Manusia Ada Karena Adanya Tuhan
Sebelumnya,saya ingin sedikit menceritakan secara singkat kisah inspiratif sebagai contoh melalui kisah perjalanan Ustad Felix Siauw dalam pencarian Tuhan.Dimana beliau menemukan Tuhan melalui sains.Pada saat itu, beliau belajar biologi karena ingin mengetahui asal manusia.Sehingga, semakin beliau mempelajari ilmu biologi semakin menunjukkan adanya tanda-tanda Tuhan.Ini berawal dari beliau mengetahui bahwa asal manusia dari air mani (sperma).
Dalam ilmu biologi dan penjelasan yang terdapat dalam kitab yang disebut Al-Qur’an mengemukakan teori yang sama.Dimana dalam hal ini, kata kunci dari sains dan Al-Qur’an ialah air mani/Sperma (bercampurnya sperma laki-laki dan sel telur wanita).Untuk prosesnya menurut ilmu biologi,saya tidak akan menjelaskannya.Karena pertama, itu tidaklah memiliki peran penting dari apa yang ingin saya sampaikan.Kedua hanya ingin mengingatkan bahwa hal ini pernah dipelajari semasa sekolah walaupun mungkin ada yang sudah lupa termasuk saya. Adapun beberapa kutipan ayat menurut kitab suci Al Qur’an diantaranya:
- “Dia (manusia) diciptakan dari air (mani) yang terpancar,” (QS. At-Tariq 86: Ayat 6)
- “Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim).” (QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 13)
- “Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik." (QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 14)
Jika benar Tuhan/Dewa ada,mengapa teori tentang terciptanya manusia dalam suatu ajaran tertentu berbeda dengan pembuktian secara sains?serta tidak ada penjelasan secara jelas mengenai peristiwa apapun pada zaman purba?
Sehubungan dengan pertanyaan diatas dan apa yang saya kemukakan dapat disimpulkan bahwa asal terjadinya manusia ‘didalam rahim’ dapat dibuktikan,baik secara sains maupun kitab (Al Qur'an) bahkan dapat dibuktikan secara ilmiah. Dalam ilmu sejarah kita mengenal teori Charles Darwin yang dikenal dengan teori evolusi sehingga memunculkan spekulasi yang mengatakan manusia berasal dari kera bahkan hingga saat ini menjadi pro dan kontra bagi sebagian kalangan ilmuwan dan pemuka agama sehingga masih diragukan kebenarannya.
Kita adalah anak dari orang tua kita.Orang tua kita adalah anak dari nenek kita dan begitulah seterusnya.Orangtua merupakan penyebab adanya kita tapi jika kita menelusuri kebelakang asal nenek itu sendiri sampe tak terhingga maka kita akan sampe pada titik penyebab pertama adanya kita adalah Tuhan.Apakah kalian pernah memikirkan hal ini ?
Untuk itu,saya akan memberikan beberapa kutipan ayat mengenai “asal usul manusia” yang terdapat didalam Kitab Suci Al-Qur’an :
- "Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?(QS. At-Tur 52: Ayat 35)
- "(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” (QS. Sad 38: Ayat 71)
- “Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 26)
- "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. (QS. An-Nisa' 4: Ayat 1)
Tidak adanya penjelasan mengenai zaman purba(manusia purba) seperti halnya didalam Kitab Suci Al Qur’an bukan berarti zaman purba tidak ada.Kitab merupakan sebuah “petunjuk untuk manusia seperti kita”, maka dalam hal ini saya berpendapat bahwa zaman purba tidak berkaitan dengan zaman kita dan tidak memiliki peranan dalam kehidupan kita sebagai manusia. Maka dari itu untuk apa memberikan penjelasan yang tidak berarti untuk kita sebagai manusia.
- “Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan.” (QS. Ar-Rum 30: Ayat 8)
- “Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?” (QS. An-Nazi'at 79: Ayat 27)
- “Sungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ghafir 40: Ayat 57)
Tuhan memperlihatkan eksistensi diri-Nya melalui ciptaan-Nya.Langit,bumi dan apa yang ada diantara keduanya termasuk kita sebagai manusia merupakan bukti adanya Tuhan.Jika Tuhan memberikan bukti seperti ini dan kita menjadi bukti adanya Tuhan namun tidak pernah memikirkan asal usul diri kita darimana.Lantas,bagaimana kita akan mengetahui adanya Tuhan ?
Hanya karena kita sebagai manusia dengan segala apa yang diciptakan dan yang dibangun diatas muka bumi membuat kita lupa bahwa ciptaan yang sesungguhnya yang tiada bandingan hanya milik Tuhan yang Maha Kuasa dan tidak akan ada yang mampu menciptakan hal yang serupa dengan ciptaan-Nya.Oleh karena itu, sebagai manusia yang diberi akal oleh-Nya, apakah kita benar - benar sudah mencari tahu dan mengenal dengan baik siapa Sang Pencipta (Tuhan)?
Sumber :
- Kitab Suci Al Qur’an
- https://youtu.be/bCoMEHTXP5Q (Kisah Ustad Felix Siauw)