Berita Tentang Covid-19? Harus Disaring Dulu!

profile picture kezia_tiara

Seperti yang kita ketahui, virus yang dinamai COVID-19 ini membuat seluruh dunia terguncang pada masa nya.

Virus ini ditemukan pada Desember 2019, tepatnya di kota Wuhan, Cina. Kemudian dikutip dari Kemenkeu, COVID-19 tiba di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020.

Pada saat itu, sekolah diliburkan selama dua minggu namun, dua minggu tersebut berubah menjadi dua tahun. Tidak disangka - sangka bukan?

Saat itu, Covid-19 dianggap sepele oleh masyarakat, mereka tetap beraktivitas seperti biasa, meskipun sudah dihimbau oleh pemerintah untuk menggunakan masker saat keluar rumah.

Dikutip dari Detik News, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan pada tanggal 10 April 2020 di Jakarta dan sekitarnya. Hal ini menyebabkan kegiatan perkantoran, sekolah dilaksanakan dari rumah, penggunaan ojek online dibatasi, hingga tidak boleh berkerumun.

Masyarakat yang mendengar hal itu pun tidak menghiraukan larangan tersebut. Mereka tetap bekerja. Kalau tidak, mereka tidak dapat membiayai keluarga mereka.

Akibat dari tidak boleh berkerumun ini, banyak orang kehilangan pekerjaan mereka. Oleh sebab itu, kasus perceraian pun melonjak karena faktor ekonomi.

Oleh karena bebasnya pengunaan teknologi dan media sosial, banyak kaum - kaum tidak bertanggung jawab mengetik dan menyebarkan berita hoax. Berita tersebut menyebar begitu cepat. Setidaknya terdapat 840 berita hoax yang disebarkan pada masa itu. Hal ini membuat masyarakat takut, panik, dan merasa tidak pasti. Sebanyak 140 orang yang terlibat dalam penyebaran hoax telah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Disarankan untuk masyarakat dapat mencari sumber informasi yang aktual dan terpercaya, sumber yang sudah diakui agar tidak termakan oleh berita hoax.

Selama ini banyak juga yang membagikan perjuangan mereka melawan Coronavirus melalui aplikasi sosial media. Ada yang sudah melakukan teknik penyembuhan berhari - hari tetapi tidak menunjukkan hasil. 

Oleh karena itu media menjadi salah satu peran penting dalam perkembangan kasus Coronavirus. Dari awal mula, PSBB, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), hingga pengunguman virus ini menjadi pandemi.

Adapun disarankan bagi ibu - ibu sosialita untuk tidak percaya dengan info yang dibagikan di grup satu circle. Karena kebanyakan yang dibagikan adalah berita hoax.

Meskipun Kominfo telah memblokir aplikasi kesayangan kalian, kita harus tetap percaya berita yang telah diberikan oleh mereka. Karena mereka tetap instansi pemerintah, yang artinya mereka adalah sumber terpercaya.

Adapun media yang melebih - lebihkan suatu berita, tujuannya agar pembaca penasaran dan akhirnya membaca berita tersebut.

Disarankan pula bagi teman - teman yang sedang membaca berita agar membacanya sampai selesai, tujuan nya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berujung pada berita hoax lainnya, sehingga dimohon kepada teman - teman yang mempunyai media sosial, gunakanlah sebijak - bijaknya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Adapun disarankan website terpercaya seperti, Kompas, Detik.com, Kominfo, serta koran harian yang harga nya lebih terjangkau dari Nasi Padang.

Adapula mengenai kebaikan yang tertuai dari berita hoax ini, yaitu masyrakat menjadi lebih pintar untuk mengetahui berita mana saja yang merupakan sebuah fakta.

Tidak hanya untuk berita Covid-19 saja, mulai dari kucing dimakan harimau, sampai Menara Eiffel menjadi salah satu wisata yang wajib dikunjungi pun harus tetap dibuktikan kebenaran nya.

Untuk akhir kata, kita harus menyaring suatu berita terlebih dahulu sebelum menelan nya bulat - bulat. Terima kasih telah membaca karya tangan dari saya, tetap semangat tetap berjuang.

4 Agree 4 opinions
0 Disagree 0 opinions
4
0
profile picture

Written By kezia_tiara

This statement referred from