Bangun Pagi vs Bangun Siang

profile picture Zahra Radhiyya

Kesuksesan adalah salah satu hal yang tidak bisa datang dengan sendirinya, terkecuali jika seseorang tersebut memang sudah ditakdirkan untuk sukses dengan sendirinya. Dalam video yang berjudul Rahasia Orang Sukses Bangun Jam 5 Pagi?, Maudy Ayunda pernah mengemukakan insight yang dia dapat dari buku The 5 AM Club , “Untuk menjadi sukses, kita harus mau melakukan sesuatu yang tidak banyak orang lakukan, salah satunya rutin melakukan bangun pagi.” 

Dalam buku tersebut, penulis menjelaskan bahwa kebanyakan hal yang orang sukses kerjakan adalah bangun pagi, khususnya jam lima pagi. Kalau memang benar seperti itu, lantas bagaimana dengan Mark Zuckerberg, bos besar Facebook yang bangun pukul 8.00; Jonah Peretti, CEO Buzzfeed yang bangun pukul 8.30; bahkan Jerome Polin, seorang youtuber terkenal sekaligus penerima beasiswa Mitsui Bussan yang juga pernah bangun pukul 11 siang?

Dikutip dari tirto.id, Franzis Preckel (2011) pernah mengatakan bahwa orang yang bangun siang justru memiliki kekuatan memori, insting kecepatan, dan kemampuan kognitif yang lebih baik. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa orang yang bangun siang cenderung lebih kreatif. Menurut Randler dkk (2017), orang yang bangun siang justru lebih terbuka pada pengalaman baru. Penelitian-penelitian tersebut mungkin bisa dijadikan acuan untuk menjawab alasan Mark Zuckeberg, Jonah Peretti, Jerome Polin, dan orang-orang sukses lain yang memilih untuk bangun siang sehingga mereka bisa lebih kreatif dan memiliki kemampuan kognitif yang baik. 

Jika kita mengikuti keseharian Jerome Polin yang sering dibagikan lewat story Instagram-nya, tentu kita tahu bahwa Jerome adalah salah satu pemuda sukses yang sangat produktif. Keproduktifannya sering kali membuat dirinya tidur larut malam, bahkan sampai dini hari. Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa seorang Jerome sampai bisa bangun pukul 11 siang. Dari cerita Jerome tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan sementara bahwa kesuksesan tidak mutlak ditentukan oleh seberapa pagi kita bangun. Orang sukses yang memilih untuk bangun siang tentu memiliki alasan di balik keputusan tersebut. Baik itu untuk mengganti waktu tidur yang kurang atau untuk mengumpulkan stamina tubuh supaya betul-betul siap menjalani aktivitas selama sehari.

Mengenai penelitian tentang bangun siang yang sudah dibahas sebelumnya, saya setuju dengan statement tersebut. Orang-orang yang memilih untuk bangun di siang hari terbiasa  menghabiskan waktu malam mereka dengan begadang. Tujuannya untuk mencari ide cemerlang dan menuntaskan pekerjaan mereka. Beberapa orang memang baru bisa mengoptimalkan kemampuan berpikir kreatifnya pada malam hari, saat semua orang sedang tidur. Suasana hening tanpa kebisingan mampu membuat seseorang lebih fokus dalam berpikir atau menemukan ide-ide cemerlang karena tidak ada gangguan dari siapapun. 

