virus Corona berbahaya?
Penularan virus Corona pertama kali terjadi pada akhir November atau awal Desember 2019 lalu, yang membuat banyak warga di Indonesia terutama kalangan pelajar mengatakan trauma akan libur dua minggu yang berujung pandemi 2 tahun lamanya.
Bukan tanpa sebab negara membuat aturan aturan ketat agar setiap warganya selalu jaga jarak, pakai masker, vaksin, dan melakukan seluruh kegiatan dari rumah. Karena nyatanya, Covid-19 yang saat itu duduk sebagai topik utama di segala media sudah menyebar hingga kurang lebih ratusan orang terinfeksi.
Namun pertanyaannya, apakah benar jika Covid-19 itu berbahaya? Bahkan di katakan sebagai virus mematikan?
Update terakhir yang dilansir dari WHO pada hari Senin, 12 Desember bahwa sudah ada 6.700.015 kasus positif, 6.502.605 kasus sembuh, dan 160.255 kasus meninggal dunia. Sebenarnya, virus Corona sudah lama ditemukan. Namun, melansir Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, virus Corona yang menyerang manusia baru ditemukan pada tahun 1960-an.
Virus ini sebenarnya adalah virus yang banyak ditemukan pada binatang. Tapi, teradang virus corona yang menginfeksi hewan juga bisa menular ke manusia seperti virus MERS yang ditularkan dari unta ke manusia. Sementara, virus corona yang baru ditemukan di China ditengarai ditularkan oleh ular atau kelelawar.
Virus corona yang menginfeksi binatang ini terbagi menjadi empat sub-kelompok utama yang dikenal sebagai alfa, beta, gama, dan delta.
Sejauh ini tercatat ada empat corona alfa yang sudah menyerang manusia, yaitu HCoV-229E; HCoV-NL63; HCoV-OC43; dan HCoV-HKU1. Sementara untuk corona beta, sudah ada tiga yang diidentifikasi, SARS, MERS-CoV, dan 2019-nCoV.
Virus ini memiliki kemampuan virulensi yang cukup tinggi atau dengan kata lain, virus ini mempunyai mempunyai kemampuan menyebar serta menularkan ke individu yang sehat dengan cepat, hal ini ditandai dengan pertumbuhan kasus pada pasien dengan infeksi Corona virus yang meningkat dengan cepat, baik di negara Cina, Eropa dan saat ini di Indonesia. Hal ini dapat digambarkan seperti penularan virus Flu,yaitu melalui udara atau droplet, bersentuhan dengan bagian tubuh yang terkontaminasi atau cairan liur, ingus atau cairan air mata pasien yang terinfeksi virus Corona covid-19. Sehingga menjaga personal hygiene akan membantu mencegah dan meminimalkan risiko infeksi ke manusia lain.
Masa inkubasi virus ini atau rentang waktu dimana mulai masuknya kuman atau virus sampai menimbulkan gejala. Masa inkubasi untuk virus corona covid-19 berkisar 2-14 hari.Dalam masa inkubasi, orang yang menglam infeksi virus Corona tidak dapat diketahui apakah yang bersangkutan terinfeksi atau tidak, karena karena orang tersebut masih dalam masa inkubasi, dimana seringkali pasien tidak menyadari bahwa dia sudah terinfeksi dan karena orang tersebut tidka merasakan keluhan penyerta apapun sampai gejala klinis mulai muncul dalam rentang 2-14 hari ini yang selanjutnya mulai dirasakan oleh orang tersebut. Pasien dengan infeksi Covid-19, dapat merasakan keluhan penyerta berupa:
Batuk kering
Flu
Demam
Sesak bila kondisi pasien semakin menurun
Gejala gangguan pencernaan
Sedangkan kasus kematian pada pasien dengan infeksi Covid-19 dapat semakin meningkat terutama bila pasien mempunyai penyakit bawaan yang sudah terbilang cukup parah, seperti:
Penyakit jantung
Penyakit kencing manis
Penyakit kronis saluran nafas
Hipertensi
Kanker
Secara umum, kasus kematian pasien dengan infeksi Covid-19 ini sekitar 3,8-5% dari total kasus. Namun, dengan adanya penyakit lain yang sudah dimiliki oleh pasien seperti diatas, dapat meningkatkan risiko kematian hingga 8-10%. Sehingga pasien yang rentang mengalami penularan dan kematian adalah pasien dengan usia senja.
Jadi, apakah menurut kalian Corona itu berbahaya?