Penjelasan Singkat Teknik Busir, Beserta Fungsi dan Contohnya
Masyarakat Indonesia mengenal keramik sebagai produk-produk hasil industrial yang pembuatannya secara massal ataupun kerajinan gerabah yang masih tradisional hasil buatan tangan perajin. Padahal, ragam produk kriya keramik sebenarnya sangat luas. Material pada kriya keramik tidak terbatas pada benda fungsi namun dapat pula diaplikasikan ke dalam bentuk-bentuk artistik estetis.
Masyarakat Indonesia mengenal keramik sebagai produk-produk hasil industrial yang pembuatannya secara massal ataupun kerajinan gerabah yang masih tradisional hasil buatan tangan perajin. Padahal, ragam produk kriya keramik sebenarnya sangat luas. Material pada kriya keramik tidak terbatas pada benda fungsi namun dapat pula diaplikasikan ke dalam bentuk-bentuk artistik estetis.

Bahkan akhir-akhir ini telah menjadi trend di masyarakat untuk membuat karya seni berupa kerajinan gerabah yang dibuat sendiri. Dan banyak pula bermunculan galeri-galeri serta studio gerabah yang membuka kelas membuat gerabah dan berbagai karya dengan teknik memahat.
Dalam dunia seni tiga dimensi baik itu karya seni rupa tiga dimensi seperti membuat patung atau pot dari bahan lunak, seperti tanah liat, gypsum, lilin, plastisin, sampai polytein. Dikenal sebuah teknik dalam proses pembuatannya, yaitu teknik butsir.

Seperti namanya, teknik ini menggunakan butsir, yaitu alat bantu untuk membuat patung dan karya seni tiga dimensi lainnya yang terbuat dari kayu dan kawat. Alat butsir digunakan untuk mengurangi atau menambahkan bahan pada proses pembuatan karya seni rupa tiga dimensi. Maka dari itu, teknik butsir adalah teknik membuat karya seni rupa tiga dimensi dengan cara menambah dan mengurangi bahan pada objek. Objek itu haruslah berbahan lunak agar mudah dikurang dan ditambahkan. Misalnya, membuat pot dari tanah liat.

Fungsi butsir adalah untuk membentuk karya seni rupa tiga dimensi, misalnya memberi lekuk sampai membentuk motif pada bagian tertentu. Cara membentuknya dengan menambahkan atau mengurangi bahan pada objek. Teknik ini juga dapat menjangkau sudut-sudut karya seni yang tak bisa dibentuk oleh tangan. Hasil akhir penerapan teknik butsir ini dapat memberikan tampilan yang berbeda pada karya gerabah maupun patung. hal tersebut dikarenakan adanya penambahan elemen tekxture yang dihasilkan dari pengunaan teknik butsir.
Dalam penerapannya, teknik butsir dapat menggunakan banyak material, pada umumnya alat yang digunakan pada teknik butsir adalah kayu, kawat, besi dengan ujung dalam bermacam bentuk. Bentuk ujung dari alat butsir akan mempengaruhi hasil dari penrapan teknik butsir. Adapun bahan dan alat teknik butsir yang diperlukan untuk membuat pot dari tanah liat dengan teknik ini, yaitu :
-Tanah liat
-Meja putar atau alas kayu
-Butsir atau sudip
-Kuas
-Tali potong

Beberapa langkah yang bisa dilakukan ketika akan mulai menerapkan teknik butsir pada karya patung/gerabah maupun kerik, dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini;
-Buat sketsa pot yang akan dibentuk
-Siapkan bahan tanah liat dan alat-alat yang dibutuhkan
-Ambil tanah liat dan letakkan di meja putar
-Bentuk tanah liat menjadi pot pada umumnya dengan model yang disukai. Bentuk tanah liat menjadi pot dengan sedikit demi sedikit menambahkan bahan sembari memutar meja agar pot terbentuk. Kemudian, pijat-pijat sampai membentuk model yang diinginkan.
-Beri lekuk atau motif pada pot dengan menggunakan alat butsir dengan perlahan mengurangi atau menambahkan tanah liat pada bagian-bagian yang diinginkan
-Haluskan permukaan pot tanah liat dengan kuas agar permukaan menjadi rata
-Jika sudah selesai, lepaskan pot dari meja putar dengan menggunakan tali potong