Area 51: Pesona yang Jarang Disadari di balik Konspirasi UFO dan Alien

profile picture ekyzupaldry
Humaniora - Other

Area 51 adalah sebuah pangkalan militer angkatan udara United States of America (USA) yang dibangun pada tahun 1955 di area Danau Groom, Nevada Selatan. Kendati sudah lama beroperasi, kawasan tersebut baru diakui secara resmi oleh Central Intelligence Agency (CIA) sebagai salah satu basis militer USA pada tahun 2013. Nama resminya ialah Groom Lake and Homey Airport. Kawasan tersebut dibangun pada masa perang dingin USA melawan Uni Soviet sebagai fasilitas untuk membuat berbagai sarana spionase militer. Secara khusus, pihak militer USA juga menggunakannya sebagai tempat untuk menguji dan mengembangkan pesawat mata-mata, seperti pesawat U-2, SR-71 Blackbird, Archangel-12, dan F-117 Nighthawk. Meskipun informasinya sangat minim, tetapi tetap diyakini bahwa kawasan tersebut masih terus digunakan oleh militer USA hingga kini

Pengantar

Area 51 adalah sebuah pangkalan militer angkatan udara United States of America (USA) yang dibangun pada tahun 1955 di area Danau Groom, Nevada Selatan. Kendati sudah lama beroperasi, kawasan tersebut baru diakui secara resmi oleh Central Intelligence Agency (CIA) sebagai salah satu basis militer USA pada tahun 2013. Nama resminya ialah Groom Lake and Homey Airport. Kawasan tersebut dibangun pada masa perang dingin USA melawan Uni Soviet sebagai fasilitas untuk membuat berbagai sarana spionase militer. Secara khusus, pihak militer USA juga menggunakannya sebagai tempat untuk menguji dan mengembangkan pesawat mata-mata, seperti pesawat U-2, SR-71 Blackbird, Archangel-12, dan F-117 Nighthawk. Meskipun informasinya sangat minim, tetapi tetap diyakini bahwa kawasan tersebut masih terus digunakan oleh militer USA hingga kini (Dwi Wiranata, 2022, p. 1).

Sifatnya yang rahasia (intelijen) membuat Area 51 dijaga ketat oleh pasukan militer bersenjata selama 24 jam. Area ini pun dibatasi sedemikian rupa sehingga masyarakat umum tidak dapat (dan tidak diperbolehkan) masuk ke sana. Tidak hanya itu, beragam peristiwa yang terjadi di sekitarnya kawasan ini pun turut membuat publik berspekulasi. Kawasan ini dianggap penuh misteri dan teka-teki. Oleh karena berkaitan dengan angkatan udara, maka lahirlah beragam teori konspirasi mengenai keberadaan makhluk di luar bumi, yakni alien dan kendaraannya yang dikenal dengan sebutan UFO (Unidentified Flying Object).

Benarkah di sana ada UFO dan Alien?

Area 51 sering diasosiasikan dengan peristiwa jatuhnya UFO di wilayah Roswell, New Mexico. Pada Juli 1947, sebuah surat kabar lokal bernama Roswell Daily Record menyematkan tajuk “RAAF (Roswell Army Air Field) Captures Flying Saucer on Ranch in Roswell Region” di halaman depannya. Dilaporkan bahwa ada benda aneh yang jatuh dari langit di sebuah peternakan di Roswell dan dengan segera diamankan oleh pihak angkatan darat. Kala itu, militer USA mengklaim telah menemukan sisa-sisa “piring terbang”. Namun, dalam laporan pers keesokan harinya, pihak militer mengkonfirmasi bahwa puing-puing yang ditemukan hanyalah puing-puing balon cuaca. Piring terbang —istilah yang dibuat oleh surat kabar tersebut untuk merujuk pada penampakan UFO pertama— sama sekali tidak ada di sana. 

Namun, jawaban semacam itu tentu tidak mudah diterima, apalagi oleh para penganut teori konspirasi. Baru pada 1994, pihak angkatan udara USA memperbaiki klaim awal tersebut. Dalam laporannya, angkatan udara USA menjelaskan bahwa objek yang jatuh tersebut bukanlah balon cuaca, tetapi sebuah balon pemantau uji coba nuklir dari eksperimen militer (proyek Mogul). Sementara itu, dalam laporan kedua yang diterbitkan pada 1997 menjelaskan bahwa penampakan “tubuh alien” yang seolah-olah diturunkan dari UFO —masih di bulan Juli 1947— adalah boneka antropomorfik yang dijatuhkan dari balon udara angkatan udara USA untuk sebuah penelitian ilmiah (Abell, 2010).

