Adakah Batasan dalam Mengidolakan Figur Publik?

profile picture syveixn

Kita semua pasti pernah memiliki sosok yang menjadi figur publik atau idola di dalam hidup kita. Mulai dari sosok orang tua, keluarga, teman sebaya, tokoh di dalam film, tokoh agama, tokoh politik, hingga tokoh-tokoh terkenal lainnya. Memiliki sosok idola bahkan dianjurkan oleh para ahli, karena dengan memiliki seorang idola, hidup kita dapat lebih terinspirasi, dapat meningkatkan potensi dalam diri, memiliki alasan untuk terus berkarya, dan masih banyak lagi. Lalu, apa yang membuat diri kita memiliki seorang figur publik atau idola?

Mengapa Kita Mengidolakan Seseorang?

Faktor seseorang memiliki idola atau figur publik ialah karena kita, adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan dan saling bergantung satu sama lain. Kita membutuhkan seseorang yang menjadi panutan dan teladan di hidup kita untuk menjalani kehidupan ini. Karena ada banyak sekali figur-figur publik yang lahir jauh sebelum kita, yang lebih tahu dan memiliki banyak pengalaman daripada kita dari berbagai segi kehidupan. Kita membutuhkan mereka untuk belajar, untuk mengerti, untuk memiliki pedoman, bahkan untuk menjadi motivator di dalam diri kita. Mulai dari tokoh agama seperti Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, tokoh masyarakat di sekitar kita, tokoh politik seperti presiden dan para menteri, artis atau pemain film, anggota keluarga, bahkan teman sebaya kita pun bisa kita jadikan sebagai seorang idola. Tapi, apakah dalam mengidolakan seorang idola atau figur publik ada batasannya?

Adakah Batasannya?

Jawabannya, pasti ada. Dan jangan salah, idola atau figur publik juga manusia, lho? Selain memiliki kehidupan di dalam dunia pekerjaan atau publiknya, mereka juga memiliki kehidupan pribadi mereka sendiri yang bersifat privasi. Mungkin terkadang di antara mereka ada yang mengekspos kehidupan pribadi mereka di hadapan publik, tapi kita juga harus tahu bahwa masih ada banyak lagi kehidupan pribadi mereka lainnya yang mereka tidak ekspos di hadapan publik dan itu hal yang wajar bagi mereka untuk tetap menjaga kehidupan pribadinya. Menjadikan seseorang menjadi sosok panutan atau role model di dalam kehidupan adalah hal yang wajar dan baik bagi diri kita bila tidak dilakukan secara berlebihan. Sebaliknya, apabila kita melakukannya secara berlebihan, dapat menimbulkan berbagai hal yang tidak diinginkan. Misalnya, kalian mengidolakan sosok figur publik yang kalian ikuti selama 5 tahun terakhir. Lalu, kalian mulai terobsesi dengan sang idola hingga melakukan hal-hal ilegal yang seharusnya tidak dilakukan sebagai seorang penggemar yang bahkan dapat mengancam keamanan figur publik itu sendiri. Juga, menjadi tidak wajar apabila kalian tidak dapat membedakan kehidupan pekerjaan dan pribadi idola kalian sendiri, karena masih banyak penggemar yang secara tidak sadar mengatasnamakan idola mereka sendiri untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. 

Jadi intinya, jika kita sudah merasa kelewatan atau berlebihan sebagai penggemar, seperti menguntit keberadaan idola kita secara diam-diam, mengulik kehidupan masa lalunya, menggali informasi idola dari keluarga hingga orang-orang terdekat sang idola dengan cara memaksa, mengubah penampilan dengan cara yang tidak wajar agar serupa dengan sang idola, hingga hal-hal berbahaya lainnya, mulailah untuk mengurangi itu semua dan mulai menyadari bahwa perbuatan-perbuatan tersebut sudah melewati batasan kita sebagai seorang penggemar.

Sehingga, seseorang yang memiliki obsesi berlebihan hingga dapat melakukan hal-hal ilegal inilah yang perlu kita perbaiki. Coba kalian ingat pada saat awal kalian mengidolakan idola kalian, mulailah bertanya kepada diri sendiri. Sejak kapan saya mengidolakannya? Apa yang membuat saya mengidolakannya? Apakah saya mengidolakan idola saya dengan batasan dan tidak berlebihan? Apakah jika saya melakukan ini, dapat mengganggu privasi dan keamanan idola saya sendiri? Dengan bertanya dan berintrospeksi kepada diri sendiri, dapat menjadi langkah awal kita untuk menjadi seorang penggemar yang ideal dan sehat tanpa merugikan pihak manapun khususnya idola kita dan diri sendiri. Maka dari itu, penting bagi kita dalam menanggapi dan menyikapi berbagai macam hal pada era digital yang bebas dan luas ini. Kita harus bisa memilah mana yang seharusnya dilakukan mana yang tidak, agar berbagai hal dapat berjalan dengan semestinya. 

Manfaat Memiliki Seorang Idola!

Ketika kita dapat membatasi peran kita sebagai penggemar, dari sanalah kita dapat merasakan berbagai manfaat dalam memiliki sosok idola di dalam hidup kita. Seperti mempelajari budaya baru, bahasa baru, memiliki motivasi di dalam hidup, mengetahui potensi dalam diri, menambah pengalaman, hingga skill dalam membagi waktu antara dunia pekerjaan dan dunia pendidikan, dan masih banyak lagi jika kita dapat mengambil sisi positif dari sang idola. Banyak banget ya, yang bisa kita dapatkan jika kita memiliki sosok inspirasi atau role model di dalam hidup kita. Yuk sama-sama menjadi seorang penggemar yang mengetahui batasannya! 

Jadi, siapa aja sih yang kalian jadikan sebagai sosok idola atau role model di dalam hidup kalian? Dan apa aja alasannya? :)

6 Agree 3 opinions
0 Disagree 0 opinions
6
0
profile picture

Written By syveixn

This statement referred from