Meninggalnya 16,6 Juta Jiwa Covid-19 Ada Atau Tidak
Covid-19 adalah sebuah penyakit coronavirus yangdi sebabkan oleh virus SARS-CoV-2, yangmana virus ini bersifat menular melalui udara ataupun zat yang di keluarkan dari penderita covid itu sendiri, covid-19 pertama kali terdeteksi di China pada tahun 2019 dan menyebar keseluruh dunia pada tahun 2021 dan (WHO) mengumumkan angka resmi jumlah korban covid selama kurun waktu 2020-2021 ada sekitar 14,9 juta jiwa atau kisaran lebih luasnya yakni 13,3-16,6 juta jiwa, lalu mengapa sebagian besar orang menganggap covid sebagai suatu kebohongan yang di sengaja?.
Tidak sedikit orang yang menganggap jika covid-19 itu tidak benar adanya, dan meraka menganggap jika covid itu sebagai suatu virus yang sengaja disebarluaskan untuk kepentingan suatu golongan atau suatu isu yang sengaja dibuat agar dapat diambil kentungan dari isu tersebut, hal tersebuat berasal dari teori-teori yang tersebar luas di social media dan menyiptakan suatu pemikaran-pemiran baru jika covid itu tidak benar adanya, lalu bagai mana tanggapan ahli?. Psikolog dari Universitas (UNS) Surakarta, Laelatul Syifa mengatakan, “penganut teori konspirasi atau mereka yang tidak menyakini adanya covid, itu karena secara tidak sadar takut pada ketidakpastian, sehingga mereka cenderung untuk membuat analisis dan pemahaman yang membuat mereka lebih stabil dan konsisten dengan membuat sebuah teori”, maka karna itu ketika virus corona menyebar dan menjadi besar maka muncul teori jika virus itu sengaja di sebar luaskan atau suatu kebohongan yang di sengaja.
Dapat kita fahami, kritis dalam memilih informasi dengan benar itu sangatlah penting, apalagi di zaman social media saat ini banyak informasi hoax yang tersebar luas di luar sana, jika kita tidak pandai memilih informasi apa yang dapat kita ambil, maka kita akan terjebak kedalam hoax tersebut dan dapat merugikan diri kita sendiri, maka dari itu, memilih berita yang berasal dari sumber terpecaya menjadi salah satu solusinya dan menjadi pribadi yang lebih kritis dalam memilih suatu informasi.
Referensi:
https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/14/132500865/mengapa-masih-ada-orang-tidak-percaya-covid-19-ini-penjelasan-ahli