Covid-19
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19
Juventianus Kenjam*
*Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Timor, Kefamenanu
Pendahuluan
Sistem pembelajaran di Indonesia telah berubah secara drastis dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring) akibat adanya wabah pandemi covid-19 yang sedang melanda tanah air di tengah keterbatasan infrastruktur yang ada. Kegagapan lembaga pendidikan saat menghadapi wabah yang tiba-tiba muncul membuat banyak pihak sempat kebingungan saat lembaga pendidikan mendapat instruksi untuk menyelenggarakan proses pembelajaran secara daring guna mencegah dan memutus penyebaran virus Covid-19 agar tak semakin meluas.
Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas dan waktu) telah tercapai, atau semakin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektivitasnya (Rohmawati, 2015). Dalam konteks kegiatan pembelajaran perlu dipertimbangkan efektivitas artinya sejauhmana tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai sesuai harapan. Ciri-ciri keefektifan program pembelajaran adalah berhasil mengantarkan peserta didik mencapai tujuan-tujuan instruksional yang telah ditentukan, memberikan pengalaman belajar yang atraktif, melibatkan peserta didik secara aktif sehingga menunjang pencapaian tujuan instruksional dan memiliki sarana-sarana yang menunjang proses belajar mengajar (Rohmawati, 2015).
Keefektifan program pembelajaran tidak hanya ditinjau dari segi tingkat prestasi belajar saja, melainkan harus pula ditinjau dari segi proses dan sarana penunjang. Efektivitas metode pembelajaran merupakan suatu ukuran yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan dari suatu proses pembelajaran. Keefektifan dapat diukur dengan melihat minat peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran (Nguyen, 2015). Artikel ini akan menganalisis masalah efektivitas pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 dari perspektif peserta didik dan pendidik melalui studi pustaka.
2 Metodologi
Penelitian ini merupakan penelitian pustaka atau studi literatur yang menggunakan data sekunder sebagai sumber data penelitian dengan cara mencari dokumen, artikel, berita dan lain-lain yang berkaitan dengan efektivitas pembelajaran daring. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan memaparkan secara detail hasil temuan pustaka..
3 Hasil dan Pembahasan
Sebagian besar lembaga pendidikan yang ada di Indonesia memilih Aplikasi Zoom sebagai media pembelajaran tatap muka dan aplikasi WhatsApp sebagai media untuk berbagi modul ajar (tutorial) dan penugasan.
Agar pembelajaran daring ini dapat berjalan efektif, pelaksanaannya harus terencana, mulai dari kesiapan peserta didik dan tenaga pendidik serta bahan ajar. Selain itu, kreativitas tenaga pendidik sangat diperlukan dalam pembelajaran yang efektif, sehingga peserta didik bisa memahami materi yang disampaikan.
Survey online yang dilakukan oleh Hikmat, dkk (2020) dengan fokus penelitian “Efektivitas Pembalajaran Daring Selama Masa Pandemi Covid-19” menunjukkan bahwa pembelajaran daring hanya efektif untuk pembahasan teori–teori saja, sementara untuk pembahasan materi praktikum lapangan tidak efektif dilakukan secara daring dan lebih efektif menggunakan perkuliahan konvensional dengan tatap muka. Hal ini disebabkan karena adanya keterbatasan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam memberikan simulasi secara instruksional sehingga peserta didik susah memahami materi atau menanyakan materi yang belum dipahami dan kurangnya konsentrasi peserta (Mastuti et al., 2020; Limbong & Simarmata, 2020).
Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Jagad Aditya Dewantara &T Heru Nurgiansah (2021) dengan fokus penelitian pada “Efektivitas Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi Covid 19 Bagi Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa 79% mahasiswa menginginkan pembelajaran secara tatap muka, sedangkan hanya 1% saja mahasiswa yang menginginkan pembelajaran daring, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring secara terus menerus selama masa pandemi ini sangat tidak efektif.
Menurut para peserta didik, penggunaan alat elektronik seperti handphone dan laptop yang berlebihan dalam pembelajaran, perlu diwaspadai yang sejatinya berdampak pada kesehatan psikis dan fisik. Beberapa kendala yang sering muncul pada implementasi pembelajaran daring ialah ketidak stabilan jaringan intenet untuk semua wilayah di Indonesia bahkan untuk peserta didik yang berada di daerah pelosok, tidak semua peserta didik mampu membeli paket internet, beberapa peserta didik masih gagap dalam menggunakan teknologi, pengerjaan tugas hanya dianggap sebagai formalitas saja yang harus dikerjakan, kurangnya interaksi antara peserta didik dengan pendidik membuat pembelajaran menjadi kurang menarik dan membosankan bagi siswa.
4. Kesimpulan
Pembelajaran daring hanya efektif dilakukan untuk pembahasan teori–teori saja, sementara untuk pembahasan materi praktikum /lapangan lebih efektif menggunakan pembelajaran konvensional (luring).
5. Daftar Pustaka
Dewantara Jagad Aditya &T Heru Nurgiansah (2021). Efektivitas Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid 19 Bagi Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta. Jurnal Basicedu (5):1, 367-375, Tersedia dalam https://jbasic.org/index.php/basicedu, diakses pada tanggal 16 Januari 2022.
Hikmat, Hermawan Endang, Aldim & Irwandi. (2020. Efektivitas Pembalajaran Daring Selama Masa Pandemi Covid-19: Sebuah Survey Online. Karya Tulis Ilmiah (KTI) Masa Work From Home (WFH) Covid-19 UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2020
Limbong, T., & Simarmata, J. (2020). Determining Effective Subjects Online Learning (Study and Examination) with Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) Method. Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi), 4(2), 370-376
Mastuti, R. et al. (2020). Teaching From Home: Dari Belajar Merdeka menuju Merdeka Belajar. Medan: Yayasan Kita Menulis.
Nguyen, T. (2015). The effectiveness of online learning: Beyond no significant difference and future horizons. Merlot Journal of Online Learning and Teaching, 11(2), 309-319
Rohmawati, A. (2015). Efektivitas Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 9(1), 15-32.