Perayaan Natal di Bulan Januari? Perbedaan Gereja Ortodoks dengan Gereja Biasa!

profile picture merenoel
Sejarah - Internasional

Banyak dari kita mungkin mengenal Natal sebagai momen istimewa yang dirayakan pada tanggal 25 Desember. Namun, tahukah kamu bahwa ada sekelompok umat Kristiani yang merayakan Natal di bulan Januari? Mereka adalah umat Kristen Ortodoks. Apa sebenarnya Kristen Ortodoks itu, dan mengapa Natal mereka berbeda? Yuk, kita bahas lebih dalam!

Apa Itu Kristen Ortodoks?

Kristen Ortodoks adalah salah satu cabang utama Kekristenan yang memiliki tradisi dan ajaran yang unik. Berbeda dengan gereja Katolik atau Protestan yang mungkin lebih umum kita temui, Gereja Ortodoks menekankan pentingnya menjaga tradisi kuno sejak zaman para rasul.

Secara garis besar, Kristen Ortodoks berakar dari perpecahan besar yang terjadi dalam Kekristenan pada tahun 1054, yang dikenal sebagai The Great Schism. Perpecahan ini memisahkan Gereja Barat (yang berkembang menjadi Gereja Katolik Roma) dan Gereja Timur (yang kemudian dikenal sebagai Gereja Ortodoks). Hingga kini, Gereja Ortodoks memiliki pengikut di berbagai negara seperti Rusia, Yunani, Serbia, hingga Timur Tengah.

Sejarah Kristen Ortodoks

Sejarah Kristen Ortodoks dimulai sejak awal Kekristenan. Ajaran ini didasarkan pada warisan apostolik, yaitu pengajaran langsung dari Yesus kepada para murid-Nya. Kristen Ortodoks berkembang pesat di wilayah Kekaisaran Romawi Timur, yang kemudian menjadi Byzantium.

Pada masa itu, gereja memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan. Namun, perbedaan teologis dan politik menyebabkan gereja di Barat dan Timur memiliki pandangan yang berbeda dalam beberapa hal, seperti otoritas Paus, doktrin Roh Kudus, dan ritual ibadah. Perbedaan ini memuncak pada perpecahan yang akhirnya melahirkan dua tradisi besar Kekristenan.

Mengapa Natal Kristen Ortodoks Dirayakan di Bulan Januari?

Jika kita perhatikan, umat Kristen Ortodoks umumnya merayakan Natal pada tanggal 7 Januari, bukan 25 Desember. Alasannya terkait dengan perbedaan kalender yang digunakan.

Kalender Julian vs. Kalender Gregorian
Gereja Ortodoks Timur masih menggunakan Kalender Julian, yang merupakan sistem kalender kuno yang lebih tua dari Kalender Gregorian. Kalender Julian memiliki perbedaan 13 hari dari kalender yang kita gunakan sekarang. Oleh karena itu, tanggal 25 Desember dalam Kalender Julian jatuh pada tanggal 7 Januari dalam Kalender Gregorian.

Penekanan pada Tradisi
Bagi umat Kristen Ortodoks, mempertahankan tradisi gereja kuno adalah hal yang sangat penting. Mereka percaya bahwa perayaan Natal berdasarkan Kalender Julian adalah cara untuk menjaga kesucian warisan para rasul dan tradisi Gereja Timur.

Bagaimana Perayaan Natal di Gereja Ortodoks?

Perayaan Natal di Gereja Ortodoks memiliki suasana yang khidmat dan penuh makna. Berikut adalah beberapa tradisi unik yang biasa dilakukan:

Masa Puasa
Sebelum Natal, umat Kristen Ortodoks menjalani masa puasa yang disebut Nativity Fast atau Advent Fast. Masa puasa ini berlangsung selama 40 hari, dimulai pada tanggal 15 November hingga malam Natal. Selama puasa, umat menghindari konsumsi daging, susu, dan produk hewani lainnya sebagai bentuk persiapan spiritual.

Liturgi Malam Natal
Pada malam Natal, umat Ortodoks berkumpul di gereja untuk menghadiri liturgi khusus. Ibadah ini penuh dengan nyanyian pujian, doa, dan pembacaan Alkitab yang menggambarkan kelahiran Yesus Kristus.

Ikon Natal
Ikon memainkan peran penting dalam tradisi Gereja Ortodoks. Saat Natal, ikon kelahiran Kristus dipajang di gereja sebagai pusat penghormatan. Ikon ini bukan sekadar lukisan, tetapi dianggap sebagai media untuk berkomunikasi dengan Allah.

Pesta dan Kebersamaan
Setelah ibadah, umat biasanya mengadakan pesta sederhana bersama keluarga dan komunitas gereja. Makanan yang disajikan sering kali berupa hidangan tradisional sesuai budaya masing-masing negara, seperti kutia di Rusia atau vasilopita di Yunani.

Apa Perbedaan Gereja Ortodoks dengan Gereja Biasa?

Walaupun Gereja Ortodoks dan Gereja Katolik atau Protestan memiliki banyak kesamaan, seperti keyakinan pada Yesus Kristus, ada beberapa perbedaan mencolok, di antaranya:

Struktur Kepemimpinan
Gereja Ortodoks tidak memiliki seorang pemimpin tunggal seperti Paus dalam Gereja Katolik. Sebaliknya, mereka dipimpin oleh sejumlah patriark yang memiliki otoritas atas wilayah masing-masing, seperti Patriark Konstantinopel atau Patriark Moskow.

Ritual Ibadah
Ibadah di Gereja Ortodoks cenderung lebih formal dan penuh simbolisme. Mereka menggunakan bahasa liturgi kuno, nyanyian tanpa alat musik, dan banyak menggunakan ikon sebagai bagian dari doa.

Doktrin dan Tradisi
Gereja Ortodoks lebih menekankan tradisi apostolik, termasuk penggunaan Kalender Julian, cara berpuasa, dan bentuk-bentuk doa tertentu yang jarang ditemukan di Gereja Barat.

Natal bagi umat Kristen Ortodoks adalah momen yang penuh dengan tradisi dan spiritualitas. Meskipun dirayakan pada tanggal yang berbeda, esensi Natal tetap sama: merayakan kelahiran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat.

Dengan memahami tradisi ini, kita semakin menyadari betapa kayanya keragaman dalam Kekristenan. Hal ini mengajarkan kita untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan, karena pada akhirnya, semuanya bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Bagaimana menurut kamu tentang tradisi ini? Apakah ada bagian yang menarik perhatianmu? 😊

0 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
0
0
profile picture

Written By merenoel

This statement referred from