Terjawab Sudah, Apakah Nabi Isa dan Yesus Adalah Sosok yang Sama?
Pertanyaan mengenai apakah Nabi Isa dan Yesus adalah sosok yang sama sering muncul, terutama ketika membandingkan ajaran Islam dan Kristen. Keduanya disebut sebagai tokoh penting dalam dua agama terbesar di dunia, namun dengan perbedaan keyakinan dan narasi yang cukup signifikan. Apakah mereka sosok yang sama? TIDAK!
Mari kita telusuri lebih dalam.
Siapa Nabi Isa dalam Islam?
Dalam ajaran Islam, Nabi Isa Al-Masih adalah salah satu dari 25 nabi yang wajib diketahui umat Muslim. Ia disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai nabi yang diutus kepada Bani Israil dengan membawa kitab Injil. Beberapa poin penting tentang Nabi Isa dalam Islam:
Lahir tanpa ayah, melalui mukjizat Allah kepada Maryam.
Diangkat menjadi nabi dan diberikan mukjizat, seperti menyembuhkan orang buta dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah.
Tidak mengalami kematian, melainkan diangkat ke langit dan akan turun kembali di akhir zaman untuk meluruskan ajaran yang menyimpang.
Bukan anak Tuhan, melainkan hamba Allah yang mulia.
Siapa Yesus dalam Kekristenan?
Dalam Kekristenan, Yesus Kristus adalah tokoh sentral dalam ajaran agama. Ia dipercaya sebagai:
Anak Allah dan bagian dari Tritunggal (Bapa, Anak, Roh Kudus).
Lahir dari perawan Maria melalui Roh Kudus.
Disalibkan untuk menebus dosa umat manusia.
Bangkit dari kematian pada hari ketiga dan naik ke surga.
Akan datang kembali pada akhir zaman sebagai juru selamat.
Kesamaan Latar Historis
Nabi Isa dan Yesus seringkali dianggap sebagai Pribadi yang sama karena beberapa alasan berikut:
Proses Kelahiran
Dalam sejarah, baik umat Muslim maupun Kristen mengakui bahwa Yesus dari Nazaret adalah tokoh nyata yang hidup sekitar abad pertama Masehi, di wilayah Palestina. Dalam Islam, dia dikenal sebagai Isa bin Maryam.
Berikut kutipan tentang Nabi Isa dan Yesus dalam masing-masing Kitab Suci
Al-Qur'an:
“(Ingatlah) ketika malaikat berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih Isa putra Maryam…” (QS. Ali Imran: 45)
Alkitab:
“Dan sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Lukas 1:31)
Selain itu, kedua kitab juga menekankan bahwa kelahiran Yesus dan Nabi Isa adalah mukjizat, karena dilahirkan oleh seorang perawan tanpa hubungan dengan laki-laki.
Al-Qur'an:
“Dia (Maryam) berkata: ‘Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun?’ Allah berfirman: ‘Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki.’” (QS. Ali Imran: 47)
Alkitab:
“Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” (Lukas 1:35)

Kedatangan Kembali
Menariknya, kedua agama sepakat bahwa Yesus/Isa akan datang kembali di akhir zaman, meski tujuannya berbeda. Dalam Islam, Isa akan turun untuk meluruskan ajaran, membunuh Dajjal, dan menegakkan keadilan. Pada Agama Kristen, Yesus akan datang kembali untuk menghakimi dunia, sebagai penggenapan akhir zaman.
Al-Qur'an:
“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar menjadi tanda datangnya kiamat, karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu…” (QS. Az-Zukhruf: 61)
Alkitab:
“Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.”(Matius 25:31)
Perbedaan Nabi Isa dan Yesus
Meskipun memiliki history yang sama, namun ada beberapa situasi yang diyakini membuat kedua sosok yang menginspirasi tersebut bukanlah Pribadi yang sama. Berikut perbedaannya:
Status Keilahian
Perbedaan paling besar antara Islam dan Kristen adalah mengenai status keilahian Yesus dan Nabi Isa.
Dalam Islam, Nabi Isa adalah hamba Allah dan nabi, bukan Tuhan atau anak Tuhan. Sedangkan dalam Kristen, Yesus adalah Anak Allah, bagian dari Tritunggal Mahakudus, dan juga Tuhan yang turun ke dunia sebagai Manusia.
Berikut kutipan dari Al-Qur’an dan Alkitab:
Al-Qur'an:
“Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam, itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya... Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan janganlah kamu mengatakan: ‘(Tuhan itu) tiga’.” (QS. An-Nisa: 171)
Alkitab:
“Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30)
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah… Firman itu telah menjadi manusia.” (Yohanes 1:1,14)
Proses Kematian
Perbedaan krusial lainnya, yakni Kristen meyakini bahwa Yesus disalib, wafat, dan bangkit dari kematian sebagai penebus dosa. Sementara itu, Islam menegaskan bahwa Isa tidak disalib, melainkan diangkat langsung ke langit oleh Allah.
Al-Qur'an:
“Dan karena ucapan mereka: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, rasul Allah,’ padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh) adalah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka… Tetapi Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.” (QS. An-Nisa: 157–158)
Alkitab:
“Dan setelah mereka menyalibkan Dia, mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi… Yesus berseru dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.”(Matius 27:35, 50)

Kesimpulan
Jadi, apakah Nabi Isa dan Yesus adalah sosok yang sama? Jawabannya YA, jika dilihat dari sisi historis, namun TIDAK jika dilihat dari jalan kehidupan dan sudut pandang masing-masing agama. Namun ada 1 teori yang masuk akal dari Karen Armstrong – Mantan biarawati dan penulis sejarah agama, Yesus dainggap sebagai tokoh multi-wajah dalam berbagai tradisi. Armstrong menyatakan “Setiap agama telah menciptakan Yesus mereka sendiri.” Artinya, Isa dalam Islam dan Yesus dalam Kristen adalah hasil konstruksi teologis yang berbeda, sehingga praktis menjadi sosok yang berbeda dalam pengalaman umat masing-masing.