Teruntuk perempuan

profile picture Muflina kismaini

Teruntuk perempuan 
Oleh : Muflina kismaini 
• Abstrak

Dalam penulisan ini saya hanya ingin memaparkan bagaimana 
seharusnya seorang perempuan dalam ranah apapun,akhir-akhir ini 
sering kita dengarkan pembahasan mengenai kesetaraan gender,serta 
seringkali menjadi pembahasan kontroversial dikalangan muda-mudi, 
berbicara mengenai perempuan tidak akan ada habisnya, bahkan tidak 
akan kering,baik secara obyektif dan subjektif. seringkali pendapat serta 
argumentasi seorang perempuan dianggap sebagai pemikiran 
feminisme,pemikiran feminisme seorang perempuan seringkali tidak 
dapat di universalkan menjadi satu kebenaran bahkan tidak bisa 
ditentukan akhir ceritanya sebagai suatu yang telah usai perdebatannya.
Dalam hal ini pemeparan mengenai pemikiran seorang perempuan 
yang dikutip dalam kutipan RA.kartini “ bahwa perempuan dapat berdaya 
dan berdiri diatas kakinya sendiri, perempuan adalah sosok yang 
tangguh.Kini, kita sudah mendapatkan kesempatan untuk mengenyam 
pendidikan, dan menggapai cita-cita setinggi mungkin, seperti yang 
dikatakan oleh seorang najwa shihab bahwasanya perempuan adalah 
multi peran, jadi tidak ada seorang pun yang boleh mengatur atau bahkan 
menentukan jika perempuan harus begini dan begitu, harus menjadi 
seperti ini dan itu, tidak ada yang perlu berkecil atau menunduk sedih 
atas semua pemberitaan mengenai perempuan dimana-mana selalu 
perempuan, kita hanya perlu melawan dan membasmi setiap argumen 
yang menjatuhkan harga diri kita sebagai seorang perempuan.

• Pendahuluan

Alangkah baiknya jika kehidupan seorang perempuan tidak 
hanya sebatas kata tempat tidur, sumur dan dapur. Karena pada 
dasarnya setiap prempuan punya hak yang sama baik dari segi 
pendidikan, berpolitik, bahkan berkarir. Seringkali kita sebagai 
perempuan dijajakan dengan berbagai pertanyaan, mulai dari 
kenapa mesti sekolah tinggi, kenapa mesti harus bekerja diluar 
rumah, dan masih banyak lagi, sebagai perempuan yang awam akan 
pendidikan apa yang akan mereka jawab, apakah jawabannya 
mampu diterima si penanya sebagai hal yang diwajarkan saja 
karena keadaan si penjawab yang minim akan hal itu, tapi akan 
berbeda ceritanya jikalau yang kau tanya adalah mereka yang 
benar-benar faham akan kesetaraan antar sesama baik lelaki 
maupun perempuan mungkin mereka akan menjawab dengan tegas 
dan lantang bahwa kita sama-sama punya hak, dan jangan beri 
batasan untuk hal itu. Belum lagi pertanyaan mengenai mengapa 
harus berjilbab dan lain sebagainnya seolah perempuan memang 
makhluk lemah yang punya banyak aturan, contoh kecil yang sering 
terjadi kepada perempuan ketika akan melamar pekerjaan bukan 
wawasanya yang dipertanyakan melainkan cara berpakaianya yang 
menjadi poin utama, jika yang melamar pekerjaan tersebut adalah 
seorang muslimah bahkan sampai bercadar maka sipenanya akan 
terus bertanya seolah menginterogasi seorang teroris dan pada 
akhirnya hanyalah kalimat penolakan yang terdengar diakhir sesi 
tanya jawab, lalu harus seperti apa perempuan-perempuan itu?

• Metode
Sejauh ini tidak pada pendekatan atau pada sistem apapun, hanya 
Kejadian-kejadian yang sering terjadi sehingga dengan ini ada 
Begitu banyak steatment mengenai hal ini, semua hal yang 
Tercantum didalamnya benar-benar murni karena adanya 
Keresahan dan begitu banyaknya tanya yang mengalir disetiap ada kesempatan. 

• Kesimpulan dari pembahasan 
Bahwasannya setiap perempuan adalah kartini yang hidup di zaman 
yang berbeda, setiap perempuan adalah sosok yang patut untuk 
selalu diberikan haknya yang seharusnya memang mereka miliki, 
saya selaku penulis artikel ini berargumen bahwasannya apa yang 
membuat kaum lelaki begitu takut untuk lemudian tersaingi oleh 
kaum perempuan? bukankah jauh lebih baik jika kita sama-sama 
cerdas serta mencerdaskan. Bukankah hal itu jauh lebih mulia 
daripada sibuk mengoreksi sana sini mengenai hak masing-masing.
Kini kita benar-benar dihadapkan dengan argumen yang selalu 
berbeda-beda, maka dari itu teruntuk semua perempuan jangan 
pernah takut untuk menyuarakan ketidak adilan yang 
mengganggumu, bicaralah yang lantang jika ada yang mencoba 
merobek-robek kehormatanmu, marahlah jika ada yang ingin 
menukar harga dirimu dengan selembar kertas, jangan pernah 
takut, suaramu akan sangat lantang jika kita semua sama-sama 
bersuara. 
• Penutup
Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada siapapun yang 
berkenan membaca tulisan hasil pemikiran yang lahir dan bersarang 
diatas kepala saya, smoga saja ilmu dan pengetahuan kita terus 
bertambah, terus menjadi bahan pembelajaran disetiap langkah 
kehidupan kita, dan teruntuk perempuan kita harus tau apa yang 
menjadi hak kita, perlawanan bukan bentuk dari ketidak sopanan 
ketika harga dirimu di konyak,bersuaralah yang lantang sebab orang lain tak ingin mendengar jeritan rapuhmu. 

0 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
0
0
profile picture

Written By Muflina kismaini

This statement referred from