Wisata jawa barat yang hilang
Berwisata merupakan cara manusia untuk mengrileksasikan pikiran dari likuk pikuk keseharian dari bekerja mengurus rumah tangga hingga bersekolah. Di masa pandemi yang sudah mulai memudar ini banyak wisata serta restoran , mall mulai beroprasi dengan normal lagi, dengan itu masyarakat banyak mengujungin berbagai tempat wisata, kuliner serta mall sebagi tempat penghilang penat. Tak jarang meraka datang ke tempat tersebut karna media sosial yang menjajnjikan ke indahn serta kenyaman di temapat yang di saji. Dengan berkembangnya media sosial masyarakat akan lebih mudah mendapat kan informasi apapun, sepeti tempat wisata tai jarang ada pula tempat wisata yang kini menjadi terbengkalai karena banyaknya faktor di dalam nya. Seperti kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung, kurangnya promosi dan juga faktor kebersihan. Contohnya seperti wisata danau situ ciburuy. Situ tersebut sangat terkenal pada masa nya bahkan sampai di ciptakan lagu daerah khas jawa barat yang berbunyi. “ situ ciburuy laukna hese di pancing nyeredet hate ningali menclak caina , duh eta saha nu ngalangkung unggal enjing enyeredet hate ningali sorot socana bubuy bulan ". Tidak asing bukan dengan lirik lagu tersebut bagi orang jawa barat pasti sudah tidak asing lagi dengan lagu tersebut pasalnya situ ciburuy dulu nya sangat dikenal. Tetapi seiring berkembangnya tahun situ tersebut menjadi tidak terurus bahkan banyak rumput ilalang yang hinggap di tembok. Tidak seramai dulu begitu penuturan warga di sana, siru ciburuy menyajikan berbagai wisata alam yang eksotis di jawa barat seperti, perberahu, manancing , dan terdapat resito yang menyajikan es kepala muda dan lainnya. Di 2019 situ ciburuy mulai di lirik lagi oleh pemerintah dan hingga sekarang di pesisir situ tersebut sedang ada relikasi atau perbaikan dan penataan yang baik agar situ ciburuy di lirik orang masyarakat lagi, pembangunan nya sedang berlansung hingga kini dan semoga banyak manfaat bagi masyarakat sekitar agar usaha umkm berjalan lagi.