pengetahuan.

40 Agree 8 opinions
0 Disagree 0 opinions
40
0
profile picture

Written By Nur Amalia

This statement referred from