Resiko Dan Efek Samping Setelah Vaksin Covid-19
Seluruh dunia sedang menghadapi wabah virus COVID-19, dengan hadirnya Vaksinasi diharapkan dapat mencegah virus tersebut. Namun, banyak masyarakat yang meragukan vaksinasi tersebut. tapi, mereka ingin sekali melindungi diri dari Covid-19. Tidak hanya vaksinasi saja yang ada efek sampingnya, tanpa kalian sadari obat-obatan di warung yang kita minum juga memiliki efek samping. Namun, dikarenakan seluruh dunia di guncang dengan wabah Covid-19 kalian takut dan meragukan Vaksinasi.
Reaksi Dari Vaksinasi
Indonesia mengerluarkan 3 jenis produk vaksin yakni produk sinovac (Coronavac), produk AstraZeneca yang di produksi SK bio, dan produk Sinopharm. Reaksi efek samping dari tiga produk vaksin tersebut hal yang normal dan tidak memicu gejara berat. Beberapa efek samping setelah vaksin seperti demam ringan, sakit kepala, nyeri pada lengan, bengkak tepat pada lengan yang di duntik, mengigil, mual dan gatal-gatal.
Namun kalian tidak perlu khawartir, gejala ini akan hilang setelah beberapa hari. Reaksi yang kalian rasakan di dalam tubuh setelah vaksin merupakan petunjuk, bahwa vaksin tersebut sudah bekerja secara efektif di dalam tubuh kalian dengan meningkatkan kekebalan tubuh secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga mereka sudah mempunyai antibody untuk pencehagan penyakit tersebut.
Perlu di garis bawahi dan di ingat bahwa setiap vaksin memiliki efek samping yang berbeda-beda, dari pengalaman saya pribadi dan saya bertanya kepada bebrapa tetangga saya yang menggunakan produk vaksin berbeda dengan saya, saya bisa menyimpulkan reaksi vaksin Sinovac sangat ringan dibandingkan produk vaksin yang lain.
Metode dalam pemberian vaksin
- Metode pertama Vaksin tersebut dimasukan dengan cara disuntikkan ke dalam tubuh dengan aliran darah . cara kerja vaksin dengan cara tersebut sangat cepat di karenakan langsung di respon oleh sistem pertahanan tubuh.
- Metode kedua Vaksin oral atau bisa juga di sebut dnegan vaksin tetes ini biasanya diberikan kepada bayi yang berumur kurang dari tiga tahun. Vaksin ini berkerja sangat lama dan secara bertahap. karena, harus melalui sistem pencernaan terlebih dahulu dan langsung masuk ke aliran darah. (Z.Zheng,D.Dias Elevalo,H. Guan et al.,2018)
Cara Pembuatan Vaksin Dan Siapa Orang Yang Dapat Menerima Vaksinasi?
Vaksin telah di uji klinis tahap 2 dan 3 serta telah disetujui oleh WHO dan BPOM. Vaksin dibuat dengan DNA dan RNA virus yang sudah diubah untuk melemahkan virus tersebut. tetapi, kebanyakan vaksin menggunakan virus yang hidup dan bakteri untuk membentuk antibody pada sistem pertahanan tubuh. Namun, ada juga vaksin yang di buat dengan sistem imun yang di ambil dari orang yang sudah sembuh Covid-19. tetapi, ada juga vaksin yang dibuat melalui replikasi virus yang sudah di modifikasi proteinnya saat melakukan replikasi virus. Banyak cara dalam pembuatan vaksin, yang mana penelitian ini memiliki waktu yang sangat lama untuk mengetahui pembuatannya dengan menyelidiki lebih lanjut terhadap bahan apa saja yang di buat untuk vaksin.
Vaksinasi Covid-19 di peruntukan untuk kelompok usia 18-59 tahun dengan kondisi badan sehat jasmani dan beberapa persyaratan yang sangat ketat,dengan tidak menderita penyakit komorbid. setelah selesai tahap uji klinis yang menujukan adanya keamanan yang di peruntukan bagi anak-anak, lansia dan penderita komorbid. kemungkinan besar vaksinasi boleh diperuntukan untuk anak-anak, lansia dan penderita komorbid. Jangan pernah ragu terhadap vaksinasi, karena semua itu sudah melalui uji klinis dan standar kesehatan kalian, kalian juga akan di tanya oleh dokter saat vaksinasi untuk mengetahui kalian mempunyai penyakit apa saja.
Resiko Yang Dialami Jika Tidak Vaksinasi
Satu cara untuk mencegah virus Covid-19 dengan vaksinasi, karena memang hanya vaksinasi yang dapat mencegah penularan virus corona. kecil kemungkinan orang yang sudah di vaksinasi terkena Covid-19. Tetapi, Perlu diketahui vaksinasi tersebut mengurangi keparahan gejala dan resiko kematian terhadap virus yang menyerang tubuh.
Bahayakah Jika Tubuh Tidak Vaksinasi?
- Orang yang tidak vaksinasi akan Mengalami gejala Covid-19 lebih berat, maka dari itu dengan mendapatkan vaksinasi sangat membantu sistem imun pada tubuh untuk membangun antibody yang lebih cepat dan kuat dalam membunuh virus Covid-19 dengan optimal. Dari situ kita bisa menyimpulkan bahwa gejala orang yang sudah di vaksinasi sangat lebih ringan dibandingkan dengan orang yang belum di vaksinasi.
- Beresiko terkena long COVID, seseorang yang sudah vaksinasi bisa saja terkena resiko long Covid tidak sepenuhnya, long COVID itu akan menurun sebanyak 49% bagaimana jika belum vaksinasi? pastinya akan terkena long COVID dengan sangat mudah bahkan bisa mendapatkan resiko yang cukup berat dibandingkan dengan orang yang sudah vaksinasi . Hal ini didukung oleh studi The lancet infectious Diseases. Vaksinasi Covid-19 tidak hanya menurunkan resiko munculnya gejala berat, tetapi juga mengurangi peluang terkenanya efek jangka panjang setelah sembuh. Karena, kekebalan tubuh yang meningkat.
- Menghambat Proses pembentukan Herd Immunity, herd immunity adalah sistem kekebalan tubuh terhadap penularan virus tersebut. Biasanya seseorang mmebutuhkan 70% hingga 90% untuk mencapai herd immunity tersebut untuk mencapai kekebalan tubuhnya. Herd Immunity bisa dilakukan dengan cara melalui vaksinasi maupun pernah terserang penyakit tersebut.
Maka dari itu, vaksinasi sangat penting untuk kekebalan tubuh kita, jika tidak mendapatkan vaksinasi tentunya akan memperlambat pembentukan Herd Immunity karena Herd Immunity hanya di dapatkan dengan cara vaksinasi dan pernah terserang penyakit tersebut.