Zhafira Aqyla Bantah Kuliah Di Luar Negeri Bukan Hanya Mimpi Belaka!
Melanjutkan Studi di luar negeri adalah impian banyak orang. Dengan berkuliah di luar, kamu bisa mendapat pengalaman baru, menemukan budaya baru, dapat menjelajahi tempat-tempat baru, dan bertemu serta berteman dengan orang yang baru ditemui dari belahan dunia yang berbeda. Poin utama yang dapat dijumpai adalah metode belajar yang tentunya begitu berbeda dengan metode belajar di Indonesia saat ini.
Untuk mewujudkan impian anak seperti diatas, peran orang tua sangatlah dibutuhkan dan penting dalam menyertai perjalanan sang anak kedepannya.
Berbicara mengenai mimpi anak tadi, ada beberapa orang tua yang kerap tidak menyutujui hal tersebut. Hal yang difikirkan pertama kali pastilah soal biaya yang akan dikeluarkan nantinya. Tentu sudah tertanam di otak mereka, bahwa dengan melanjutkan studi di luar negeri akan menghabiskan biaya yang besar, entah untuk biaya Pendidikan yang rata-rata jauh lebih mahal, living cost selama tinggal disana dan lain sebagainya yang pastinya lebih besar kebutuhannya dibanding tinggal di Indonesia.
Disamping itu, ada hal lain yang menjadi pemicu tidak adanya dukungan dari orang tua, yakni kekhawatiran. Rasa khawatir adalah hal yang lurmah dirasakan oleh para orang tua kepada anaknya. Apalagi anak mereka yang akan pergi dan berada jauh dari pengawasan. Juga tentu budaya luar yang dimana jauh berbeda dibanding budaya Indonesia, menjadikan orang tua kurang memberi dukungannya dan terkesan tak acuh pada keputusan anak dalam melanjutkan studi di luar negeri.
Karena kurangnya dukungan ini, terutama dari orang tua, pupus sudah mimpi yang mereka bangun sejak awal. Oleh karenanya, rasa tidak bersemangat juga turut mengikuti perasaan anak lantaran akan dipaksa berkuliah di Kampus yang Orang tua inginkan serta jurusan yang tidak anak sukai. Suka-suka orang tua lah! Mungkin itu kata-kata yang akan di ucapkan anak pada orang tuanya yang suka mengatur ini itu terhadap kelanjutan studi kedepannya.
Salah seorang Youtuber muda, Zhafira Aqyla namanya, mencoba membantah pemikiran orang tua yang sekiranya berpikiran demikian dengan berhasil menamatkan Studi S-1 nya di Osaka University dengna beasiswa dan saat ini sedang melanjutkan gelar Master di Harvard University.
Melalui kanal Youtube pribadinya, Zhafira banyak sharing mengenai kehidupannya yang begitu inspiratif. Contohnya seperti apa-apa saja yang harus dipersiapkan, yaitu cv, personal statement, transkip nilai selama berkuliah, skor ielts, pentingnya mentor, cara menulis berkas yang dibutuhkan layaknya cv dan personal statement hingga daily routine-nya di Jepang selama mengenyam Pendidikan S-1 dan lain sebagainya.
Pada salah satu video yang Zhafira upload di youtube, youtuber muda itu mengajak Sang Ummi untuk mengobrol banyak hal tentang bagaimana pola parenting yang beliau lakukan hingga anaknya bisa berkuliah di luar negeri. Ada juga topik obrolan yang membahas mengenai cara-cara meyakinkan orang tua untuk mendukung pilihan yang dipilih oleh anak dan semacamnya.
“Bagaimana cara meyakinkan orang tua agar anak diberikan kepercayaan untuk berkuliah di luar negeri?” Ini adalah salah satu pertanya yang Zhafira tanyakan kepada Ummi.
Nah, jadi sebelum anak itu berangkat, ya … tentunya dari anak itu SD, SMP, SMA harus menunjukkan sikap yang bertanggung jawab, tau mana yang baik dan benar, tau mana yang harus dihindari, menjaga pergaulannya, menjaga ibadahnya dan tetap semangat,” ujar Ummi. “insyaallah kalo itu dilakukan oleh si anak dan orang tua teryakini, insyaallah, sih, menurut Ummi pasti mendukung lah.
“Dan mungkin bisa juga dengan membawa bukti-bukti yang secara faktanya bisa dilihat orang tua. Menurut kakak sebgai anak, itu, tuh, bisa banget loh. Coba kita bawa informasi-informasi seperti itu untuk meyakinkan orang tua.” Zhafira menambahkan.
Jadi singkatnya, untuk mendapat dukungan orang tua melanjutkan studi di daerah maupun atau negaramanapun, agar resti tersebuut dapat digenggam, anak harus memiliki sikap dan rasa tanggung jawab sejak memasuki dunia Pendidikan. Jangan sampai salah pergaulan, apalagi salah jalur selama bersekolah, atau jika tidak kamu tidak bisa meyakinkan orang tua kamu sendiri mengenai mimpi yang kamu miliki.
Setelah melihat secuil obrolan yang dilakukan Zhafira dan Ummi, apa kamu tertarik untuk tetap meyakinkan orang tua kamu dan mewujudkan impian kamu berkuliah di luar negeri, study lovers?
Jangan putus asa soal biaya, ya! Ingat selalu perkataan Ummi Zhafira tentang sikap yang harus kita miliki, yaitu tetap semangat. Tetap semangat untuk terus belajar agar bisa meraih beasiswa yang suda disediakan pemerintah, seperti LPDP, BIM dan sejenisnya.
Meskipun sebelum berangkat menuju Boston tempo lalu Zhafira tidak lulus pada seleksi Substansi beasiswa LPDP, Zhafira tetap semangat melanjutkan gelar Master nya di Harvard University.
So, tunggu apa lagi? Do your best, and make your dream come true, guys!