Remaja Penggemar K-Pop merajalela di Indonesia. Gaya hidup berubah??

profile picture Citra DYARA

Teman-teman pasti sudah gak asing lagi sama yang namanya K-Pop. Yap.. bener banget, K-Pop adalah sub genre musik yang berasal dari negara Korea Selatan. K-Pop ini identik dengan grup bandnya yaitu, Boyband & Girlband. Grup band K-Pop yang baru memulai karir musiknya disebut sebagai debut, sedangkan grup band K-Pop yang sudah berkarir namun mengeluarkan album baru lagi disebut sebagai comeback. Masing-masing grup K-Pop itu berada di bawah naungan agensi musik. Di dunia K-Pop sendiri ada top big 3 agensi musik yang melahirkan banyak banget grup band K-Pop terkenal yaitu, SM entertainment, YG entertainment, & JYP entertainment.

Nah, dari tahun ke tahun K-Pop dengan musiknya yang unik makin terkenal di beberapa negara tetangga Korea Selatan salah satunya, China. Lalu, makin banyaknya grup band K-Pop yang lahir dengan musik yang makin menarik dan formasi grup serta visual yang memikat hati membuat K-Pop makin melebar ke Amerika Serikat hingga akhirnya mendunia dan sampai ke Indonesia. Bahkan, dikutip dari laman web galamedianews.com saat ini Indonesia menduduki peringkat ke 2 sebagai penggemar K-Pop terbanyak di dunia setelah Korea Selatan. Hmm.. fantastis bukan..✨

Penggemar K-Pop biasa dijuluki sebagai Kpopers. Di Indonesia Kpopers kebanyakan didominasi oleh para remaja, siapa lagi kalau bukan para cewek-cewek. Eitss.. tapi bukan cuma cewek-cewek aja yang jadi Kpopers, cowok-cowok juga banyak loh yang suka K-Pop. K-Pop memiliki gaya musik yang unik dan menarik. Ada beberapa aliran musik K-Pop yaitu, R&B, Pop, Hip-hop, Urban, Dance pop, EDM, Indie, Retro, Jazz, dan lain sebagainya. Selain itu, grup band K-Pop yang baru memulai debut nya atau comeback akan muncul dengan konsep grup dan musik yang baru serta unik. Biasanya, ketika comeback grup band K-Pop cenderung menyesuaikan tren musik yang sedang hits. Konsep musik setiap grup band K-Pop berbeda-beda. Ada grup band K-Pop yang fokus pada konsep ceria atau cute, ada yang fokus pada konsep dark atau seksi. Bahkan, sekarang terdapat konsep grup band K-Pop yang disertai dengan story dan teori yang tersirat dalam setiap lagu yang dikeluarkan. Keragaman dan keunikan K-Pop ini lah yang membuat K-Pop memiliki banyak peminat dan penggemar.

Namun, apakah menjadi penggemar K-Pop bisa merubah gaya hidup??🤔🤔

Gaya hidup adalah suatu pola hidup seseorang yang diekspresikan melalui aktivitas, kebiasaan, ataupun minat. Gaya hidup sangat mempengaruhi perkembangan kehidupan seseorang. Gaya hidup dipengaruhi oleh beberapa faktor. Ada faktor internal dan eksternal, faktor internal yang mempengaruhi gaya hidup seseorang adalah sikap, pengalaman, pengamatan, konsep diri, kepribadian, persepsi, dan motif. Adapun faktor eksternalnya yaitu, lingkungan hidup, keluarga, kelas sosial, teman, dan kebudayaan.

