Viral Tabungan Haji Dimakan Rayap, Masih Relevankah Menyimpan Uang di Celengan?
Beredar kisah viral seorang penjaga SD yang tabungannya raib karena dimakan rayap. Yang lebih menyedihkan, ia sudah susah payah mengumpulkannya selama 2,5 tahun.
Bak kesambar petir levelnya, bukan apes lagi. Bayangkan saja, sudah menabung lebih dari 2 tahun, untuk tujuan mulia pula. Tetapi, pengorbanan yang dilakukan malah dihancurkan oleh rayap. Padahal, hal tersebut sebenernya bisa dicegah dengan cara yang sudah umum sekali digunakan, yaitu menabung di bank atau membeli aset yang likuid.
Sepertinya kisah ini menjadi bukti bahwa menabung di celengan sudah tidak relevan. Mengapa demikian?
Banyak Tempat Menyimpan Uang yang lebih Baik
Di era teknologi canggih seperti sekarang, sudah banyak sekali tempat menyimpan uang yang lebih baik seperti bank, e-wallet, atau membeli aset yang likuid seperti reksadana dan tabungan emas.
Memang benar ada biaya admin jika menyimpan uang di bank atau berhadapan dengan sedikit fluktuasi kalau menaruh uang di reksadana dan emas. Tetapi, apakah kamu siap andaikan uang yang kamu kumpulkan selama bertahun-tahun habis dimakan rayap?
Jangan sampai dirimu seperti Tuan Krab di episode The Lost Mattress karena kasurnya yang menjadi tempat penyimpanan uang pribadinya dibuang oleh Spongebob, Squidward, dan Patrick ke tempat pembuangan sampah.
Lebih Sulit Mengatur Keuangan kalau Menyimpan Uang di Celengan
Kalau menabung di celengan, besar kemungkinan kamu akan lebih bernafsu untuk membukanya, sehingga keinginan untuk menabung menjadi gagal.
Beda lagi kalau kamu menabung di tempat seperti bank. Kamu harus capek-capek ke ATM dulu untuk mengambil uangnya. Hal tersebut tentu bikin “mager”.
Selain itu, dengan menyimpan uang di bank, kamu akan melihat fluktuasi uang dan mutasi rekening, sehingga pemasukan dan pengeluaran bisa terdeteksi. Hal ini sangat vital dalam pengaturan keuangan pribadi dimana kamu harus tahu uangmu lari kemana, bukan uang hilang lalu tidak tahu perginya kemana.
Menyimpan Uang di Celengan Itu Kurang Aman
Jika kamu menyimpan uang di celengan, bukan tidak mungkin ada niat kejahatan yang muncul karena kesempatan yang terbuka. Baik itu dari keluarga sendiri atau IRT.
Dengan menyimpan uang di tempat yang lebih aman seperti bank atau aset seperti reksadana/emas, uangmu jauh lebih aman karena kamu bisa membatasi akses menuju uangnya.
Celengan Itu Kurang Praktis
Tidak selamanya kamu akan menabung dong, pasti suatu saat akan dipecahkan juga.
Jika kamu menabung di celengan, maka setelah memecahkannya, kamu harus menghitung jumlah uangnya secara manual.
Berbeda dengan menyimpan uang di bank atau e-wallet, saldo yang ada langsung terlihat. Kamu tidak perlu capek-capek menghitung manual dari celengan. Bisa saja kamu melakukan kesalahan perhitungan karena banyaknya jumlah uang kertas atau koin yang dihitung.
Kalau Menyimpan Uang di Celengan sudah Tidak Relevan, Apa Solusinya?
Ingat bahwa di dunia ini ada namanya inflasi, sehingga mau tidak mau nilai mata uang akan terus turun. Jadi, menyimpan uang di celengan sebenarnya rugi karena secara tidak langsung uang berkurang karena dimakan inflasi karena tidak ada pertambahan angka sama sekali.
Lalu, apa solusinya?
a. Menabung di Bank atau E-wallet
Menabung di bank atau e-wallet tentunya menjadi opsi pertama karena menyimpan uang disana memiliki keuntungan seperti dijamin keamanannya.
Dengan menyimpan uang di bank atau e-wallet, kamu bisa memiliki banyak opsi transaksi seperti pembayaran uang sekolah anak, listrik, air, dll. yang merupakan kebutuhan pokok.
Untuk yang tidak mempermasalahkan bunga, salah satu keuntungan yang bisa kamu dapatkan adalah adanya pertambahan nilai uang berupa bunga. Kalau di bank syariah, kamu akan mendapatkan bagi hasil.
Untuk e-wallet sendiri, biasanya mereka mengadakan promo-promo menarik setiap bulan atau campaign.
Jadi, untuk apa takut menyimpan uang di bank atau e-wallet dengan banyaknya keuntungan yang didapat?
b. Membeli Aset
Membeli aset bisa menjadi sarana untuk menyimpan uangmu dan tentunya berinvestasi. Daripada menyuruh uangmu diam di celengan, lebih baik buat uang bekerja untukmu.
Yang membedakan orang dengan mindset kaya dan miskin adalah orang kaya membuat uang bekerja untuknya, sementara orang dengan mindset miskin bekerja untuk uang.
Dengan kata lain, orang kaya kerja santai, tetapi asetnya yang kerja keras.
Jangan lupa untuk memastikan aset yang kamu beli sudah terdaftar di OJK. Sebisa mungkin asetnya harus yang likuid seperti reksadana dan emas karena kamu bisa dengan mudah mencairkannya.
Kesimpulan: Menyimpan Uang di Celengan sudah Tidak Relevan
Dengan banyaknya kekurangan dari menyimpan uang di celengan dan jumlah opsi alternatif tempat menyimpan uang yang lebih baik, dapat disimpulkan kalau menyimpan uang di celengan sudah tidak relevan lagi.
Bayangkan saja, sudah berpotensi dimakan rayap, dimakan juga nilai uangnya oleh inflasi jika kamu menyimpan uangnya di celengan. Daripada membiarkan uangmu bernasib mengenaskan seperti itu, lebih baik simpan di tempat yang aman atau membeli aset yang mudah dicairkan.
Perkara uang itu sensitif. Jadi, fokuslah untuk menjaga uang. Pikirkan risiko dan keamanan, mana yang jauh lebih baik. Better safe than sorry.