Kesepian karena gak punya circle? Coba baca artikel ini siapa tau bisa membantu kamu?
Sebelum menjelaskan opini aku terkait hidup tanpa circle,aku mau cerita pengalaman aku yang punya circle toxic ya gais….
Jadi aku adalah anak yang dulunya ekstrovet banget,tp sekarang kenapa aku jadi anak yang introvet?
Jadi ceritanya
Aku dulu punya 3 circle dan orang yang paling sibuk di circle itu adalah aku, karena aku juga rutin ekskul badminton dan ada bimbel" lainnya,jadi ada suatu dimomen dimana aku diajak main ke cafeshop untuk ya healing" gitu si kata kerennya ,terus aku tolak karena pada hari yang direncanakan aku ada turnamen badminton,terus ada temen aku yang bilang "kamu sekarang gitu ya susah diajak main" ujarnya.
Tapi disitu aku diam aja ,ya karena aku sadar dia emang ngomong yang sebenarnya,disitu aku minta maaf,terus temen aku malah abai.
Akhirnya aku lihat story' Instagram temen aku ternyata dia main ber2,aku si tetap bisa memaklumi ya walaupun dia udah asing sama aku, perlahan-lahan aku mencari kesibukan dan temanku semakin menjadi asing,lalu aku selalu rutin menyempatkan diri untuk baca buku di perpustakaan sekolah dan kegiatan ini benar-benar bikin aku bahagia meskipun aku baca sendiri tapi aku merasa enak banget hidup kaya gini selalu ada motivasi untuk aku dan tentu selalu membangun semangat aku untuk melihatkan kepada bahwa ini lah aku.
Lama kelamaan aku sadar bahwa meskipun hari-hari kita tanpa ada circle (seorang teman) kita juga bisa tetap bahagia dengan buku yang telah kita baca,kita tetap semangat dengan motivasi yang sudah aku baca dan tentu walaupun hanya kesibukan yang menjadi temanku aku tetap bisa semangat dan bisa menemani hari hari saat aku butuh arahan.
Jadi pada intinya apapun bisa menjadi temanmu asal kamu mau mengenalnya dan menjadikan dia yang kamu butuhkan.
Terimakasih telah membaca artikel ini,semoga hari harimu menyenangkan ya..