Nah, menjadi penggemar K-Pop tentu bisa merubah gaya hidup. Hal ini terlihat dari kesukaan mereka terhadap K-Pop yang mendalam membuat mereka ingin ikut menjadi bagian dari dunia K-Pop itu sendiri. Gaya hidup penggemar K-Pop cenderung tercermin seperti selalu mendengarkan musik K-Pop, mengikuti komunitas fans K-Pop, update media sosial mengenai dunia K-Pop, mengoleksi album dan merchandise  idola mereka, dan melihat MV, atau variety show Korea yang diikuti oleh idola mereka. Hal ini terbilang wajar dan bisa dibilang masuk kedalam kategori hobi. Karena, ketika kita suka terhadap suatu hal maka tentu saja kita akan sangat mencintai hal tersebut. Sama halnya dengan penggemar K-Pop yang sangat mencintai idola K-Pop. Namun, tidak sedikit juga netizen yang memberi cap negatif terhadap penggemar K-Pop atas sikap fanatisme yang mereka tunjukkan terhadap idola mereka. Penggemar K-Pop sering disebut terlalu bersikap berlebihan, obsesif, histeris, adiktif, dan konsumtif ketika mereka menghambur- hamburkan uangnya hanya untuk membeli merchandise, album, photocard, dan pernak-pernik idola K-Pop mereka yang terbilang mahal. Selain itu, tidak sedikit juga penggemar K-Pop yang rela mengejar idolanya ke negara-negara lain demi menonton konser atau fan meeting. Fanatisme yang ditunjukkan juga  dapat tercermin dari penggemar K-Pop  yang terlalu mengidolakan idolanya dan tanpa sadar sudah berperilaku lebih dari sekedar ketertarikan biasa terhadap publik figur. Fenomena Kpopers yang mengarah pada fanatisme secara tidak langsung dapat membentuk gaya hidup penggemar itu sendiri. Gaya hidup yang dimaksud dalam fenomena ini adalah konsumsi budaya dan produk luar negeri yang berlebihan.

Menurut saya, memang benar bahwa gaya hidup remaja penggemar K-Pop bisa berubah seiring pengaruh dari K-Pop itu sendiri. Karena, pada dasarnya sifat remaja masih labil dan mudah untuk terpengaruh. Apalagi remaja itu masih sulit untuk diatur. Gaya hidup akibat menjadi penggemar K-Pop bisa ke arah positif dan negatif.  Namun, memang kebanyakan lebih ke arah negatif yaitu, fanatisme, konsumerisme, westernisasi, dan hedonisme. Gaya hidup remaja penggemar K-Pop yang berubah dapat dilihat dari cara berpakaian dimana zaman sekarang banyak remaja yang memakai outfit style ala idol Korea. Selain itu, cara makan juga berubah dimana para Kpopers cenderung mulai tertarik dengan kebiasaan idola mereka yang merupakan orang Korea yaitu, makan dengan sumpit. Atau makan-makanan khas Korea seperti Tteokbokki, Jajangmyeon, Kimbab, Odeng, Kimchi, dan sebagainya. Gaya hidup seperti ini sebenarnya tidak masalah karena, berarti kita juga mempelajari dan menghargai kebudayaan negara lain. Namun, yang menjadi masalah adalah adanya penggemar yang memang terlalu berlebihan atau fanatik dalam menjadi Kpopers hingga nilai budaya Indonesia luntur dari diri mereka.

Perubahan gaya hidup ini juga tidak terjadi pada semua Kpopers. Karena, tetap saja sifat orang berbeda-beda. Maka, sama halnya dalam menyikapi kesukaan mereka terhadap K-Pop. Menurut saya, perubahan gaya hidup remaja penggemar K-Pop dapat diantisipasi melalui sikap memfilter segala modernisasi atau dampak K-Pop yang masuk dengan nilai-nilai budaya Indonesia. Agar dampak yang didapatkan dari menggemari K-Pop adalah dampak positifnya saja. Walaupun kita menjadi penggemar K-Pop, kita masih tetap generasi muda penerus bangsa Indonesia. Maka dari itu, marilah kita senantiasa bijaksana dalam menyikapi hal yang kita sukai.

Referensi

http://etheses.iainkediri.ac.id (Kajian Teori, Gaya Hidup)

https://ejournal.upi.edu (Faktor yang melatarbelakangi perubahan gaya hidup)

http://eprints.undip.ac.id (Gaya hidup generasi z sebagai penggemar fanatik)

https://galamedia.pikiran-rakyat.com/hiburan/pr-354190730/5-negara-ini-tercatat-miliki-penggemar-k-pop-terbanyak-di-dunia-indonesia-memimpin

1 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
1
0
profile picture

Written By Citra DYARA

This statement referred from