Menilik Pandemi COVID-19, Ke Arah Manakah Media Berpihak?
Probolinggo, (28/12/2022)—Telah terhitung lebih dari setahun lamanya sejak kasus pertama Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) masuk ke Indonesia. Munculnya pandemi COVID-19 berdampak pada pembatasan pola aktivitas masyarakat. Aktivitas yang awalnya dilakukan secara bebas pada ruang fisik beralih menjadi aktivitas terbatas dalam rumah. Konsep Work From Home (WFH) merupakan contoh dari pembatasan aktivitas tersebut.
Adanya Work From Home (WFH) mengakibatkan peningkatan penggunaan teknologi informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi. COVID-19 juga berdampak pada peningkatan kebutuhan informasi seseorang. Kebutuhan informasi tersebut meliputi akses terhadap pemberitaan media mengenai COVID-19.
Sejak itu pula media-media massa di Indonesia mulai marak mengangkat topik berita COVID-19. Berita mengenai COVID-19 selalu menjadi perhatian khusus dalam masyarakat. Tingginya ketertarikan masyarakat terhadap berita COVID-19 yang dibawakan memiliki pengaruh besar terhadap peran media pada saat itu. Hal tersebut mengakibatkan sebagian media menciptakan rubrik spesial untuk menampung topik khusus terkait COVID-19. Media massa pun mulai berlomba-lomba untuk membawakan berita khusus COVID-19 dengan beragam karakteristiknya masing-masing.
Dikutip dalam databoks.katadata.co.id (2021), berdasarkan Laporan Reuters Institute yang bekerja sama dengan YouGov (dan mitra) terkait media yang paling banyak diakses oleh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan informasi atau berita. Pada laporan tersebut menunjukkan bahwa per tahun 2021 mayoritas masyarakat Indonesia menggunakan sejumlah media daring untuk mengonsumsi berita dengan persentase sebesar 89%. Berikutnya masyarakat menjadikan televisi berada di posisi kedua untuk mengakses berita dengan persentase 58%. Terakhir masyarakat menjadikan media cetak, dengan persentase hanya sebesar 20%.
Hasil laporan tersebut diketahui bahwa media atau sumber berita yang digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan informasi dan berita. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan ditambah dengan pembatasan aktivitas masyarakat menjadikan mayoritas masyarakat Indonesia menggunakan media daring sebagai rujukan utama dalam mendapatkan informasi berita. Dalam hal ini mengartikan bahwa pentingnya media online untuk memberikan berita informasi terkhusus informasi mengenai COVID-19 secara faktual dan kredibel.
Dalam laporan tersebut juga diketahui bahwa masyarakat memiliki tingkat kepercayaan yang berbeda terhadap sejumlah perusahaan media. CNN menduduki peringkat tertinggi sebagai media kepercayaan publik dengan persentase sebesar 69%. Urutan berikutnya ditempati oleh Kompas (67%), TVRI (66%), dan Detik.com (64%). Sejumlah media tersebut memiliki persentase yang tak berbanding jauh.
Sementara dalam penelitian Joe Harrianto S. dkk, (2021), menunjukkan beberapa media online yang mengangkat berita terbanyak mengenai COVID-19. Terdapat 1.076 berita online dari beberapa sumber yang dikaji. Pada penelitian tersebut ditunjukkan kompas.com menduduki urutan pertama dengan persentase sebesar 32,8%. Disusul oleh cnbcindonesia.com (12,6%) dan liputan6.com (8,4%). Selanjutnya detik.com yang merupakan media terpopuler di Indonesia menduduki posisi urutan keempat dengan persentase (7,2%). Sedangkan cnnindonesia.com yang merupakan media dengan tingkat kepercayaan tertinggi di masyarakat menempati urutan kelima dengan persentase 5,2%.
Dalam data tersebut dapat diketahui bahwa Kompas.com merupakan media online yang mengeluarkan berita COVID-19 terbanyak. Uniknya adalah perbandingan persentase yang sangat jauh dari Kompas.com dengan media-media online di bawahnya. Dengan kata lain, Kompas.com menjadi media online terbesar yang mengangkat berita dan isu terkait COVID-19 di Indonesia.
Berdasarkan penelitian Hayati dan Yoedtadi (2020), yang meninjau konstruksi pemberitaan di Kompas.com dan Tribunnews.com menunjukkan bahwa pemberitaan COVID-19 dalam Tribunnews.com tidak berempati kepada pasien COVID-19 dan faktualitas berita yang disampaikan kerap kali tidak akurat. Tribunnews.com juga cenderung mengemas berita clickbait. Terbukti dalam beberapa beritanya yang lebih menonjolkan unsur sensasi, tidak berlandaskan empati dengan mengabaikan sudut pandang dua WNI korban pertama COVID-19. Dalam penelitian tersebut mengungkapkan bahwa framing yang dibangun oleh Tribunnews cenderung menyudutkan pasien COVID-19.