Dampak Konspirasi UFO dan Alien

Area 51 telah menarik minat banyak orang. Independence Day (1996), Men in Black (1997), dan The X-Files (1993-2002, 2016-2018) merupakan tiga nama dari sekian banyak film dan serial TV yang mengadaptasi kawasan tersebut sebagai latar tempat ceritanya. Lalu, ada pula sejumlah buku fiksi yang juga mengeksplorasi hal-hal terkait Area 51, misalnya Area 51 karya Bob Mayer dan The Roswell Conspiracy karya Boyd Morrison. Karya-karya tersebut (dan masih banyak karya lainnya) menjadi salah satu alasan mengapa “kepercayaan akan keberadaan UFO dan alien” menjadi kultur yang populer.

Pada tahun 2019 yang lalu, seorang pengguna Facebook dengan maksud bergurau membuat sebuah agenda yang mengajak orang-orang untuk mendatangi Area 51 guna menemukan alien. Undangan tersebut disambut dengan antusiasme yang luar biasa. 1, 1 juta orang siap menghadirinya dan 900 ribu orang menyatakan tertarik untuk ikut serta dalam acara tersebut. Walau acara ini sekadar lelucon, pihak keamanan Area 51 menanggapinya dengan serius. Mereka menyiapkan pasukan yang berjaga-jaga barangkali ada sekelompok orang yang benar-benar melakukan aksi “geruduk” itu (Firman, 2019).

Dampak konspirasi tersebut pun meluas. Melansir dari situs Wired, kota Rosswell —yang merupakan tempat bersejarah menyebarnya konspirasi ini— menjadi tuan rumah Museum dan Pusat Penelitian UFO Internasional dan Festival UFO Roswell tahunan (Abell, 2010). Dengan demikian, kota tersebut pun menjadi salah satu destinasi wisata. Selain itu, kota-kota di sekitar Area 51 juga turut menjadi tujuan wisata populer. Para pengusaha di kota memanfaatkan isu ini sebagai strategi marketing. Sebagaimana yang dituliskan di Tirto.id, banyak motel, museum, dan restoran di dekat area tersebut menjadikan “luar angkasa” sebagai tema bisnisnya (Firman, 2019). Terjadi pertumbuhan ekonomi: dari konspirasi menjadi inspirasi penghasil cuan. Tak hanya di USA, konspirasi ini telah mendunia. Hingga sekarang kita masih dapat menemukan orang-orang (termasuk di Indonesia) yang berkutat di seputar misteri mengenai UFO dan alien.

Menjawab Klaim Penganut Teori Konspirasi

Kita memang terbiasa untuk bertanya tentang beragam fenomena dan berusaha mencari jawaban yang mendukung keinginan kita. Dalam kasus Area 51 ini, pertanyaan yang menjadi dasar sehingga seseorang percaya akan teori konspirasinya adalah “apakah ada makhluk lain di luar bumi?”. Tentu saja jawaban “ada” jauh lebih menarik daripada mengatakan “tidak ada”. Oleh karenanya, orang-orang mudah “jatuh perhatian” terhadap banyak hal yang eye catching (mencolok), yaitu segala hal yang seolah-olah mengafirmasi pertanyaan tersebut. Hal inilah yang membuat teori konspirasi cenderung lebih populer dibandingkan fakta ilmiah. Beberapa orang mungkin ingin mendengar teori konspirasi dengan alasan sederhana, yakni karena teori konspirasi —meskipun aneh dan berlebihan— memang selalu seru untuk didengar. Namun, tentu masih banyak orang yang begitu saja mempercayainya secara mentah-mentah. Lagipula, kebohongan sekalipun bila diucapkan terus-menerus akhirnya akan dipercayai juga. Apalagi bila itu didukung oleh kuantitas orang yang sependapat. Ini merupakan tantangan era digital. Fenomena semacam ini disebut sebagai post-truth, yaitu keadaan di mana kebenaran akan suatu hal tidak lagi didasarkan pada fakta, tetapi pada seberapa banyak jumlah orang yang mempercayainya.

Sebenarnya, bila melihat secara jernih, maka kita dapat menemukan bahwa soal Area 51 (sama seperti teori konspirasi lainnya) dapat dijelaskan secara rasional. Penglihatan mengenai UFO bisa jadi merupakan pesawat yang sedang beroperasi di sekitar kawasan itu. Tentu lebih masuk akal bila kita menganggap bahwa pesawat tersebut merupakan pesawat milik angkatan udara USA yang sedang diuji. Mengutip dari BBC, sebuah pesawat U-2 memiliki mesin kuat yang dapat membuat pesawat terbang lebih tinggi dari 70.000 kaki (21 km) dan bertahan di sana (Piesing, 2020). Dengan begitu, maka penampakan UFO tersebut sesungguhnya merupakan sebuah pesawat yang sedang mengudara.

