Singkirkan Lewandowski, Pantaskah Lionel Messi raih Ballon d'Or 2021?

profile picture desrezaarief

Setelah tahun lalu tidak diadakan akibat pandemi Covid19, penghargaan pemain terbaik di dunia Ballon d’Or tahun 2021 kembali digelar. Lionel Messi akhirnya menjadi juara di ajang penghargaan ini setelah mengalahkan pesaingnya Robert Lewandowski. Kritik dan kontroversi pun bermunculan setelah penghargaan yang diprakarsai France Football tersebut dilangsungkan. Pantaskan Lionel Messi meraih penghargaan Ballon d’Or 2021?

Legenda Barcelona tersebut total telah meraih 7 penghargaan Ballon d’Or. Tahun ini ia meraih 613 poin, unggul 33 poin dari Lewandowski di peringkat kedua. Penghargaan bergengsi itu diraih oleh Messi setelah tahun lalu tampil gemilang bersama Barcelona dengan torehan 38 gol dan 14 assist serta membawa Barca memenangi Copa del Rey. Di level timnas, Messi dan kolega memutus puasa gelar Argentina dengan menjuarai Copa America 2021 setelah penantian panjang selama 28 tahun.

Kritik terhadap Messi yang memenangi Ballon d’Or muncul karena ia dianggap belum tampil baik bersama klub barunya Paris St. Germain. Di PSG, keran gol Messi belum seperti saat dia masih berseragam Barcelona. Berbeda dengan Lewandowski yang tampil sangat baik dari awal musim bersama Bayern Munchen.

Lewandowski tampil sangat gemilang musim lalu bersama Bayern. Secara keseluruhan ia mencetak 40 gol dalam 48 laga bersama Bayern Munchen di semua kompetisi. Ketajaman Lewandowski berlanjut pada musim ini. Dari 20 laga yang telah ia jalani, pemain berusia 33 tahun itu sukses mencetak 25 gol.

Namun ketajaman Lewandowski tak berlanjut bersama timnas Polandia. Pada ajang Euro 2020 lalu, Polandia berada di posisi juru kunci setelah hanya meraih hasil satu kali imbang dan dua kali kekalahan di babak penyisihan grup. Hal itu membuat Polandia harus angkat koper terlebih dahulu.

Secara kualitas individu, tak ada yang bisa menampik bahwa Lionel Messi memang berada di level yang jauh dari pemain lain. Namun jika berbicara performa sejak awal musim 2021/2022, Messi belum menyamai Lewandowski. Hal inilah yang kemudian memicu komentar negatif terhadap penghargaan Ballon d’Or tahun ini.

Toni Kroos yang pernah bermain satu tim bersama Lewandowski terang-terangan mengatakan bahwa Messi sangat tidak layak meraih penghargaan tersebut di tahun ini. Ia menilai bahwa Lewy, sapaan akrab Lewandowski, jauh lebih bersinar bersama Munchen. Selain pelaku sepak bola, para netizen penikmat si kulit bundar pun banyak yang kecewa terhadap France Football yang menjadi penyelenggara. Mereka berpendapat bahwa gelar Ballon d’Or 2021 telah dirampok dari Lewy. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana tata cara pemilihan pemenang Ballon d’Or? Adakah kecurangan dalam proses pemilihannya?

Pada penghargaan Ballon d’Or tahun ini, Messi meraih poin paling tinggi dari hasil voting oleh jurnalis dari 170 negara. France Football yang menjadi penyelenggara pertama-tama merilis 30 pemain terbaik. Pemilihan 30 pemain ini merupakan murni dari tim redaksi media Perancis tersebut.

Setelah itu, jurnalis terpilih dari seluruh dunia memberikan hak voting kepada tiga pemain yang menurut mereka terbaik. Total poin dari hasil voting kemudian diakumulasikan sehingga muncullah urutan pemain dari 1 sampai 30.

Pemilihan pemenang akan menggunakan order of merit system. Sistem ini mengacu pada tiga hal yaitu performa individu dan tim, aspek talenta dan fairplay, serta penilaian pemain sepanjang kariernya. France Football kemudian mengambil lima kandidat dari hasil voting para jurnalis. Selanjutnya jurnalis yang memiliki hak voting memilih 3 orang pemain yang berada pada top 5 yang dilandaskan perhitungan merit tersebut.

Pemain-pemain yang dipilih oleh jurnalis masing-masing akan mendapatkan poin. Pemain dengan urutan pertama yang dipilih akan meraih 6 poin. Sementara pemain di urutan kedua akan meraih 4 poin, di urutan ketiga meraih 3 poin, pemain urutan keempat 2 poin, serta pemain di urutan kelima meraih 1 poin.

Sistem voting oleh para jurnalis internasional yang terpilih dianggap tidak lagi adil oleh para warganet. Mereka menilai bahwa dengan sistem voting, maka pemenang adalah pemain yang paling disukai oleh jurnalis secara pribadi, melupakan pencapaian pemain di level timnas maupun klub.

Terlepas dari hasil voting yang banyak menimbulkan kontroversi, jika dilihat secara statistik, Lionel Messi memang lebih unggul dari Lewandowski. Berdasarkan rating dari sofascore, Messi memiliki rata-rata 8.17, unggul dari Lewandowski yang memiliki rata-rata 7.74 di liga masing-masing. Lewandowski memang unggul dalam hal mencetak gol, namun jika mengacu statistik lain, peran Messi jauh lebih lengkap daripada Lewandowski.

Messi memiliki catatan shots per game 5.6 shots on target, unggul dibandingkan 2.3 milik Lewandowski. Messi juga hanya melewatkan 11 kali peluang emas, lebih sedikit dari Lewandowski yang melewatkan 25 kali peluang. Belum lagi jika melihat jumlah assist, umpan kunci, serta berbagai atribut lainnya. Statistik Messi memang jauh lebih unggul daripada Lewandowski.

Melihat dari perbandingan kedua pemain tersebut, menurut kamu, pantaskah Lionel Messi meraih penghargaan Ballon d’Or tahun ini? Atau seharusnya Lewandowski yang menang?

0 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
0
0
profile picture

Written By desrezaarief

This statement referred from