Indonesia 2045: Menghadapi Megatren

profile picture syveixn

Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, transformasi digitalisasi, perubahan iklim, perubahan demografis, globalisasi, urbanisasi, hingga akselerasi teknologi, siapkah Indonesia menghadapi perubahan-perubahan besar tersebut yang disebut dengan Megatren?


Apa itu Megatren dan Perubahannya?

Megatren adalah suatu perubahan besar dalam sosial, ekonomi, politik dan teknologi yang lambat terbentuk dan setelah terjadi perubahan tersebut dapat berpengaruh dalam jangka waktu yang lama. (Philip Kotler, Manajemen Pemasaran). Megatren ini sudah banyak dibahas oleh para petinggi dunia akan dampaknya yang luar biasa terhadap berbagai sektor atau bidang yang ada di dunia. Contohnya seperti megatren urbanisasi dunia, yang mana penduduk dunia di perkotaan diperkirakan meningkat menjadi 65 persen (2045) dengan 95 persen pertambahan terjadi di emerging economies karena pembangunan perkotaan berperan meningkatkan daya saing, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat. (Bappenas, 2020). Lalu di dalam sektor teknologi, perdagangan elektronik ini mengubah sistem perdagangan yang tadinya konvensional menjadi elektronik; revolusi industri 4.0, artificial intelligenceblockchain, perpaduan AI dan big data. Dan masih banyak lagi perubahan-perubahan besar yang akan terjadi yang dapat berpengaruh bagi berbagai sektor di dunia.


Megatren Seharusnya Dapat Dihadapi

Manusia pasti akan dan dituntut untuk mengalami perubahan di setiap era-nya. Era Megatren ini merupakan era dengan laju yang sangat cepat dan juga tinggi maka dari itu kita dituntut untuk mampu merespon dinamika perkembangan dunia yang semakin cepat di mana hal ini akan menjadi tren atau masa perubahan sistem teknologi yang didominasi oleh teknologi informasi dan komunikasi. Dengan banyaknya tantangan-tantangan Megatren yang akan dihadapi, pastinya negara membutuhkan banyak sumber daya manusia yang mampu dan dapat menerima perubahan-perubahan tersebut. Dan sebenarnya, jika kita melihat potensi itu di dalam negara kita, Indonesia, ada banyak sekali peluang-peluang besar yang dapat kita ambil. Bahkan dalam periode 2010-2045, jumlah penduduk Indonesia usia produktif lebih besar dengan rasio ketergantungan (dependency ratio) mencapai tingkat terendah sekitar tahun 2022. (Bappenas, 2020). Jumlah usia produktif yang semakin meningkat inilah yang seharusnya menjadi peluang bagi kita untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045. Dan dengan kemampuan beradaptasi yang dimiliki oleh usia produktif inilah yang merupakan hal penting yang harus dimiliki individu, masyarakat, organisasi dan sistem untuk menjamin masa depan yang lebih baik, serta mengarahkan kita untuk berjalan di jalur perubahan yang tepat, aman, dan bijak.


Narator Untuk Megatren Indonesia

Gua selalu ngeliat Indonesia nih narasinya keren banget tapi naratornya kurang.”

- Gita Wirjawan, 2020

Kita membutuhkan banyak narator hebat Indonesia untuk menceritakan hebatnya narasi Indonesia. Seperti kata Pak Gita dalam podcast-nya bersama Bossman Mardigu dengan judul “Narator Bangsa Harus Bisa Berimajinasi” bahwa Indonesia tuh narasinya memang keren banget karena didukung dengan segala keunggulannya, tapi sayangnya Indonesia kekurangan narator untuk menceritakan kembali narasi keren yang dimiliki Indonesia. Bayangin sebagus dan sekeren apa narasi Indonesia kalau ada narator Indonesia yang dapat mengemas narasi dengan menarik dan baik? Dan ini akan sangat berpengaruh terhadap pola Megatren nantinya agar masyarakat siap untuk berkontribusi atas penyampaian narator-narator hebat yang dimiliki Indonesia. Maka kita semua dapat bergerak sesuai bidangnya masing-masing.


Sebagai pelajar dan pemuda Indonesia, kita juga harus berbangga berbangsa karena mulai dari kitalah perubahan dapat terjadi dan dapat dihadapi. Kita tidak akan bisa menghindari perubahan dan konflik dalam hidup kita, tetapi bukan berarti masa depan dimaksudkan untuk monoton. Berbagai suara dalam kompas batin kita mengarahkan kita ke arah yang berbeda, mendorong kita untuk menggunakan potensi dan bakat kita untuk kemajuan umat manusia. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah seharusnya ditingkatkan sebagai bekal masyarakat Indonesia untuk bergerak dan maju bersama merubah topeng bangsa dan negara berkembang menjadi bangsa yang maju dalam segala aspek. Oleh karena itu, pemerintah atau pemangku kepentingan negara juga harus secara berhati-hati dalam merespon, mendiagnosa, menganalisis, mendesain strategi masa depan dan proses perencanaan yang konsisten dan berkelanjutan agar perubahan ini berdampak positif dan berkelanjutan.

Perdebatan-perdebatan yang mungkin masih terfokus di fase tidak mau berubah dan tidak mau menerima berubah inilah yang seharusnya kita hentikan dan hilangkan karena akan lebih baik jika kita fokus untuk menemukan cara-cara yang bijak dalam menghadapi perubahan itu sendiri dan berproses sejak dini. Masih banyak mereka yang masih menganggap Megatren ini sebagai suatu hal yang tidak akan berdampak terhadap kehidupan mereka dan menganggap perubahan-perubahan ini dapat diatasi dengan mudah. Akan tetapi faktanya, masih banyak mereka yang masih salah atau kurang tepat dalam menggunakan teknologi informasi digital hingga saat ini.

Berani dalam menerima perubahan adalah sikap yang harus dimiliki untuk menghadapi Megatren ini. Karena dunia ini akan selalu berputar dan berjalan, dan pilihan ada di dalam diri kita, apakah kita ingin ikut dan terus berkembang atau malah tertinggal? Karena kalau tidak, kita selamanya akan gagap, kaget dan selalu tidak siap atas perubahan-perubahan pada masa selanjutnya yang sudah niscaya akan terjadi. 

Pernyataan-pernyataan di atas merupakan opini penulis yang dilihat dari kacamata seorang pelajar sekaligus pemuda Indonesia yang siap menerima perubahan. Kalau menurut kalian, apa langkah yang dapat kita ambil sebagai pemuda Indonesia dan apa saja yang dapat dilakukan pemerintah untuk menghadapi Megatren ini?

Change is inevitable. Growth is optional.

- John C. Maxwell

4 Agree 3 opinions
0 Disagree 0 opinions
4
0
profile picture

Written By syveixn

This statement referred from