Lalu, bagaimana dengan sikap defensif militer? Hal ini sudah jelas dengan sendirinya. Sebuah area dengan banyak instrumen atau aset rahasia negara di dalamnya mestilah tidak boleh sembarangan dimasuki begitu saja. Adalah wajar jika pihak militer menjaga dengan ketat dan buru-buru mengecek segala sesuatu yang terjadi di dekat wilayahnya, termasuk kejatuhan objek-objek tertentu. Hal itu merupakan bentuk kewaspadaan terhadap pelbagai kemungkinan terburuk yang mungkin saja terjadi. Ancaman terhadap militer sama saja dengan ancaman bagi negara, sebab militer adalah pertahanan negara. Jadi, respon terhadap objek-objek yang jatuh itu bukanlah sesuatu yang berlebihan. Justru fantasi masyarakatlah yang membumbuinya.

Namun, apakah disinformasi ini selalu merugikan? Tidak juga. Annie Jacobsen —yang telah menulis sejarah mengenai Area 51— menyebutkan bahwa CIA menggunakannya untuk keuntungan mereka dengan mengembangkan mitos mengenai alien. Pada awal 1950, CIA mengembangkan kantor UFO di Nevada. Tujuannya untuk menangani penampakan benda terbang yang tak dikenal. Bukan dalam rangka memastikan keberadaan kendaraan yang dikendarai alien, tetapi untuk memetakan ancaman udara terhadap teritorial negara (BBC News Indonesia, 2019). Proyek ini mengawasi kemungkinan adanya sebuah objek di udara dengan aerodinamika “asing” maupun fitur canggih lainnya yang tidak dapat diidentifikasi militer USA saat itu. Jadi, proyek ini berguna untuk mengantisipasi ancaman nasional. Adapun mitos mengenai alien tersebut membantu militer agar masyarakat tidak menjadi panik bila musuh benar-benar datang mengintai lewat udara. Mitologi alien menjadi sebuah pengalihan isu yang baik dibalik isu primer kala itu. 

Penutup

Kita tidak dapat memastikan kebenaran mengenai keberadaan alien maupun UFO yang dikendarainya. Belum ada satu pun klaim eksak-empiris yang dapat membuktikan bahwa keduanya benar-benar ada. Kita boleh mempercayai adanya kehidupan di luar bumi sebagai sebuah hipotesis. Hanya saja, wujud makhluknya seperti apa tidaklah dapat dipastikan. Yang jelas, wujudnya pasti berbeda dengan apa yang sering ditampilkan oleh film-film maupun teori-teori konspirasi. Namun, seperti yang sudah tampak bahwa Area 51 sama sekali tidak memiliki kaitan dengan UFO dan alien sebagaimana yang dipercayai oleh penganut teori konspirasi. Menariknya, kita justru telah menemukan bahwa seseorang cenderung mengabaikan “pesona lain” dalam sebuah konspirasi, yakni bagaimana pandangan terhadap suatu konspirasi nyatanya telah membentuk paradigma kita terhadap dunia (worldview) dalam pelbagai bidang.

Sumber Referensi

Abell, J. C. (2010, July 8). July 8, 1947: Roswell Incident Launches UFO Controversy | WIRED. https://www.wired.com/2010/07/0708army-announces-roswell-new-mexico-ufo-sighting/

BBC News Indonesia. (2019, September 20). Area 51: Kawasan apa itu dan apa yang terjadi di sana? BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/majalah-49764576

Dwi Wiranata, A. (2022). Neorealisme: Analisis Instalasi Militer Area 51 sebagai Ekspresi Kewaspadaan dan Bentuk Himpunan Militer Amerika Serikat. https://www.researchgate.net/publication/361922793_Neorealisme_Analisis_Instalasi_Militer_Area_51_sebagai_Ekspresi_Kewaspadaan_dan_Bentuk_Himpunan_Militer_Amerika_Serikat

Firman, T. (2019, July 17). Bagaimana Area 51 Melahirkan Konspirasi Soal Alien. https://tirto.id/bagaimana-area-51-melahirkan-konspirasi-soal-alien-eekV

Piesing, M. (2020, December 25). U-2, pesawat mata-mata tua yang terlalu berharga untuk dipensiunkan. https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-55444481

1 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
1
0
profile picture

Written By ekyzupaldry

This statement referred from