Pro dan Kontra Ospek di Tahun 2022, layak atau tidak diadakannya ospek?

profile picture nabilarizal

Sekarang ini kita semua sudah tidak asing dengan istilah ospek, ospek merupakan kegiatan atau bisa dibilang pintu utama dalam awal dunia perkuliahan. Ospek disini sebagai wadah untuk memperkenalkan lingkungan kampus termasuk dosen, karyawan, dan masiswa-mahasiswa lain, dan umumnya juga sebagai tempat membantu adaptasi para mahasiswa baru dengan lingkungan kampus.

Dari segi tujuan sebenarnya ospek dan mos sama aja yang membedakan hanya penempatan tingkatannya ospek untuk perkenalan mahasiswa baru dan ospek untuk anak-anak SMP dan SMA.

Mahasiswa baru nantinya akan diperkenalkan lebih dalam dengan universitasnya dan juga pengenalan tata tertib dalam kampus yang harus dijalankan, untuk ospek fakultas biasanya panitia akan bekerja sama dengan dosen untuk menerangkan ilmu-ilmu dasar mengenai fakultasnya seperti cara pembelajaran dan juga sebagai pendekatan antara mahasiswa baru dan senior.

Dari penjelasan umum diatas kenapa ya masih ada pro kontra mengenai ospek?

Ospek sudah memiliki image yang buruk sudah dari lama karena budaya yang ditampilkan bertolak belakang dengan kode etik, norma, dan nilai-nilai kemanusiaan. Sudah banyak kasus dimana seseorang meninggal karena disiksa oleh seniornya saat ospek, dengan image ospek yang sekarang tidak sedikit mahasiswa baru yang malas mengikuti ospek hal ini malah menurunkan semangat dan ambisi tiap maba.

Tidak heran jika banyak orang merasa bahwa ospek harus dihilangkan karena banyak terjadi hal-hal menyimpang dari yang seharusnya, biasanya dilakukan sama senior-senior gila hormat.

Dan banyak kampus yang mengadakan ospek tapi dengan syarat-syarat yang tidak masuk dalam logika, menggunakan kaos kaki beda warna, membotaki rambut bagi yang laki-laki dan yang perempuan rambutnya diikat tali rafia beda warna dari yang sudah saya sebutkan mana yang berhubungan dengan pengenalan kampus atau darimana unsur pendidikan yang bisa diambil? Jelas tidak ada.

Banyak yang dikorbankan demi ego dan keinginan senior yaitu waktu dan materi, membeli macam-macam atribut ospek yang mereka suruh sudah mengeluarkan budget yang sia-sia dan mengikuti rangkaian acara yang apa-apa ancamannya adalah hukuman yang tidak sebanding juga buang-buang waktu.

Manusia sudah dari zaman nenek moyang memiliki pemikiran “yang muda menghormati yang lebih tua”, tapi banyak orang yang lebih tua malah semena-mena karena tau dirinya dihormati jadinya malah ngelunjak seperti memarahi para maba tanpa konteks yang jelas yang membuat para maba ketakutan hal ini biasanya dilakukan agar maba respect senior, tapi buat saya untuk merespect seseorang tidak bisa dari ocehan saja harus ada value yang membuat seseorang bisa respect dengan orang lain, karena respect itu pilihan bukan pemaksaan.

Ospek yang seharusnya menjadi ajang pendekatan antara mahasiswa baru dengan senior malah menjadi terbalik, ospek disini sebagai ajang pembalasan dendam karena para senior ini diperlakukan hal yang sama dengan seniornya dulu, dengan menurunkan budaya seperti ini maka siklus gila ini tidak akan pernah berakhir sampai diputus oleh orang yang waras dan memiliki akal.

Ada satu kasus viral di tahun 2020, kasus ini berasal dari PTN di Surabaya dimana saat itu tersebar hasil record via zoom senior membentak-bentak mahasiswa baru karena tidak memiliki ikat pinggang, banyak masyarakat geram melihatnya karena ngapain teriak-teriak depan layar handphone dan ospek saat itu masih online (di rumah) tidak ada gunanya. Banyak sekali orang yang mengecam universitas itu untuk menindak lanjuti para senior yang bersangkutan.

Menurut rektor dari kampus tersebut hal ini terjadi karena kesalahan koordinasi antara pihak universitas dengan panitia PKKMB dan akan diselesaikan secara kekeluargaan. Walaupun sudah selesai namun masih banyak yang membekas nama baik kampusnya yang paling terpengaruh banyak yang dirugikan disini cuma karena sikap kekanak-kanakan dari senior kampus.

Namun dari semua sisi negatif tetap ada sisi positif dari ospek, karena sebenarnya banyak juga kampus yang mengadakan ospek berkualitas dari isi kegiatan sampai pihak-pihak yang bersangkutan melaksanakan ospek dengan profesional.

Buat saya sebenarnya benar juga kalau ospek itu mendekatkan dan membantu para mahasiswa baru ini dalam beradaptasi dengan teman-teman barunya, yang dimana untuk anak-anak pendiam dapat terdorong untuk bersosialisasi dengan teman-teman baru.

Dan juga ospek itu diadakan untuk memperkenalkan kampus, membuat para mahasiswa ini bisa mengatur rencana kedepannya bisa menentukan target selama mereka menunjang pendidikan di kampus tersebut.

Menurut saya pribadi, ospek tidak perlu dihilangkan atau di non-aktifkan tapi pelaksanaannya harus lebih diperketat oleh pihak universitas sehingga tidak bisa para senior ini menindas mahasiswa baru hanya karena mereka melakukan kesalahan kecil, karena ospek juga satu peran penting dalam first impression maba terhadap universitas jadi harus ditingkatkan lagi, dan menurut saya kuncinya melaksanakan ospek yang berkualitas ada di mindset tiap orang.

5 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
5
0
profile picture

Written By nabilarizal

This statement referred from