Tiada yang menandingi nikmat minum kopi di pagi hari disandingkan legit kue manco berbalut remahan kacang yang gurih. Sebenarnya saya juga suka kue manco berbalut wijen, namun seringkali wijen kecil itu menjangkau bagian gigi saya yang dalam sehingga cukup sulit dibersihkan. Sayangnya, saya cukup malas dan tidak mau melakukan hal itu. Jadi, bagaimana pun, kue manco kacang tetaplah jadi juara. Tenang …, ini hanya soal selera, bukan?
Saat memandangi youtube pagi itu, pandangan saya beranjak pada sebuah headline video yang menampakkan bagaimana kemungkinan terburuk inflasi yang akan menerjang tahun 2023 hingga dikatakan “Tahun 2023 Gelap”. Video lain yang bersanding saat itu pula seakan menjadi angin segar, membahas mengenai bagaimana perekonomian negara Indonesia akan bisa melewati dan menguat di tengah inflasi yang dikabarkan akan terjadi.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan sebuah kata yang berulangkali digaungkan. Bagai sebuah akar serabut yang menjalar dan terus bertumbuh, UMKM menjadi faktor besar dalam perekonomian Indonesia yang kuat. Tentu, saya akan sependapat dengan hal tersebut karena sesuai dengan litaratur yang pernah saya baca dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, bahwa kontribusi UMKM terhadap PDB menyentuh angka 60,5 %, sekaligus pada penyerapan tenaga kerja mencapai 96,9%.
Entah suapan kue manco keberapa, saya mencoba memandang lebih dalam kue ini. Teringat saat berkunjung ke rumah teman, dan sedikit membantu serta belajar bagaimana ibu mereka membuat kue ini. Tidak banyak mereka tau mengenai kecanggihan teknologi untuk membuat kue ini lebih cepat, namun hal ini justru menjadi ladang kerja khususnya bagi ibu-ibu di sekitar yang sepanjang harinya bekerja di rumah. Tentu, gelak tawa mereka saat beberapa kue gosong karena keasyikan ngobrol, tiba-tiba menggema di kepala. Namun, bagaimana pun juga hal itu tentu tak cukup untuk menutupi rasa lelah yang terhampar di wajah mereka.
Seandainya mereka tau catatan dari Kementerian Keuangan bahwasanya dari 64,2 juta UMKM level mikro, 57%-nya dikelola oleh perempuan. Pemilik usaha kue manco sekaligus para pegawai perempuan tentu memiliki kebanggan tersendiri menjadi salah satu dari mereka. Tentu, tanpa mereka sadari pula, banyak hal dari dalam diri mereka yang musti dibanggakan. Dari seribu satu cara mereka membagi waktu untuk memenuhi tugas sebagai ibu rumah tangga juga sebagai pemiliki atau pegawai pembuatan kue manco; ketelatenan untuk mengais rezeki; pengelolaan emosi atas segala rasa lelah yang tak sedikit atas peran ganda yang dijalankan; dan tentu masih banyak lainnya. Kurasakan lagi manis kue manco sekaligus pahit perjuangan itu.