Suatu Misi Dibalik Keberadaan Covid-19
Saat ini sudah tahun 2022 menjelang tahun 2023, dan tahun ini semua sudah berkembang pesat, contohnya bisnis online, namun di balik itu semua masyarakat masih bertanya-tanya mengenai Covid-19, “Apakah mereka sudah hilang atau masih?”. Tanggapan mereka pun berbeda-beda, ada yang peduli dan juga tidak peduli dengan Covid-19, mereka yang tidak peduli terlihat tidak mengenakan masker jika berpergian, pasalnya mungkin saja mereka memiliki persepsi, bahwa ini hanya rencana dari agen-agen luar negeri yang bekerja sama dengan pemerintah untuk menyelesaikan suatu misi. Misi yang dimaksud mungkin berhubungan dengan kemajuan Negeri yang besifat rahasia dan tidak boleh diketahui oleh publik, karena kerahasiaanya itu, mungkin sampai membuat mereka memiliki rencana yang tidak diketahui publik. Apakah mungkin kebijakan-kebijakan yang diberikan itu murni untuk mengurangi penyebaran Covid-19 atau hanya untuk memajukan bisnis online (e-commerce) saja atau tentang suatu hal?
Sebelum Covid-19 muncul, perkembangan pemasaran secara onlline tidak banyak dan hanya sedikit ada yang tertarik, itu disebabkan oleh salah satunya kurangnya keingian masyarakat untuk mencoba teknolgi modern.
Jika berbicara sesuai fakta, tahun ini bisnis online semakin meningkat dan berkembang pesat saat munculnya Covid-19, bahkan sampai bisa melebihi bisnis secara offline, jika kita membandingkan tahun sekarang ini dengan tahun lalu. Apakah mungkin saat adanya Covid-19 pemerintah mengembangkan teknologi dengan harapan SDM di Indonesia bisa pintar dalam menggunakan teknologi modern?, pasalnya sekarang ini pak Jokowi membuat perubahan besar terhadap Indonesia, karena sudah membangun kerja sama dengan negara-negara besar yang ada di dunia, dengan masyarakatnya yang sudah mahir dalam menggunakan teknologi, dan juga bisa memilah informasi-informasi dari dalam maupun dari luar. Maka negara Indonesia saat ini bisa bersaing dengan negara-negara maju yang ada di dunia. Atau saja pemerintah hanya memiliki tujuan, dengan adanya Bisnis online ini bisa mempermudah masyarakat untuk membeli barang tanpa bepergian, agar teknologi yang berkembang bisa berguna di Indonesia, itulah guna dari teknologi modern atau yang biasa disebut e-commerce.
Adapun sekarang ini "Di Indonesia, jumlah kunjungan website 10 e-commerce teratas mengalami peningkatan 64% sejak kuartal III 2019 hingga kuartal II 2022," kata iPrice dalam siaran persnya, Selasa (18/10/2022). Sungguh angka yang mengejutkan, untuk negara yang besar seperti di Indonesia ini, karena dari tahun 2019 Covid-19 sudah muncul, yang menyebabkan hingga saat ini Bisnis online merajalela.
Faktanya disamping kemunculan e-commerce, kemunculan dari virus Covid-19 ini sangat tiba-tiba, yang menyebabkan pendapat pro dan kontra, serta dalam hitungan minggu saja perkembangan Covid-19 dari Wuhan ke Indonesia sangat cepat, bahkan tidak terasa begitu banyak memakan korban, jikalau virus ini tidak sengaja tersebar atau virus ini tidak direncanakan oleh suatu perkumpulan yang memiliki kepentingan yang sama, apakah virus bisa menyebar lewat angin dan hujan dari Wuhan?, jika iya kenapa aturannnya hanya menjaga jarak 1 meter kenapa tidak 10 meter? sangat masuk akal bukan? Dan faktanya juga, setelah mendengar ada berita tentang tersebarnya Covid-19, pemerintah langsung mengadakan lockdown, mengapa penyebarannya tidak langsung berhenti, malahan lanjut sampai tahun 2022? Mungkin saja karena masyarakatnya yang tidak percaya terhadap adanya Covid-19, lalu kenapa tiba-tiba di dunia munul Covid-19?
Mungkin saja ketiba-tibaan ini dikarenakan, pemerintah ingin melaksanakan misi tanpa diganggu gugat dan tanpa sepengetahuan dari publik yang ingin ikut campur dalam misi membangun Negeri kita ini, sangat mulia tapi mungkin lebih baik dengan cara elegan, contohnya sesuai peraturan UUD 1945 yang berdadsar pada Pancasila, yang menguntungkan dan tidak merugikan pihak mana pun.
Sumber:
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/11/21/10-e-commerce-dengan-pengunjung-terbanyak-kuartal-ii-2022
https://statistik.jakarta.go.id/statistik-pelaku-usaha-e-commerce-di-dki-jakarta-tahun-2019/