Globalisasi, budaya dan bangsa Indonesia
Hidup di era globalisasi yang serba cepat ini menuntut kita untuk terus beradaptasi terhadap berbagai perkembangan di segala bidang, diantaranya teknologi, ekonomi, politik, sosial dan budaya. Dampak positif yang dibawa oleh globalisasi sangatlah banyak, mulai dari berkembangnya pengetahuan dan teknologi, peningkatan arus ekonomi dan taraf hidup serta perubahan tata nilai dan sikap. Sayangnya dibalik itu semua globalisasi juga membawa berbagai dampak yang bersifat negatif seperti pola hidup yang konsumtif, sikap individualistik dan kesenjangan sosial di masyarakat. Sebelum masuk ke pembahasan kita perlu terlebih dahulu memahami konsep globalisasi langsung dari ahlinya.
- Pendapat para ahli.
Penulis asal Britania raya Malcom Waters mengartikan globalisasi sebagai sebuah proses sosial yang mengakibatkan hilangnya urgensi atau kepentingan batas geografis serta keadaan sosial budaya yang ada di seluruh dunia.
Jan Aart Scholte, seorang profesor di Leiden university mendefinisikan globalisasi sebagai berkembangnya hubungan internasional, dalam hal ini setiap negara tetap mempertahankan identitas masing-masing, tetap menjadi semakin ketergantungan satu dengan yang lain.
Achmad Suparman berpendapat bahwa globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dari setiap individu yang ada di dunia tanpa dibatasi oleh wilayah. Dari pendapat-pendapat para ahli di atas dapat kita simpulkan bahwa globalisasi adalah suatu proses sosial yang menghilangkan batas geografis yang menjadikan saling ketergantungan dengan tetap mempertahankan ciri khas dan identitas masing-masing. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah ‘ketergantungan’ yang dipicu oleh globalisasi ini berdampak baik untuk Indonesia dan budayanya? Atau malah merusak ciri khas dan identitas sehingga mengakibatkan hilangnya budaya dan nilai-nilai yang dianggap sakral oleh masyarakat kita hari ini.
- Indonesia kaya akan budaya.
Indonesia adalah salah satu negara yang paling kaya dari segi budaya, bahkan banyak ahli sejarah yang menganggap persatuan negeri kita sebagai suatu hal yang mustahil dikarenakan keragaman suku, budaya dan bahasa yang menjadi satu kesatuan. Globalisasi memudahkan pengaruh luar masuk ke negeri ini sehingga seluruh aspek kehidupan kita ikut terpengaruh termasuk kebudayaan.
- Arti dari budaya dan pengaruhnya pada seseorang
Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan, dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Oleh karena itu nilai-nilai berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikirannya.
- Mudahnya budaya asing masuk ke negeri kita.
Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial dalam globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru negara-negara maju. Akibatnya, negara-negara berkembang, seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian kita.
- Dampak budaya asing di kalangan muda.
Contoh dari pengaruh budaya luar dapat kita temukan di film-film barat dan Asia timur yang sekarang ini cukup fenomenal di kalangan anak muda, film-film tersebut kerap mempertontonkan adegan yang tidak sejalan dengan nilai moral bangsa kita yang mungkin dianggap lumrah diluar sana, Culture shock ini kemudian menjadikan anak-anak muda dengan mudah menerima semua yang mereka lihat tanpa mempertimbangkan nilai-nilai moral yang ada dengan dalih pemikiran terbuka, akibatnya budaya Indonesia yang kaya makin tergantikan oleh budaya-budaya luar, nilai-nilai moral yang ada dimasyarakat dianggap feodal dan kuno karena tidak mengikuti ‘tren’ yang ada.
- Cara menyikapi Globalisasi.
Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Dalam proses alami ini, setiap bangsa akan berusaha menyesuaikan budaya mereka dengan perkembangan baru sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dan menghindari kehancuran. Dalam proses ini, negara-negara harus memperkukuh dimensi budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing. Jadi apakah globalisasi itu hal yang buruk? Apakah kita harus menutup rapat-rapat mata dan telinga kita terhadap pengaruh budaya luar? Globalisasi memang datang dengan berbagai kekurangannya, tapi bukan berarti kita harus menutup rapat-rapat pikiran kita, justru kita harus menjadi orang yang open minded atau berpemikiran terbuka. Namun seberapa jauhkah batasan keterbukaan pikiran yang wajar? Sifat Open minded memang merupakan sesuatu yang bagus, namun akan menjadi bumerang bagi kita kalau tidak dibarengi dengan sifat skeptis. Sederhananya, ketika kita mendapati sesuatu yang baru dari budaya orang hendaknya kita membuka pikiran kita namun juga waspada dan skeptis terhadap nilai-nilai yang sekiranya tidak sesuai dengan norma dan agama, dengan begitu kita dapat menjadi bagian dari masyarakat global yang satu dengan tetap mempertahankan nilai-nilai dan prinsip yang kita anggap ideal. Kita juga harus ingat untuk terus mempopulerkan budaya Indonesia ke seantero dunia dengan terus menghidupkannya.
- Sudut pandang.
Terakhir, perlu diingat juga bahwa semuanya yang ada didunia ini memiliki dua sisi, cahaya pasti memiliki bayangan dan semakin terang cahayanya semakin gelap pula bayangannya. Jangan pernah melihat sesuatu dari satu sudut pandang semata, budaya suatu negara yang kita lihat di gadget kita hari ini hanyalah apa yang mereka ingin kita lihat, oleh karena itu hendaknya kita melihat keadaan negeri tersebut secara keseluruhan sehingga kita dapat menilainya untuk diri kita sendiri, mungkin itulah yang dapat disebut adaptasi.
Sumber-sumber yang dijadikan referensi dalam pembuatan artikel ini:
- https://www.merdeka.com/sumut/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi-ketahui-bahaya-dan-manfaatnya-kln.html
- https://radarsemarang.jawapos.com/artikel/untukmu-guruku/2021/03/20/pengaruh-globalisasi-terhadap-budaya/
- https://www.suara.com/news/2021/10/07/153838/pengertian-globalisasi-menurut-para-pakar-malcom-waters-hingga-selo-soemardjan