Bentuk Bumi Menjadi Pro dan Kontra Masyarakat
Dari sekian banyaknya planet di alam semesta, Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat ditinggali oleh manusia. Ketika mempelajari alam semesta di bangku Sekolah Dasar, kita mengetahui bahwa bentuk bumi adalah bulat. Semua buku pelajaran pun menggambarkan bentuk bumi bulat seperti bola. Namun, ternyata muncul teori yang berlainan dengan yang kita ketahui selama ini. Yaitu teori Bumi Datar.
Ada teori yang mengatakan bahwa bumi itu datar, ada juga yang mengatakan bumi itu bulat. Jadi, teori manakah yang benar? Bumi datar atau bulat? Di sosial media banyak perbedaan pendapat mengenai bentuk bumi ini. Akhir-akhir ini muncul teori kuno yang mengatakan bahwa bumi itu datar. Sampai-sampai mereka membuat The Flat Earth Community yang beranggotakan orang-orang yang mempercayai bahwa bumi itu datar. Mereka menyajikan fakta-fakta bahwa bumi bulat itu adalah rekayasa Computer Graphic Image (CGI).
Segala pendapat yang muncul memang tidak dapat ditelan mentah-mentah. Kita harus mencerna dulu apakah itu benar atau tidak. Dengan mencari teori yang berkaitan akan hal tersebut atau mencari suatu permasalahan yang pernah terjadi sebelumnya. Karena hal itu, muncul konspirasi-konspirasi yang bertentangan dengan teori yang sudah ada. Banyak dari mereka yang dengan begitu mudah terhasut oleh teori kuno ini. Kebanyakan yang kita ketahui bahwa persepsi mengenai teori ini sangat rentan terhadap perpecahan. Beredarnya dua teori yang berlawanan membuat masyarakat ragu dan turut serta dalam konspirasi teori ini.
Anak-anak yang mempelajari sains pasti pernah berpikir kenapa kapal yang melaju mengarungi lautan akan kembali ke titik asal semula. Menurut teorinya, kapal tersebut kembali ke tempat semula karena telah mengitari bumi. Jadi, dapat dikatakan bahwa teori bumi bulat tersebut benar. Selain itu, terjadinya pergantian siang dan malam membuktikan bahwa bumi berputar pada porosnya dan turut mengelilingi matahari. Kita tahu bahwa bumi itu melakukan revolusi dan rotasi. Revolusi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Sedangkan rotasi adalah gerakan berputar planet Bumi pada sumbunya. Dari sini saja kita sudah tahu bahwa bumi tidak mungkin berputar dan mengelilingi matahari jika bumi itu berbentuk datar.
Di dalam Al-qur'an juga sudah dijelaskan bahwa bumi itu bulat. Terdapat dalam surat An-nazi'at ayat 30 yang berbunti, "Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya." Adanya kata "dahaha" yang berarti bulat. Di dalam bahasa Arab, "duhya" berarti telur unta. Ini membuktikan bahwa bentuk bumi tidak sepenuhnya bulat tetapi seperti telur unta. Jika bumi kita datar, tentu kita dapat menyaksikan keindahan ruang angkasa dan benda-benda langit yang berada di dekat bumi. Pastinya, ketika ada benda-benda langit, jika meteor datang mendekati bumi, pastilah bumi akan luluh lantak olehnya.
Kita juga mengetahui bahwa bumi memiliki lapisan-lapisan. Menurut ilmugeografi.com, struktur bumi yaitu kerak bumi yang merupakan kulit bumi yang paling luar (permukaan bumi). Lapisan yang menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup. Suhunya hingga mencapai 1.100 derajat celcius. Selanjutnya, selimut bumi yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Suhunya mencapai 2.900 derajat celcius. Kemudian, inti bumi yang terbagi menjadi inti luar dan inti dalam dimana maksudnya disini adalah bumi yang berbentuk bulat memiliki inti di dalamnya. Inti bumi berfungsi mengatur segala sesuatu yang ada di Bumi. Biasanya, apapun yang menjadi pusat maka letaknya akan ditengah-tengah, hal ini juga berlaku pada inti Bumi.
Oleh karena itu, kajian ilmu di bidang geografi juga telah menjelaskan lapisan-lapisan bumi. Dimana terdapat mantel bumi yang melindungi bumi benda-benda angkasa. Dengan begitu ketika bumi dihujani oleh meteor atau benda langit lainnya, bumi tidak langsung hancur karena dilindungi oleh lapisan-lapisan yang melapisi bumi.
Selain itu, jika kita berpikir bahwa bumi itu datar seperti piring, pastilah kita akan menemui ujung dunia. Apabila kita berjalan ke ujung dunia, kita akan jatuh ke ruang angkasa. Hal ini tentu saja tidak mungkin. Ujung dunia itu tidak ada, karena bumi itu berbentuk bulat seperti bola. Selain itu, apabila bumi itu datar dan berbentuk seperti piring tentunya memiliki luas yang tak terhingga. Bumi juga memiliki ketebalan yang sangat tebal. Apabila bumi melakukan rotasi dan revolusi, maka akan bertabrakan dengan planet ataupun benda langit yang lainnya. Dan itu akan menyebabkan kekacauan di alam semesta ini.
Suatu fenomena memperlihatkan bahwa terdapat sebuah lubang menuju pusat bumi, konon dikatakan ketika kita mulai masuk ke dalam inti bumi tersebut kita dapat merasakan panas yang tiada tara.
Pro kontra masyarakat mengenai bentuk bumi mungkin tidak dapat kita cegah. Karena semua orang bebas untuk berpendapat. Di zaman yang serba canggih ini, kita sebagai masyarakat global harus bisa bersikap kritis. Kita boleh berbeda pendapat dengan teman yang lain, tapi harus sesuai dengan kaidah-kaidahnya dan berlandaskan ilmu pengetahuan.
Baik itu bumi datar atau bumi bulat tidak ada masalahnya. Masyarakat bebas mengemukakan pendapat dan mempercayai teori manapun. Asalkan tidak menimbulkan perpecahan antar sesama. Karena inilah yang ditakuti oleh semua orang. Akibat perbedaan pendapat, bisa saja nyawa ratusan orang melayang. Jadi intinya, kontroversi mengenai Bumi datar atau Bumi bulat masih belum bisa disimpulkan. Masih dilakukan penelitian ulang oleh pihak yang bertanggung jawab. Kita sebagai penduduk Bumi, jangan terpecah belah karena hal ini. Biarkan ilmu pengetahuan dan penguasa alam semesta yang menjawabnya.