Film Favorit warga +62, Film Hype atau sesuai minat?

profile picture Syamil Basayev

Awal tahun 2022 di negara warga +62, ada banyak sekali film-film yang menjadi rekomendasi buat ditonton saat weekend ataupun waktu kosong. Baik itu film yang telah dirilis ataupun film dengan poster film dekat bioskop yang masih berlabel “coming soon”. Sebagai contoh film yang akan dirilis dalam waktu dekat dan dapat menjadi rekomendasi film buat ditonton antara lain: Thor: Love and Thunder, My Sassy Girl, dll. Adapun film yang telah dirilis dan menjadi HYPE saat perilisannya, sampai-sampai tiket bioskop yang terjual membeludak antara lain: Spider-Man: No Way Home, Doctor Strange In the Multiverse of Madness(2022), KKN di Desa Penari(2022), dll.

Dari beberapa judul film yang akan rilis tahun ini, film Thor: Love and Thunder berkemungkinan besar akan menjadi salah satu film yang HYPE di negara +62 saat perilisannya nanti. Hal itu dapat dipastikan dari pola ketertarikan film masyarakat Indonesia terhadap jenis kategori film dan genre film itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari pencapai film Spider-Man: No Way Home(2021) yang berhasil memikat hati 8 juta penonton di Indonesia. Hal tersebut dapat dimaklumi karena film Spider-Man: No Way Home sendiri merupakan film yang bergenre superhero dan termasuk kedalam waralaba film semesta MCU(MCU sendiri merupakan waralaba film yang dirintis oleh studio film Marvel). Selain itu, MCU sendiri telah memiliki Fandom yang luas di Indonesia. Sehingga setiap perilisan film dari waralaba tersebut akan menjadi HYPE dan tiketnya akan diborong oleh para penggemar film waralaba tersebut. Hal serupa juga terjadi saat perilisan film Doctor Strange In the Multiverse of Madness(2022) yang menjadi HYPE karena termasuk ke dalam waralaba film MCU.

Dari pemaparan di atas, dapat dipastikan bahwa film Thor: Love and Thunder(yang juga termasuk ke dalam waralaba MCU) akan HYPE saat perilisannya nanti. Lalu, bagaimana dengan film KKN di Desa Penari yang berhasil memikat hati 7 juta penonton di bioskop. Nah, untuk kasus ketenaran film KKN sendiri, dapat terjadi karena HYPE yang memang telah timbul sejak beberapa tahun sebelum perilisannya. Film KKN sendiri merupakan film horor adaptasi dari tweet-an salah satu pengguna twitter yang menceritakan pengalaman horornya di saat ia melakukan KKN(program mahasiswa Kuliah Kerja Nyata) di desa tersebut. Selain itu film KKN yang mengusung genre horor, juga memiliki peran besar dalam kesuksesan film tersebut. Karena, genre horor sendiri telah melekat di hati para penonton Indonesia sejak lama. Ditambah lagi HYPE film horor yang semakin bergejolak semenjak perilisan film Pengabdi Setan(2017) yang dianggap film horor terbaik pada masanya. 

Nah, dari pernyataan-pernyataan di atas dapat kita simpulkan bahwa pola ketertarikan film masyarakat Indonesia lebih condong menyukai film bergenre horor atau bertema Superhero. Akan tetapi, ada kemungkinan sebuah film untuk sukses memikat hati masyarakat. Kemungkinan tersebut dapat terwujud dengan ‘HYPE’ yang ditimbulkan oleh suatu film. Sebagai contoh film yang sukses karena ‘HYPE’ yang ditimbulkan antara lain adalah: Dear Nathan dan Dilan.

Kedua waralaba film tersebut sama-sama mengusung genre romantis dan sama-sama diadaptasi dari novel bestseller yang tentu juga menjadi faktor pendorong HYPE perilisan kedua film tetsebut. Hal yang sama juga terjadi saat perilisan film Mariposa, Ayat-Ayat Cinta, dll.

Dari seluruh penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa HYPE-nya suatu film akan menambahkan minat dan ketertarikan masyarakat untuk menonton film tersebut. Genre dan tema film yang disajikan juga tentu akan mengambil andil yang besar dalam kesuksesan suatu film.

2 Agree 1 opinion
0 Disagree 0 opinions
2
0
profile picture

Written By Syamil Basayev

This statement referred from