Manusia Memang Tempatnya Salah, Tetapi Misstress Tetap Menjadi Pilihan Utama.

profile picture Nanda Yuana

Setiap kali kita punya hubungan dengan lawan jenis selalu diingatkan untuk menjaga pasangan tersebut, gunanya agar hubungan yang dibangun tidak berakhir sia-sia. Jika kita berselancar mencari sebab akibat seseorang melakukan hal yang curang kepada pasanganannya kita akan menemukan banyak sekali alasan. Entah itu alasannya karena masalah yang dialami saat itu atau memang pasangannya yang tidak bisa memahaminya. Hubungan selama bertahun-tahun atau berbulan-bulan juga tidak menjamin bahwa pasangan akan setia sampai akhir zaman. Maklum karena kita manusia dengan ego yang dipunya, disatukan dengan perasaan untuk menjalin hubungan yang diekpektasikan antar dua pasangan menjadi kuat untuk bersatu, saling memahami antar pasangan ternyata kalah dengan hawa nafsu kita. Kita berfikir bahwa pasangan kitalah yang selalu mengerti keadaan kita, selalu memaafkan semua kesalahan kita tetapi kita lupa bahwa tidak semua manusia punya mental yang kuat jika mereka tau bahwa pasangannya berselingkuh dengan orang lain.  
Dalam hal tersebut, salah satunya pasti menahan ego, selalu sabar agar hubungannya tidak berantakan begitu saja karena inginnya hanya maut yang bisa memisahkan hubungannya dengan orang yang sudah dipilih menjadi pasangan hidup (entah sudah menikah ataupun masih berpacaran). Ternyata secara tidak sadar perselingkuahn merupakan bagian dari Kekerasan Dalam rumah Tangga (KDRT) yang artinya setiap perbuatn terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraann penderitaan fisik, seksual, psikologis, atau pelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan seccara melawan huum dalam lingkip rumah tangga. (Universitas Bung hatta, Pengertian kekerasan dalam Rumah Tangga)
Perselingkuhan berawal dari melindungi perasaan seseorang padahal mempertahanan kesetiaan itu lebih penting. Setiap pasangan yang sudah dicurangi karena perselingkuhan pasti akan menimbulkan bekas trauma yang mungkin sebagian orang menganggapnya itu luka terbesarnya di hidupnya. Tidak semua orang mempunyai mental yang kuat ini salah satunya penyebab psikis seorang terganggu. Satu-satu tujuan hidupnya kini telah menghancurkannya, ekspektasi selalu bersamanya sekarang hanya menjadi kenangan, maka dari itulah seseorang yang setelah diselingkuhi pasti akan merasa sakit hati. Naluri manusia suka berubah-ubah sesuai pikiran yang dia mau dan dia juga akan melakukan tindakan diluar kendalinya. Hanya orang tertentu yang bisa menahan melakukan hal-hal yang mengakibatkan dirinya sendiri terluka atau diluar batas seperti bunuh diri, menyayat tangannya sendiri dsb.
Berani meninggalkan adalah keputusan yang berat dan nyata. Hubungan seseorang memang masih belum disaksikan oleh hukum yang ada di Indonesia tetapi kenapa perselingkuhan ini masih tetap menjadi penyebab hancurnya sebuah hubungan yang sudah terjalin lama. Bukankah setiap pasangan selalu mengucapkan janji agar tidak saling melukai? Dan bersedia menerima semua kekurangan pasangan tersebut?. Saya paham betul bahwa manusia tempatnya salah tetapi saya melawan keras jika perselingkuhan selalu mendapatkan rating paling atas karena banyak diminati (banyak orang yang  berselingkuh dimana-mana). 
Hal ini tidak akan membuat semuanya tetap membaik silahturahmipun akan terputus begitu saja. Sebagian orang ada yang memberikan kesempatan kedua sesudah dia mengetahuinya karena menurutnya mungkin dia akan berubah setelah itu dan tidak akan mengulangi kesalahannya itu, dari sudut pandang yang melakukan perselingkuhan malah berfikir sebaliknya banyak yang menganggap gampang sebuah hubungan karena dia sudah dimaafkan dan dia dengan gampangnya akan mengulanginya lagi karena dia merasa bahwa pasangannya tersebut tidak akan bisa hidup tanpanya. Tanpa diketahui sebenarnya memberi kesempatan pada orang yang selalu menggangap gampang hubungan itu adalah sebuah kesalahan dan kebodohan. Mengapa bisa seperti itu dikarenakan orang yang tidak mau untuk berubah karena kesalahannya itu orang yang tidak mempunyai akhlak yang baik.
Presepsi seperti itulah yang harusnnya dihilangkan, saya tahu persis bahwa perselingkuhan disebabkan banyak alasan mungkin yang banyak dibicarakan dikalangan masyarakat kurang harmonisnya sebuah hubungan yang menyebabkan salah satu pihak pasangan tersebut melakukan hal ini. Tetapi pernahkah kalian berfikir bahwa pasangan yang harmonis tidak melakukan perselingkuhan? Tentu tidak, pasangan yang harmonispun bisa menjadi penyebab perselingkuhan. Tolak ukur perselingkuhan tidak dilihat dari harmonis atau tidaknya pasangan tersebut. Misstress yang saya tahu itu disebabkan dengan pikirannya dia sendiri ingin berselingkuh atau tidak. Banyak yang beranggapan bahwa punya satu pasangan itu saja tidak cukup dan kurang memenuhi hasratnya. Seseorang yng beranggapan seperti itu mungkin dia pernah diselingkuhi atau memang dia merasa bahwa dialah yang layak mendapat pasangan  atau bersanding dengan banyak orang. 
Dengan menulis artikel ini, saya ingin semua sadar setiap masing-masing pasangan punya kelebihan dan kekurangan. Jika kalian punya pasangan yang ingin terlihat anggun atau bagus didepan orang-orang bukan pasangan anda yang salah tetapi andalah yang tidak bisa merawatnya. Paham tidak dengan kalimat “bunga akan tumbuh bagus jika dirawat baik oleh majikannya”, begitupun dengan pasangan anda. Dia mungkin ada kekurangan yang tidak kamu suka entah dari ucapannya atau fisiknya tetapi dengan saling melengkapinya, kalianlah yang membuat pasangan sempurna itu ada. Miris sekali jika ada pasangan yang masih ingin main-main dengan hati seseorang jika seperti itu kembalilah ke anak-anak lagi, ingat ciptaan Tuhan diberi hati untuk saling mengisi bukan mengkhianati. Tuhan menciptakan kita berpasang-pasangan bukan untuk adu kelebihan lawan jenis tetapi untuk saling melengkapi kekurangan dari masing-masing setiap ciptaan. Jagalah pasangan kalian dengan tulus Tuhan Maha Mengetahui apa yang sedang diperbuat hambanya jika membuat ciptaanNya senang dan kita akan mendapatkan balasan juga merasakan hadiah yang dikirimkan oleh Tuhan.

2 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
2
0
profile picture

Written By Nanda Yuana

This statement referred from