Sedangkan pada Kompas.com meninjau pemberitaan COVID-19 berdasarkan sudut pandang pemerintah yang selalu menyampaikan himbauan kepada masyarakat. Kompas.com juga menyampaikan berita edukasi untuk masyarakat. Dalam penelitian tersebut mengungkapkan bahwa frame yang dibangun oleh Kompas.com yaitu COVID-19 yang harus diwaspadai oleh masyarakat dan pemerintah yang berupaya melakukan antisipasi secara maksimal.
Pada penelitian lain yang mengkaji analisis framing juga dilakukan oleh Naqqiyah (2020) dengan judul “Analisis Framing Pemberitaan Media Online Cnn Indonesia.Com Dan Tirto.Id Mengenai Kasus Pandemi Covid-19”. Pada penelitian tersebut menunjukkan hasil analisis bahwa dalam pemberitaan cnnindonesia.com pada struktur sintaksisnya lebih menekankan pada peran dari pemerintah yang dapat membentuk opini positif dalam benak masyarakat. Sedangkan pada pemberitaan tirto.id dalam keseluruhan strukturnya lebih menekankan pada peran tenaga medis sehingga membuka pikiran public untuk tetap tenang dan waspada.
Dalam beberapa perbandingan di atas maka menunjukkan penggunaan metode yang unik dan berbeda pada pemberitaan media yang berbeda pula. Tiap media memiliki metode pendekatan yang berbeda terkait pemberitaan COVID-19. Menurut Joe Harrianto S. dkk, (2021), penggunaan metode yang berbeda disebabkan oleh ideologi dan kepentingan masing-masing media. Tentunya hal tersebut menjadi sebuah menu bagi masyarakat untuk dapat memilih konten berita mana yang dianggap valid dan terpercaya.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa media berpihak pada sisi ideologi dan tujuan yang diyakini oleh media itu sendiri.
Media seharusnya dapat memberikan berita yang tidak dikurangi atau bahkan dilebih-lebihkan kepada masyarakat. Begitu pun juga media seharusnya tidak mencari sensasi pada pemberitaan, mengingat pada saat itu masyarakat sedang dilanda panic attacks terhadap munculnya pandemi COVID-19. Berita yang bawakan oleh media seharusnya telah memenuhi persyaratan kaidah-kaidah jurnalistik. Adanya berita yang tidak sesuai dengan faktualitasnya (dalam hal ini HOAX) dapat menambah ketegangan sendiri dalam suatu kelompok masyarakat.
Dalam sisi lain masyarakat pun juga dituntut untuk dapat memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar terhindarkan dari HOAX, terkhusus informasi berita COVID-19. Di sinilah pentingnya pemahaman literasi digital bagi masyarakat. Dalam hal ini literasi digital dapat dikonsepkan sebagai keterampilan masyarakat dalam menggunakan teknologi informasi secara bijak, untuk memperoleh dan mendapatkan serta mengolah informasi. Mengutip Bagaskara Fatchurahman (2022) dalam Kompasiana.com, beberapa tips literasi digital yang dapat diterapkan antara lain yaitu :
- Waspadalah dengan judul yang provokatif; Di sini masyarakat dituntut untuk tidak serta merta percaya dengan suatu informasi terhadap judulnya saja. Namun, masyarakat diharuskan untuk melakukan pengecekan kembali terhadap isi atau konten informasi yang termuat.
- Periksa situs dan sumber informasi; Masyarakat juga diharuskan mampu melakukan pengecekan terhadap situs dan sumber informasi agar dapat diketahui lebih lanjut terkait keaslian berita.
- Periksa kefaktualan informasi dan gambar yang termuat dalam konten informasi; Dalam melalukan pengecekan informasi tentunya tidak hanya melalui satu sumber informasi saja, melainkan juga dapat ditinjau dari berbagai sumber informasi yang lain terhadap kefaktualan informasi yang termuat.
REFERENSI
Hayati, H. N., & Yoedtadi, M. G. (2020). Konstruksi Berita Covid-19 Di Kompas.com dan Tribunnews.com. Koneksi, 4(2), 243–250. https://doi.org/10.24912/kn.v4i2.8114
Joe Harrianto S., dkk. (2021). Analisis Isi Media Pemberitaan Covid 19 Pada Media Online Di Indonesia. Laporan Penelitian. Jakarta: LSPR COMMUNICATION AND BUSINESS INSTITUTE.
Naqqiyah, M. S. (2020). Analisis Framing Pemberitaan Media Online CNN Indonesia.com dan Tirto.id Mengenai Kasus Pandemi Covid-19. Jurnal Kopis: Kajian Penelitian Dan Pemikiran Komunikasi Penyiaran Islam, 3(01), 18 - 27. https://doi.org/10.33367/kpi.v3i01.1483
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/07/19/lsi-televisi-dan-media-sosial-paling-populer-jadi-rujukan-berita-covid-19#, diakses pada 28 Desember 2022
https://www.kompasiana.com/bagaskarafatchurahman/62970702bb4486440a065352/pentingnya-literasi-digital-di-era-society-5-0?page=all#section1, diakses pada 28 Desember 2022