Meskipun berpikir pada malam hari  dan bangun siang memberikan dampak positif pada otak, hal tersebut tentu bukanlah hal yang dianjurkan untuk kesehatan. Berpikir pada malam hari bahkan sampai larut malam menyebabkan kita memiliki waktu tidur kurang dari 7-8 jam. Terlebih jika sudah tidur larut malam dan hari berikutnya kita dipaksa untuk tetap bangun pagi. Padahal, waktu yang dibutuhkan orang dewasa untuk istirahat di malam hari adalah 7-8 jam. Oleh karena itu, tidak heran jika orang yang tidur larut malam memilih untuk bangun siang karena mereka ingin menebus waktu tidur yang kurang tersebut. Dalam artikel yang dimuat pada laman halodoc.com, dr. Rizal Fadli pernah mengatakan bahwa kurang tidur akan berakibat pada peningkatan risiko penyakit, seperti diabetes tipe 2, obesitas, hingga penurunan fungsi kognitif serta penyakit jantung. Jadi, menurut saya bangun siang hari dengan durasi yang cukup itu masih sah-sah saja selama waktu yang dihabiskan tidak kurang atau melebihi kebutuhan tidur orang dewasa. Dan tentunya, tidak mengganggu kewajiban lain yang harus segera diselesaikan.

Di sisi lain, orang sukses yang memilih untuk bangun pagi jumlahnya lebih banyak. Terlebih di negara Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Sebagai seorang muslim yang taat, sudah dijelaskan dalam kitab Alquran bahwa siang digunakan untuk bekerja dan malam untuk istirahat. Selain itu, ada juga perintah bangun pukul 5 pagi, yaitu untuk melaksanakan salat subuh. 

Dengan memilih untuk bangun pagi, banyak manfaat yang bisa didapat. Menurut Azzahra & Muda (2021) dalam The Virtue of Waking Up at Fajr According to Hadith, saat  fajar, malaikat  berdoa  untuk orang-orang   yang menafkahkan hartanya; bangun subuh dan berdoa mampu meningkatkan semangat dan kebahagiaan; akan dibukakan pintu rizki; dll. Sementara dalam laman klikdokter.com, dr. Atika mengatakan bahwa menurut Journal of Psychiatric Research, orang-orang yang bangun pada jam 6 pagi memiliki 25% kemungkinan yang lebih kecil mengalami depresi dibandingkan mereka yang senang tidur larut malam. Benar saja, ketika saya bangun pagi, saya merasa memiliki durasi waktu yang lebih lama dalam sehari sehingga banyak kegiatan yang bisa saya lakukan terutama saat pagi hari. Beberapa di antaranya saya bisa menikmati menu sarapan, ibadah di pagi hari, meregangkan otot-otot tubuh meskipun hanya 10 menit, dan memulai pekerjaan lebih awal. 

Dari banyaknya sumber yang sudah di bahas sebelumnya, tentu kita menjadi paham pola tidur apa yang seharusnya kita terapkan dan apa dampaknya, terutama untuk jangka panjang. Sekali lagi, seberapa pagi kita bangun itu tidak mutlak menentukan kesuksesan kita. Akan tetapi, bangun di pagi hari memberikan manfaat lebih banyak dibandingkan bangun siang hari. Selanjutnya, akan memilih bangun pagi atau bangun siang, itu adalah hak setiap orang. Yang terpenting, kita harus tahu sebab dan akibatnya saja. Sering bangun siang? Ah, santai, paling cuma penyakitan...

Azzahra, N., & Mudâ, H. (2021, April). The Virtue of Waking Up at Fajr According to Hadith. In Gunung Djati Conference Series (Vol. 4, pp. 849-855).

dr. Atika. 2020. Manfaat Bangun Tidur Lebih Pagi bagi Kesehatan. Diakses pada 180622, https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3614140/manfaat-bangun-tidur-lebih-pagi-bagi-kesehatan

dr Rizal. 2020. Ketahui Bahaya Tidur Kurang dari 7 Jam Sehari. https://www.halodoc.com/artikel/ketahui-bahaya-tidur-kurang-dari-7-jam-sehari 

Hasa, A. M. 2018. Bangun Siang Adalah Kunci Kesuksesan. Diakses melalui tirto.id, 180622, https://tirto.id/bangun-siang-adalah-kunci-kesuksesan-cGki 

Randler, C., Schredl, M., & Göritz, A. S. (2017). Chronotype, sleep behavior, and the big five personality factors. Sage Open7(3), 2158244017728321.

0 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
0
0
profile picture

Written By Zahra Radhiyya

This statement referred from