Orang mengatakan, keluarga adalah kunci dari sifat seseorang. Masalah nya, bagaimana seseorang yang hidup dilingkungan keluarga toxic untuk menjadi terbaik?
Dalam beberapa kasus, anak-anak yang cenderung mengalami hal seperti ini dapat memiliki imajinasi terlebih terhadap pembentukan dunia nya sendiri. Sehingga dalam pertemanan nya anak ini akan murung dan memisahkan diri, sehingga dia bersenang-senang di dunia yang dia buat sendiri.
Pandangan para teman terhadap anak tersebut dapat menjadi negatif. Tetapi, bagi yang memahami nya dan melihat dirinya pada masa lalu nya, dia cenderung tidak manyalahkan dan dapat menjadi teman satu Pergulaan yang bisa saling menyenangkan.
Namun tak dipungkiri pula, kalau anak ini dapat menjadi korban dari sifat anak toxic itu, karena setiap orang dapat di ketahui dari siapa teman nya. Begitulah ucap beberapa ahli.
Sehingga selain motivasi, pendekatan seseorang yang bersinggungan dengan nya sangatlah penting. Pendekatan yang bisa membuat dia terikat dengan kita tanpa melecutkan siapa jati diri kita sendiri. Karna yang terpenting, kita ingin menjadikan orang lebih baik. Bukan menjerumuskan nya pada pekerjaan yang tak sesuai dan gelap.
Kita sebagai manusia yang peduli, sebagai makhluk yang saling bersama. Harus memperhatikan saudara kita, dan membuat kita semua bahagia dengan penuh perhatian dan ketulusan.
Perhatian dan ketulusan itu dibangun, yang mungkin membosankan tapi pasti akan datang.