Benarkah Lulusan Sarjana Memiliki Peluang Lebih Besar Untuk Bekerja?

profile picture nur rochmawati

Mungkin sebagian dari kita sering mendengar istilah "semakin tinggi pendidikan maka akan semakin mudah dalam mendapatkan pekerjaan". Istilah tersebut bisa dianggap benar karena nyatanya hampir sebagian besar perusahaan memasang persyaratan untuk kandidat calon karyawannya dengan kualifikasi tertentu menyangkut standar minimal pendidikan. Dari kebanyakan informasi mengenai lowongan pekerjaan yang beredar hampir selalu mensyaratkan kualifikasi minimal sarjana atau lulusan sarjana untuk menempati sebagian posisi menyangkut aspek manajerial perusahaan. 

Hampir tidak pernah ada pekerja lulusan sekolah menengah akhir yang mendapatkan posisi strategis pekerjaan khususnya untuk level staff ke atas. Kalaupun ada umumnya mereka sudah bekerja cukup lama dan diberikan promosi jabatan oleh atasannya. Dan itu pun biasanya masih ada persyaratan lain dimana yang bersangkutan harus melanjutkan serta menuntaskan pendidikan kuliah terlebih dahulu. Level pendidikan sejauh ini memang masih menjadi acuan utama beberapa perusahaan untuk menyeleksi calon pekerjanya. Pendidikan tinggi berarti jabatan tinggi, pendidikan rendah berarti jabatan rendah.

Dalam dunia kerja, lulusan sarjana juga mempunyai banyak kelebihan diantaranya pola pikir dalam menyelesaikan masalah. Ketika masa perkuliahan mahasiswa dituntut untuk mencari informasi sendiri dengan bertanya kepada dosen atau teman. Materi kuliah pun tersedia seadanya sesuai silabus selanjutnya mahasiswa diharuskan mencari atau mengeksplorasi materi secara mandiri. Ketika kerja kelompok antar mahasiswa, hasilnya cenderung bagus karena saling memahami satu sama lain. Mereka sadar jika ada satu hal saja yang kurang maka akan berakibat pada nilai tim. Dari sini dapat dilihat mahasiswa bisa bekerja secara individu maupun dengan tim. Mahasiswa juga dididik untuk menyelesaikan masalahnya sendiri maupun masalahnya dengan orang lain. Dalam menghadapi masalah, mahasiswa menganalisa, lalu membuat keputusan, dan kemudian menyelesaikan masalah tersebut. Seiring kemampuannya dalam menyelesaikan permasalahan, ia terbiasa untuk menyelesaikannya dan pola pikirnya terbentuk.

Selain itu di masa perkuliahan, mahasiswa tidak jarang mendapat tugas presentasi. Saat presentasi, mahasiswa dituntut agar bisa menyampaikan dan menyusun kata dengan baik, serta berpendapat ketika sesi sharing dan tanya jawab dibuka. Dan oleh sebab itu mahasiswa terdidik untuk berkomunikasi yang baik sehingga saat bicara dengan orang lain ia tidak akan gugup karena ia sudah terbiasa berkomunikasi dengan orang lain. Dan seperti yang kita tahu kemampuan komunikasi yang baik dibutuhkan oleh setiap perusahaan untuk menjalin kerjasama dengan klien, investor atau perusahaan lain.

Dibangku perkuliahan mahasiswa juga belajar banyak keahlian diantarnya adalah kemampuan negoisasi, seperti kasus ganti jadwal kuliah, janjian ketemuan dengan dosen dalam hal project, bimbingan skripsi dan lainnya. Selain itu mahasiswa juga belajar keahlian ketik-mengetik, berpikir kritis, membuat laporan hasil praktek atau penelitian dan masih banyak lagi. Karena itu mahasiswa mempunyai wawasan yang luas. Berbekal itu bisa dipastikan lulusan sarjana dapat menyerap ilmu dan informasi baru dengan cepat begitu juga dengan pemahamannya karena ia telah terbiasa semenjak duduk di bangku kuliah. Perusahaan sangat membutuhkan pekerja yang dapat menerima ilmu dan informasi dengan cepat karena hal itu dapat memajukan perusahaan.

Saat mahasiswa melakukan skripsi atau tugas akhir ia belajar banyak hal yang sangat berguna untuk karirnya atau ketika ia akan melamar pekerjaan. Diantaranya adalah mahasiswa belajar menulis skripsi atau tugas akhir dengan menggunakan bahasa yang formal dan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Sehingga tidak asal meyingkat bahasa atau menggunakan penggantian bahasa seperti kata “alay”. Penilaian terhadap seseorang juga dapat dilihat dari cara seseorang menulis. Karena secara tidak sadar, menulis berpengaruh juga untuk penyampaian pendapat dalam hal apapun, tanda baca, ambiguitas, penerapan bahasa asing yang sesuai, dan sebagainya. 

Dalam melakukan tugas skripsi mahasiswa dididik untuk mencari fakta yang benar, entah dari penelitian, media yang kredibel, berbasis bukti, literatur, dan tidak mudah terpengaruh oleh hoax. Kesabaran extra yang didapatkan mahasiswa ketika menyusun skripsi biasanya akan terbawa sampai dia lulus, bagaimana menampung data, mengolah pendapat pembimbing 1 dan 2, menyampaikan karya tulis yang baik.

Di bangku perkuliahan juga kita akan bergaul dan bersosialisasi dengan teman yang cangkupannya  lebih luas dan kultur yang berbeda apa lagi di kampus bergengsi. Tidak hanya beda kota saja, kita akan mempunya teman beda provinsi maupun beda pulau terkadang juga beda negara juga. Hal ini tentu penting dengan alasan klise, teman akan bisa menjadi relasi kerja kita kedepannya. Dengan kuliah akan membuat kita mempunyai relasi yang lebih luas. Relasi yang berasal dari dosen-dosen atau tenaga pengajar, relasi dari kalangan teman mahasiswa, relasi dari pimpinan universitas dan relasi lainnya di masyarakat hingga tokoh nasional. Kita juga bisa menambah relasi dengan aktif berorganisasi di kampus, pertukaran mahasiswa, terlibat aksi sosial seperti menjadi volunteer dan magang kerja.

Begitu banyak keuntungan yang didapatkan ketika kita berkuliah dan lulus menjadi sarjana dan tentunya saat kita akan melamar pekerjaan. Banyak ilmu dan pengalaman semasa kuliah yang kita dapatkan dan akan sangat berguna di dunia kerja. Dan itu akan menjadi alasan mengapa lulusan sarjana memiliki peluang lebih besar untuk bekerja. 

Kuliah memang tidak menjamin seseorang hidup sukses. Karena tidak adanya jaminan seseorang bisa kerja dengan gaji tinggi selepas lulus kuliah. Kuliah hanyalah membantu seseorang bisa lebih sukses lagi hidupnya. Ini karena ilmu tambahan yang lebih lengkap dan detail yang didapatkan di bangku pekuliahan. Ditambah lagi dengan banyaknya relasi yang diperoleh. “Kuliah tidak menjamin kesuksesanmu, tetapi dengan kuliah, kesuksesanmu lebih terjamin”.

36 Agree 31 opinions
0 Disagree 0 opinions
36
0
profile picture

Written By nur rochmawati

This statement referred from