MEMBACA KONDISI, MEMBACA DIRI, MINIMALKAN REAKSI VAKSINASI COVID-19

profile picture SeptiyanaNatalia02

Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya untuk mengatasi wabah pandemi covid-19. Salah satu upaya tersebut adalah penyediaan vaksin covid-19. Namun setelah Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) didukung oleh UNICEF dan WHO melakukan survei daring untuk diperolehlah data pandangan serta persepsi masyarakat terkait vaksinasi covid-19. Survei daring tersebut dilaksanakan pada tanggal 19 september dan berakhir pada tanggal 30 september 2020 dengan jumlah responden sebanyak 115.000 dari 34 provinsi di Indonesia. Menurut survei tersebut sekitar dua pertiga dari tiga perempat responden yang mendengar tentang vaksin menyatakan bersedia melakukan vaksinasi dan selebihnya menolak dikarenakan kekhawatiran pada keamanan dan efektifitas vaksin.

Berdasarkan fakta yang disuguhkan dari surat kabar online Kompas.com pada tanggal 20 Mei 2021 dijelaskan bahwa Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, Sdr Hindra Irawan Safari memaparkan ada 30 kasus meninggal dunia setelah divaksinasi Covid-19. Namun beliau juga menegaskan kejadian tersebut bukan reaksi langsung dari vaksinasi. Kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan data rotgen,lab dan CT-scan para pasien dan diduga mereka menderita berbagai penyakit seperti jantung,diabetes dan sebagainya. Namun ada satu kasus yang menarik yang diungkapkan dalam berita ini yaitu kasus yang terjadi pada pemuda asal Jakarta usia 22 tahun setelah mengikuti vaksinasi covid-19 di Gelora Bung karno (GBK). Usai dilakukan vaksin dia merasakan efek samping seperti pusing dan demam. Namun pemuda tersebut menolak dibawa kerumah sakit saat suhu tubuhnya naik 39 derajad celcius. Keesok harinya kondisi pemuda tersebut melemah dan meninggal dunia. Kekurangan data menyebakan Komnas KIPI tidak bisa memastikan bahwa pemuda tersebut meninggal terkait vaksinasi.

Hal serupa pula telah diberitakan oleh surat kabar detik news dimana tiga pelajar sekolah dasar (SD) di jawa Timur meninggal usai mendapatkan vaksinasi covid-19. Menurut keterangan Kepala Desa Jogoroto Sodirin pelajar bernama Bayu setelah mengikuti vaksinasi Covid-19 pada tengah malamnya megalami muntah-muntah, dan pada pagi hari dibawa ke puskesmas namun pukul lima subuh meninggal dunia. Meninggalnya siswa bernama Bayu ini masih menjadi pertanyaan yang belum terpecahkan hingga sekarang. Pada kasus kedua menimpa siswa yang benama Naura  bocah asal Dusun catak Gayam Selatan yang menderita panas tingi, muntah-muntah dan ruam-ruam disekujur tubuhnya setelah mendapatkan vaksinasi Sinovac dosis pertama disekolahnya.Komda KIPI memang menjelaskan bahwa kasus ini tidak ada hubungannya dengan vaksinasi, namun hal ini juga masih menjadi teka-teki  seperti hal-nya pada kasus ketiga pada siswa madrasah Ibtidaiyah (MI) di Magetan Ramdan Dzuhri yang tiba-tiba jatuh saat bermain ponsel sehari setelah dilakukan vaksinasi. Sebelumnya dilansir bahwa Ramdan dalam kondisi sehat, oleh karena itu perlu pembuktian lebih lanjut apakah Ramdan benar meninggal akibat efek vaksin atau bukan.

Berdasarkan berbagai kasus diatas,menurut saya beberapa rekomendasi sebaiknya disusun terutama pendekatan komunikasi seperti  3 M (Membaca kondisi. Membaca diri, Memaksimalkan Reaksi Vaksinasi). Sebelum menerima vaksin diharapkan kita membaca kondisi dan memberikan informasi akurat seperti jika memiliki riwayat reaksi alergi berat terhadap kandungan vaksin COVID-19 atau sedang sakit bahkan mengalami gejala covid-19. Kita sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokter dan memastikan tubuh dalam kondisi bugar saat menerima vaksin. Setelah menerima vaksin juga kia disarankan kita menyimpan bukti dan data-data vaksinasi kemudian mengikuti prosedur pemantauan. Memang ada beberapa reaksi ringan yang kerap dialami pasca vaksinasi yaitu rasa pegal,demam rigan, rasa kelelahan,sakit kepala, menggigil hingga diare. Namun apabila tubuh mengalami reaksi vaksinasi salah satu cara untuk meminimalkan efek sampingnya adalah dengan mengatasi kondisi tersebut dengan istirahat yang cukup, banyak minum air putih dan mengkonsumsi obat sesuai gejala yang dialami. Kita juga dapat segera hubungi petugas kesehatan jika terjadi reaksi yang lebih berat seperti muntah-muntah dan demam yang sangat tinggi.  Hal lain yang dapat kita lakukan untuk meminimalkan efek samping dari vaksinasi adalah dengan menghindari aktivitas fisik yang berat misalnya mengangkat beban. Hal ini menurut saya penting untuk dihindari karena tubuh memerlukan waktu untuk pulih dari efek samping atau resiko vaksin covid-19 tersebut.

Sumber Referensi :

https://www.unicef.org/indonesia/id/coronavirus/hal-hal-yang-perlu-diketahui-sebelum-saat-dan-setelah-menerima-vaksin-covid-19?gclid=Cj0KCQiAtbqdBhDvARIsAGYnXBMX2wizpwv3MvDHu6GefCTvZ1cJVJlmEZVnxDUCp-mwdUyXlkzR6OEaAuTaEALw_wcB

https://www.cnbcindonesia.com/news/20220102110137-4-303837/kemenkes-buka-suara-soal-2-anak-meninggal-usai-vaksin

https://nasional.kompas.com/read/2021/05/20/19091041/30-orang-meninggal-usai-vaksinasi-covid-19-komnas-kipi-sebut-karena-penyakit

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5883689/dalam-sepekan-3-pelajar-sd-di-jatim-meninggal-usai-divaksin-covid-19?single=1

2 Agree 2 opinions
0 Disagree 0 opinions
2
0
profile picture

Written By SeptiyanaNatalia02

This statement referred from