Reshuffle Kabinet Menjelang Pemilu 2024
Reshuffle Kabinet Menjelang Pemilu 2024
Baru-baru ini isu akan adanya reshuffle kabinet kembali mencuat di Indonesia. Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pintu reshuffle kabinet masih terbuka. Wakil presiden, Ma'ruf Amin juga menyanggupi bahwa isu tersebut benar adanya. Pada 16 Agustus lalu, ketika ditanyai perihal isu tersebut, Presiden Jokowi tidak menyangkalnya. Ia mengatakan pintu perombakan kabinet kerjanya masih terbuka hingga akhir masa pemerintahannya nanti.
Menjelang 2023 nanti, setidaknya akan ada dua posisi menteri yang mengalami perombakan. Pertama ialah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) yang posisinya masih kosong sejak Juli lalu. Selanjutnya ialah Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) yang terpilih menjadi Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga meninggalkan posisinya di Kabinet Indonesia Maju.
Sebelumnya pada 15 Juni 2022 lalu presiden juga sudah melakukan reshuffle kabinet. Pada perombakan tersebut terdapat dua menteri dan tiga wakil menteri baru yang dilantik. Presiden mengatakan bahwa kemungkinan terjadinya perombakan masih sangat besar mengingat situasi dunia yang juga sedang rentan berganti. Mulai dari segi perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. Bahkan presiden mengklaim meski sisa waktu jabatannya hanya tersisa satu hati lagi, ia tetap akan melaksanakan perombakan apabila memang diperlukan.
Drama reshuffle menjadi antiklimaks karena nalar politik di atas kepentingan publik yang sudah semestinya menjadi prioritas. Apalagi tingkat kepuasan terhadap pemerintah bergerak fluktuatif di kisaran 58-68 persen, berdasarkan temuan beberapa survei. Di luar fakta substansi soal reshuffle, tak bisa dimungkiri agenda politik yang mengitari peristiwa ini terus bergulir menjelang Pemilu 2024.¹
Peluang terjadinya reshuffle kabinet masih terbuka mengingat situasi global yang memerlukan kebijakan cepat dan tepat dari para menteri di kabinet. Presiden tentunya memerlukan orang-orang yang dapat membantunya dengan cepat dan tanggap dalam menyelesaikan perkara-perkara yang ada di Indonesia. Presiden tentunya juga berupaya untuk menyelesaikan program kerja dan janjinya dulu menjelang habisnya masa jabatan dua periodenya.
Perombakan kabinet memang bukanlah hal baru di Indonesia. Tercatat hampir pada setiap masa pemerintahan presiden terdapat kasus perombakan kabinet. Dalam satu tahun bahkan dapat terjadi beberapa kali perombakan kabinet. Hal ini tentu saja demi kelangsungan hidup bangsa Indonesia agar dapat berjalan dengan maksimal, baik itu di kancah nasional maupun internasional.
Namun tak dapat dipungkiri reshuffle kabinet nanti tentunya berkaitan dengan pemilu yang akan diadakan pada 2024 nantinya. Menteri-menteri yang akan maju pada pencalonan presiden nanti tentunya harus mengundurkan dirinya dari posisi menteri yang dipegangnya. Untuk saat ini Prabowo Subianto sudah hampir dipastikan maju kembali pada Pemilu 2024. Maka dari itu tentu saja presiden perlu menunjuk orang batu untuk menggantikan Prabowo di susunan kabinet Indonesia Maju saat ini, tepatnya pada posisi Menteri Pertahanan Indonesia.
Reshuffle Kabinet Jokowi sejak dulunya memang sudah menjadi problematika di dunia politik. Hal ini dikarenakan presiden melakukan perombakan yang tidak diduga-duga sehingga mengejutkan rakyat. Banyak rakyat yang bertanya-tanya apakah strategi yang akan dilakukan presiden dengan menempatkan orang barunya di kabinet kerjanya. Apakah sekadar menempatkan orangnya untuk membantunya mengatasi persoalan internal maupun eksternal negara saja atau mungkin ada maksud lain. Misalnya saja presiden berusaha memasukkan orang-orang baru untuk menguatkan posisinya di kalangan politik Indonesia. Sebagaimana pada tahun 2020 lalu ia memasukkan Sandiaga Uno ke kabinet kerjanya yang mana dahulunya merupakan lawannya dalam pencalonan presiden.
Dalam praktiknya, untuk menyelesaikan sengketa poliyik memang harus dilakukan dengan kerja sama atau membungkam lawan dengan menjadikan lawan tersebut tetap berada dalam pengawasan. Keputusan presiden dalam perombakan menteri tak luput dari prasangka dan praduga berbeda dari berbagai kalangan. Citra positif dan negatif presiden menjadi bahan perbincangan di masa-masa perombakan tersebut. Orang-orang berusaha meraba-raba apa strategi yang akan dilakukan oleh presiden dalam setiap langkahnya.
Reshuffle kabinet mendistribusikan kembali elemen yang sudah ada sebelumnya di kabinet menteri. Di Indonesia, reshuffle kabinet diartikan sebagai hak prerogatif pemimpin negara atau presiden. Presiden memiliki hak penuh untuk mengangkat, menunjuk, mengganti maupun memberhentikan menterinya. Dalam hal ini juga termasuk melakukan perombakan terhadap elemen-elemen yang sudah ada dalam kabinet kerja sebelumnya. Perombakan kabinet ini dapat dilakukan pada kondisi tertentu. Misalnya menteri sudah tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, pengunduran diri, maupun kondisi khusus seperti kasus menteri yang meninggal dunia di masa jabatannya.
Menjelang Pemilu 2024 nanti, presiden memang sewajarnya mengadakan perombakan kabinet untuk meningkatkan kinerja kabinet sekaligus melakukan perbaikan dalam pemerintahan. Secara internal Presiden Joko Widodo memang dituntut untuk menjaga stabilitas politik agar program-program pemerintah berlangsung efektif. Reshuffle kabinet ini dilakukan guna menghindari perpecahan menjelang Pemilu 2024.
Sumber :
¹ Amrullah, A. Nashih, N. 2022. Reshuffle Kabinet Kental Nuansa Politis? Ini 4 Catatan Pengamat. https://m.republika.co.id/amp/rdnzj3320 , diakses pada 21 Agustus 2022.