Konflik Rusia dan Ukraina, Kepentingan Pribadi dan Superioritas
Akhir-akhir ini kita disajikan dengan berbagai macam berita hangat yang memenuhi timeline media sosial kita saat ini, mulai dari isu covid omicron, ekonomi dunia dan yang sangat sedang panas saat ini adalah perseteruan antara negara Rusia dan Ukraina, konflik yang sudah menjadi berita terkini di seluruh dunia sampai adanya isu tentang kemungkinan pecahnya perang dunia ketiga yang diawali dengan konflik antar dua negara yang sedang berseteru ini.
Sebelum kita beropini tentang konflik ini, mari kita melihat penyebab konflik ini bisa terjadi dan mengapa kita semua harus ikut waspada terhadap konflik dua negara besar ini.
Permulaan Konflik
Awal mula konflik ini terjadi dari negara yang memisahkan diri dan menyatakan kemerdekaannya sendiri, ya Ukraina, jika kita melihat dari sumber sejarah ukraina saat ini bukanlah merupakan ukraina yang yang ada pada masa Perang Dingin. Saat sebelum tahun 1990, para masyarakat ukraina dan rusia bersatu dalam sebuah bentuk negara ferderasi yang kita kenal sebagai Uni Soviet. Negara yang kita tahu memiliki kekuatan yang cukup besar dimasa Perang Dingin.
Setelah Perang Dunia II dimana Jerman mengalami kekalahan, Uni Soviet mempunyai pengaruh yang cukup besar di belahan negara Eropa Timur, hal ini menyebabkan beberapa negara di Eropa Timur menganut paham yang sama yaitu komunisme. Uni Soviet dan China adalah musuh terbesar dari pihak Amerika Serikat dan negara barat lainnya. Ada dua Blok besar pada saat masa itu, Blok barat yang diisi oleh anti komunis dan Blok Timur diisi oleh negara paham komunis.
Untuk melawan Blok Timur, Amerika Serikat dan negara anti komunis lainnya mendirikan NATO (North Atlantic Treaty Organization), tentunya Uni Soviet juga membuat Pakta Pertahanan milik mereka, pada tahun 1955 Pihak Blok Timur membuat Pakta Warsawa. Setelah konflik dari Perang Dingin usai dan Uni Soviet dibubarkan, timbul konflik baru, dimana munculnya revolusi yang menentang supremasi Rusia.
Massa Ukraina yang anti pemerintah berhasil menjatuhkan presiden ukraina yang Pro dengan keputusan Rusia, Viktor Yanukovych. Timbulnya kerusuhan yang akhirnya terjadi perdamaian di tahun 2015 dengan kesepakatan Minsk. Revolusi inilah yang membuat Ukraina memiliki keinginan bergabung dengan Uni Eropa (UE) dan juga NATO. Hal ini yang membuat Presiden Rusia Vladimir Putin marah besar karena timbulnya peluang berdirinya pangkalan NATO di perbatasannya.
Isu semakin berjalan sejak November 2021, Rusia nampaknya meruncingkan taring untuk melawan Ukraina, terlihat dari tindakan Rusia yang mengakui kemerdekaan dua wilayah separatis di Ukraina sebagai Republik Rakyat Donetsk dan Republik Raktar Luhansk. Lalu Putin menyebutkan Rusia mempunyai hak dalam pembangunan pangkalan militer di dua wilayah ini, dan Rusia menurunkan pasukan ke dua daerah ini untuk penjagaan.
Isu Ukraina dan Rusia, Kepentingan Pribadi dan Superioritas
Setelah kita melihat sejarah, perjalanan konflik dan semua berita yang semakin memanas tentang Ukraina dan Rusia banyak hal yang menjadikan konflik ini sebagai sebuah kepentingan pribadi dari masing masing negara. Kita bisa melihat bahwa politik itu bisa mengerikan, dan pengakuan juga sama mengerikannya.
Rusia nampaknya masih memiliki dendam akan Blok Barat setelah pembubaran Uni Soviet dan masih bertahannya NATO hingga saat ini, Rusia seperti sempat kehilangan taring mereka yang perkasa di masa Perang Dingin saat itu. Gagalnya mempertahankan Uni Soviet dan juga kegagalan untuk menyebarkan Paham Komunisme ke negara-negara barat menjadikan Rusia semakin memiliki dendam untuk negara barat.
Adanya perbedaan paham atara penduduk Ukraina tentang pro dan anti komunisme membuat tindakan revolusi dan penyerangan, yang pada akhirnya membuat Ukraina ingin menjadi negara yang merdeka dari isu komunis dan menjadi negara yang bersatu dengan Uni Eropa dan NATO. Keinginan ini tidak diterima oleh Rusia dengan baik, dari hal ini bisa dilihat bahwa adanya isu Superioritas, Rusia tidak ingin Ukraina bergabung dengan Uni Eropa, membuat Rusia kehilangan beberapa kekuatannya.
Sampai hari ini sudah lebih dari 14 ribu orang menjadi korban atas perseteruan antara Ukraina dan juga Rusia ini, banyak sekali dampak yang terjadi dari konflik yang didasarkan oleh kepentingan pribadi ini, mulai dari pengaruh ke pasar global, cryptocurrency mengalami banyak sekali penurunan, dan membuat dunia ikut kebingungan untuk menghentikan konflik yang terjadi sejak 2014 ini.
Apakah Perang Dunia Tiga Akan Terjadi?
Ada kemungkinan yang cukup besar untuk terjadinya perang dunia, mengingat kekuatan negara Rusia sebagai negara adidaya dan memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan-serangan, hal ini tentu saja bisa terjadi.
Dengan banyak sekali tindakan yang dilakukan Rusia untuk menjatuhkan Blok penentang Rusia, mulai dari invasi besar-besaran ke Ukraina, serangan dan pengakuan wilayah yang semakin memanaskan isu ini. Apabila isu ini semakin memanas dan tak kunjung usai, negara barat seperti Amerika dan Eropa barat mungkin akan ikut andil untuk berperang dan melawan Rusia, melihat sejarah yang kurang baik antara Blok Barat dan Blok Timur, sepertinya akan terjadi pemisahan Blok dari tiap negara dan memicu Perang Dunia Tiga yang memiliki Kemiripan dengan Perang Dingin pada Masa itu.
Tidak menutup kemungkinan kalau indonesia juga akan terkena dampak dari Konflik antara Rusia dan Ukraina ini, sudah mulai terlihat dengan adanya penurunan harga Koin Kripto yang berpengaruh terhadap investor dari indonesia, bersyukur belum ada dampak yang cukup besar bagi indonesia sendiri, hal ini dikarenakan indonesia sedari dulu tidak memihak blok manapun membuat kebijakan atau tindakan apapun seharusnya tidak berpengaruh terhadap indonesia, dan apabila perang benar-benar terjadi nampaknya indonesia akan tetap menjadi pihak netral yang tidak membela blok manapun.
Kita berharap untuk konflik ini segera usai dengan perdamaian antara kedua belah negara yang berseteru, perang menimbulkan banyak kerugian, hanya karna kepentingan pribadi dan superioritas tidak seharusnya membuat banyak orang mengalami kepahitan dan trauma yang mendalam.