Benarkah Berita Negatif Lebih Menarik?
Sudah tidak bisa dipungkuri lagi, globalisasi membuat sebagian besar manusia terikat oleh kehadirannya atau paling tidak, sudah familiar akan kehadirannya. Di era modern sekarang ini, manusia dan teknolgi sudah menjadi seperti satu kesatuan yang selalu berdampingan dan sulit untuk dipisahkan. Perkembangan sekarang ini seperti sudah menjadi salah satu yang paling dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat. Tidak usah jauh-jauh, contoh dekatnya adalah disaat dahulu manusia harus membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengirimkan pesan atau kabar, sekarang hanya perlu beberapa detik saja untuk melakukannya. Contoh kecil ini sudah dapat menjelaskan betapa besarnya perubahan yang dihadapi manusia karena ulah 'globalisasi'.
Selain itu saat kita ingin mencari alamat suatu tempat. Tidak perlu lagi mampir diwarung atau menyapa orang yang lewat untuk menanyakan tujuan alamat kita, cukup gunakan GPS untuk mencarinya.Mengambil contoh lain, misalnya saat kita membutuhkan sebuah informasi. Tidak usah repot-repot harus mencarinya satu persatu dihalaman koran ataupun buku, praktisnya kita bisa langsung mencari dikolom pencarian browser. Hanya satu langkah, kita sudah bisa mendapat banyak informasi yang ingin kita ketahui.
Disini sudah terlihat jelas, betapa berpengaruhnya teknologi dengan kehidupan peradaban manusia sekarang. Peradaban ini membuat perubahan yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat diera sekarang dalam menjalani kehidupannya. Yang mana hal tersebut tidak luput juga dapat mempengaruhi tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Informasi yang mereka dapat ataupun berita yang sedang 'viral' di dunia maya dapat mempengaruhi persepsi, pemikiran, hingga tingkah laku pembacanya.
Sayangnya, selain banyak terdapat informasi faktual yang informatif, berkualitas, dan bermanfaat, diinternet juga menyajikan informasi-informasi atau berita-berita negatif yang jika dipikir-pikir juga cukup merugikan apabila disajikan kepada publik,dan parahnya lagi informasi itu justru yang lebih 'menarik' untuk dibaca oleh masyarakat umum. Contoh nyatanya adalah sekarang, dimana sekarang ini cukup banyak publik figure yang diangkat dari 'sensasi' nya di media sosial,dibandingkan diangkat karena 'prestasinya' dalam mengharumkan nama bangsa. Yang mana 'sensasi' itu pada awalnya memang membuat publik geram atau sekedar bertanya-tanya 'kenapa dia melakukan itu?' tapi pada akhirnya berita-berita semacam itulah yang paling diperhatikan publik daripada informasi sekedar prestasi anak bangsa dikancah internasional, karena dianggap lebih menarik dan menantang.
Mungkin sebagian orang menganggap hal itu sebagai 'hiburan saja' tapi justru hal ini mungkin dapat memicu banyak lagi kontroversi-kontraversi yang dilakukan oleh masyarakat untuk mendapatkan perhatian lebih dari publik. Masyarakat akan terpacu untuk melakukannya kembali atau mengikuti untuk melakukan hal negatif tersebut. Entah tujuannya ingin terkenal atau sekedar menambah pundi-pundi uang karena diundang diberbagai acara talkshow dan menjadi buah bibir dalam pembicaraan dikalangan masyarakat . Akibatnya, informasi-informasi yang tersaji dipublik kebanyakan adalah informasi yang mengandung unsur kontroversi yang jika kita lihat-lihat tidak ada mengandung unsur pembelajaran yang berguna untuk kita sendiri sebagai pembaca. Ini juga akan mengurangi kualitas berita yang tersaji dinegara kita.
Meninjau lebih jauh, jika hal ini dibiarkan maka minat literasi masyarakat Indonesia juga akan berdampak mengkhawatirkan.yang mana mereka lebih tertarik untuk membaca hal-hal negatif yang kurang bermanfaat, yang tidak akan menambah wawasan dan pengetahuan yang berguna untuk masyarakat. Pemikiran masyarakat sebagai pembaca pun tak luput dari pengaruhnya, pikiran mereka akan didominasi oleh info-info, pengetahuan dan persepsi negatif dibandingkan wawasan positif yang jauh lebih bermanfaat.
Banyak orang zaman sekarang yang lebih tau 'sensasi hangat minggu ini' daripada 'prestasi bangsa minggu ini' atau lebih memprihatinkannya banyak yang lebih tau 'siapa yang paling sombong ditanah air' dari pada 'siapa yang paling pintar sejarah di tanah air' . Tak jarang berita-berita negatif itu juga dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat secara berlebihan. Misalnya,dengan adanya berita negatif yang beredar di masyarakat luas, besar kemungkinan akan ditiru oleh si pembaca, terlebih lagi jika pembaca nya adalah anak-anak yang belum bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Mereka berpotensi besar untuk meniru hal buruk itu.Berbeda jika informasi postif dan bermanfaat lebih menarik minat masyarakat dan lebih eksis, pastilah masyarakatpun juga turun mengikuti hal-hal positif dari informasi yang mereka peroleh. Hal demikian juga berikutnya akan mempengaruhi kualitas generasi anak bangsa. Mereka dengan segala perilaku negatifnya tentu tidak akan bisa menuntun bangsa ini menjadi lebih baik kedepannya. Sebaliknya, generasi dengan segala perilaku dan potensi positifnya pastilah akan membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju dan berkembang dibawah kendali mereka.
Sudah sepantasnya kita sebagai masyarakat Indonesia harus lebih cermat dan bijak dalam menanggapi perkembangan globalisasi yang sangat mempengaruhi sendi kehidupan kita ini. Perlu diingat, selain segala dampak positif yang diberikan, perkembangan teknologi juga akan selalu memberikan dampak negatif bagi penggunanya .Salah satu caranya adalah dengan memilih dan menanggapi berita-berita positif yang bermanfaat. Menyebarkan dan menerapkan nilai positif dari berita yang kita peroleh. Jangan sampai kita turut mengambil bagian untuk 'membumbui' berita negatif dimasyarakat.
Menanggapi hal ini, pendidikan sejak dini kepada masyarakat sepertinya memang harus dan penting dilakukan. Mengingat betapa berpengaruhnya dasar bagaimana harus bersikap dan bertingkah laku yang ditanamakan sejak kecil. Selain menjadi upaya preventif yang akan membekali generasi penerus dalam menghadapi dampak buruk seperti penyebaran informasi negatif tadi, hal ini juga turut akan mempengaruhi pola pikir mereka mengenai seleksi peradaban kehidupan kedepannya. Mereka akan mengetahui apa yang pantas dan tidak pantas untuk disebarkan atau sekedar ditanggapi dan dibaca. Mereka akan mengetahui, langkah tepat apa yang diambil,dan bagaimana mereka menanggapi kehidupan yang akan dijalani kedepannya.