Menjadi Trendsetter Dengan "Kamu Nanya" Bagaimana Bisa?

profile picture Galih Priyo

Viral kembali di media sosial terlebih di Tiktok, konten video yang menurut saya konyol namun perlu diapresiasi karena penuh dengan kreativitas, sederhana dan bernilai estetik bagi sebagian kaum muda. 

Belum hilang dari memori, konten video yang belum lama ini juga viral yaitu parodi Intan Lembata perempuan yang menyanyikan lagu "Begitu syulit... lupakan Rehaann.. apalagi rehan baiik.." yang ia bawakan dengan ciri khas gaya mimiknya yang unik, membuat banyak orang merasa terhibur sehingga membuat ia trending dan terkenal. 

baru-baru ini jagad media sosial kembali dibuat kelakar oleh sosok remaja bernama Alif atau terkenal dengan Dilan kw. Ia menjadi trendsetter di Tiktok setelah membuat konten yang sangat sederhana dan kali ini menurut saya lebih kreatif. Hanya bermodal satu kalimat "Kamu Nanya" Alif trending dan terkenal di Tiktok. 

"Kamu nanya...
Kamu bertanya-tanya…
Ente kadang-kadang ente..
Rawrrr.." 

Imbuh kata-kata Alif setelah viral dengan slogan andalanya "kamu nanya?". 

Tidak sembarangan, Alif memiliki daya pikatnya sendiri dari cara unik dia mengintonasikan kalimat "kamu nanya" membuat orang-orang merasa candu dan terngiang-ngiang. Belum lagi penampilannya yang cosplay Dilan 1990 serta gaya rambutnya yang ia ciptakan sendiri yang kemudian ia namai gaya rambut Cepmek (Cepak Mekar) semakin membuat penonton terbahak-bahak melihat aksinya. 

Tidak sengaja, Alif sendiri tidak menyangka bisa setenar itu. Bermula hanya main-main kini dia meraup cuan yang hasilnya bukan main. Saweran saat livestreaming, endorse berbagai produk hingga menjadi bintang tamu di podcast  beberapa artis juga di acara televisi terkenal. 

Lantas, apa pelajaran yang bisa kita ambil dari Alif Cepmek ini? 

Media sosial merupakan wadah eksistensi yang tidak terbatas. Satu-satunya yang menjadi batas hanyalah syarat unggahan yang harus sesuai aturan dalam platform.
Membuat konten di media sosial kini bisa menjadi jembatan untuk meraup cuan.
Untuk menghasilkan konten yang menarik salah satu unsur daya tariknya adalah kreativitas. Saya merasa konten yang saat ini paling diminati adalah konten hiburan. Menilik konten creator dengan pengikut tertinggi di Indonesia adalah Ria Ricis dan Ata Halilintar (konten Youtube). Dalam satu hari, lebih kurang mereka mendapat cuan ribuan US dollar atau setara puluhan juta rupiah dari videonya yang ditonton oleh netizen. Isi kontennya sederhana, kebanyakan kegiatan sehari-hari yang tujuannya adalah hiburan semata. 

Menurut saya ada sebuah nilai yang berharga dari konten-konten mereka yaitu ide dan kreativitas yang didukung dengan ketepatan momen dan personality sehingga menghasilkan karya yang menarik yang kemudian berdaya pikat. 

Dari Alif kita belajar, tidak perlu sesuatu yang berlebihan untuk menghasilkan karya yang di segani. Salah satu kesalahan para kreator konten adalah terlalu mengejar hasil hingga menghalalkan segala cara. Saat ini banyak kita lihat konten-konten yang kelewat batas, ber unsur hinaan, bullyan, prank yang merugikan seolah-olah melupakan bahwa dalam bermedia sosial juga harus mengedepankan etika.
Barangkali karena enggan berfikir kritis mencermati kebutuhan netizen dimedia sosial sehingga tidak bisa membangun ide yang kreatif. 

Memang, untuk melahirkan karya yang kreatif tidak mudah tentu dengan sebuah proses memikirkan hal-hal yang baru dan mengemas sesuatu yang sebelumnya ada dan di inovasikan menjadi sesuatu yang baru. Karena tak semua orang bisa seberuntung Alif, aksinya yang spontan terkemas nilai kreativitas yang berdaya pikat dengan sendirinya tanpa konsep yang tersusun.
Namun Setidaknya dari Alif kita termotivasi bahwa nilai kreativitas itu penting dalam sebuah karya apapun. 

Dunia maya sebagai sarana komunikasi dan interaksi harus diisi dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Selain konten edukasi, konten promosi, konten Inspirasi agaknya konten hiburan juga penting.
Karena hidup juga perlu hiburan.
 

1 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
1
0
profile picture

Written By Galih Priyo

This statement referred from