Benarkah Gen Z adalah Generasi Lemah dalam Dunia Kerja?
Manusia modern saat ini terbagi menjadi beberapa generasi, generasi Baby Boomer, generasi X, generasi Y (generasi milenial) dan generasi Z. Generasi Z atau yang biasa disebut gen Z adalah mereka yang lahir pada tahun 1996-2009. Generasi ini disebut juga dengan generasi internet karena kegiatan yang mereka lakukan sering sekali berhubungan dengan internet. Ada yang mengatakan bahwa tingkah laku dan kepribadian generasi ini sangat dipengaruhi oleh internet dan dunia maya.
Sesuai dengan perhitungan usia, saat ini untuk gen Z yang paling tua seharusnya sudah memasuki usia kerja di Indonesia. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi para penyedia pekerjaan bagi generasi ini, karena gen Z ini memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda dari generasi-generasi sebelumnya.
Umumnya gen Z ini dapat melakukan segala sesuatu dengan menggunakan teknologi, bahkan sudah termasuk ahli dalam menggunakannya. Penggunaan teknologi membuat gen Z saat ini menjadi generasi dengan tingkat kenyamanan yang cukup tinggi. Generasi ini terkenal sebagai generasi yang menghindari hal-hal yang membuat diri mereka tidak nyaman dan tidak bahagia. Salah satu hal yang tampak saat ini menurutku adalah banyaknya para gen Z yang kurang serius dalam mencari pekerjaan, kalaupun sudah mendapatkan pekerjaan banyak dari mereka yang kurang menghargai atau kurang berusaha untuk mempertahankan pekerjaannya. Beberapa perusahaan, termasuk tempatku bekerja mengeluhkan betapa cepatnya tenaga kerja gen Z ini mengajukan pengunduran diri secara tiba-tiba padahal mereka baru saja diterima kerja.
Setelah dicari penyebab apa yang membuat mereka tidak nyaman dengan pekerjaan mereka, jawaban mereka adalah karena jam kerja yang terlalu panjang (lembur sampai dengan malam hari), pekerjaan yang terlalu melelahkan atau terlalu banyak tuntutan pekerjaan yang dibebankan pada mereka dan serta upah yang menurut mereka tidak cukup untuk mencukupi gaya hidup mereka. Mayoritas generasi ini tidak tahu bagaimana cara bertahan dalam kondisi kerja yang tidak sesuai harapan atau tidak sesuai passion mereka. Hal ini sangat bertolak belakang dengan generasi-generasi sebelumnya, yaitu generasi X dan generasi Y (generasi milenial). Generasi sebelum gen Z ini rata-rata mempunyai daya tahan terhadap pressure atau tekanan pekerjaan, sehingga rata-rata tenaga kerja dari kedua generasi ini bisa bertahan lama dalam bekerja di sebuah perusahaan. Perbedaan antara generasi Y dan gen Z ada pada gen Y yang merupakan generasi yang bertujuan untuk masa depan, sedangkan gen Z mempunyai tujuan untuk masa sekarang.
Bertahan di dunia kerja memang bukan hal yang mudah, akan banyak konflik yang akan kita temui di dalamnya. Konflik yang kita temui itu bisa saja konflik dengan rekan sekerja, atasan ataupun dengan diri kita sendiri. Kerasnya dunia kerja bisa jadi membuat para tenaga kerja gen Z ini merasa tidak dapat bertahan dan memutuskan segera mengundurkan diri. Menurutku rata-rata orang tua dan lingkungan generasi Z ini selalu memberikan kenyamanan tanpa mengajarkan mereka cara bertahan atau cara survive untuk hidup.
Dalam beberapa sumber disebutkan bahwa gen z ini mempunyai sifat menyukai hal yang instant dan kurang menghargai proses, serta emosinya labil. Sehingga bisa jadi yang ada di pikiran mereka setelah keluar dari pekerjaan adalah masih banyak perusahaan yang bersedia menerima mereka dengan spesifikasi pekerjaan dan upah yang mereka inginkan.
Serta adanya penelitian yang menunjukkan bahwa gen Z lebih suka menganggur daripada terjebak dalam pekerjaan yang tidak mereka suka dan membuat mereka tidak bahagia. Angka ini lebih besar dibandingkan angka generasi sebelumnya. Benar-benar relate dengan kondisi sekarang, dimana banyak tenaga kerja dari generasi ini yang lebih memilih untuk menganggur daripada mencari pengalaman dengan terus bekerja dan bertahan dalam pekerjaan mereka.
Tetapi adapula yang tidak setuju dengan pendapat ini. Beberapa orang mengatakan bahwa gen Z ini adalah generasi yang mandiri dan mau bekerja keras dalam melakukan sesuatu. Pendapat tersebut menambahkan bahwa gen Z saat ini banyak yang tetap bertahan di dunia kerja mereka dan bekerja dengan sebaik-baiknya walaupun ada kekecewaan dan ketidakpuasan terhadap perusahaan mereka, sehingga tidak bisa dianggap bahwa gen Z bukanlah generasi yang lemah di dunia kerja. Bisa jadi mereka yang memutuskan cepat mengundurkan diri dari perusahaan karena alasan yang benar-benar penting dan gen Z yang mengundurkan diri masih relatif kecil daripada yang bertahan
Walaupun ada beberapa pendapat yang menyatakan gen Z ini cenderung manja dan malas dalam dunia kerja, tetapi generasi ini memiliki beberapa kelebihan, seperti kreatif & terbuka terhadap pemikiran dari luar. Menurutku para gen Z ini dapat menjadi pribadi yang baik dan sukses apabila dapat memaksimalkan kelebihan mereka dan meminimalkan kekurangan mereka.