Fenomena Pandemi Covid-19
Fenomena Pandemi Covid-19
Indonesia ada tiga jenis prosedur medis yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi Covid-19, yaitu rapid antibody test. Rapid antigen test dan dibandingkan rapid test, PCR merupakan metode pemeriksaan yang memiliki tingkat akurasi paling tinggi. Namun,dibandingkan dengan tes antibodi cepat , tes cepat lebih baik. Tes antibodi cepat negara Indonesia digunakan sebagai skrining keberadaan antibodi terhadap Covid-19, misalnya pada pelancong lintas batas, dan memperkuat pelacakan kontak seperti di penjara, pondok pesantren dan lain-lain (Kemenkes 2020). Apa yang mempengaruhi hasil test covid itu positif dan negatif dan hal tersebut sudah ada gold standarnya dalam beberapa publikasi yang diulas, disebutkan bahwa negatif palsu atau positif palsu selama PCR dapat terjadi, karena beberapa faktor, mencari Tahamtan A dan al en yang mengungkapkan bahwa pemeriksaan dengan metode PCR menghasilkan false positive dan false negative. Banyak kasus dilaporkan sebagai dugaan dengan gejala klinis khas dan CT scan spesifik, tidak didiagnosis sebagai COVID-19. Penelitian oleh Zafar H pada tahun 2020 mengungkapkan bahkan dalam pemeriksaan PCR , hasil yang meragukan dapat terjadi karena kemungkinan positif palsu dan negatif palsu. Oleh karena itu perlu dilakukan minimal 2x tes 1 minggu untuk pemeriksaan molekuler berupa dan pemeriksaan serologis. Penyimpanan sampel juga memengaruhi hasil di mana sampel harus disimpan pada suhu beku -70℃ atau lebih tinggi untuk mempertahankan isolasi virus. Kebijakan selama pandemi covid dan unsur bisnis di dalamnya ialah murni untuk mengurangi penyebaran virus sekaligus menjadi ajang untuk berbisnis. Kebijakan tersebut antara lain social distancing, physical distancing, pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar. Perlu dicatat bahwa bentuk implementasi kebijakan ini memiliki beberapa aturan, antara lain untuk bekerja dari rumah, mengajar di rumah, jarak satu sama lain dibandingkan dengan yang lain, cuci tangan permanen dan pemakaian permanen setiap kali Anda meninggalkan rumah. Kebijakan tersebut tentunya sangat terkait dengan beberapa sektor seperti sektor ekonomi , sektor pendidikan dan sektor kesehatan. Pandemi tidak hanya ancaman bagi kehidupan manusia, tetapi pandemi Covid-19 telah membuka pikiran sebagian besar masyarakat untuk memanfaatkan peluang bisnis untuk berbagai kebutuhan terkait protokol sanitasi. Vaksin covid sama sekali tidak menimbulkan resiko bagi tubuh manusia, contohnya vaksin sinovac yang memiliki efikasi vaksin 65,3% dipilih karena yang terjadi cenderung kurang dirasakan oleh divaksinasi. Probabilitas infeksi atau penyakit bergejala pada orang yang divaksinasi vaksin Sinovac mungkin 65%. Sebagai ilustrasi , jika sebelumnya ada 9 juta orang yang bisa tertular dan dirawat di rumah sakit karena COVID-19, setelah pemberian vaksin ini, jumlahnya bisa ditekan menjadi hanya 3 juta orang. Sedangkan pada tingkat individu, risiko orang yang divaksinasi akan 3 kali lebih rendah jatuh dari COVID-19. Resiko vaksin ini yang berkaitan dengan Kesehatan manusia juga dianggap aman, karena efek sekunder yang mungkin muncul hanya ringan dan misalnya nyeri di tempat suntikan, nyeri dan sakit kepala. Efek samping yang paling umum adalah nyeri injeksi dan rata-rata hilang dalam waktu 3 hari. Insentif yang turun dari pemerintah untuk rumah sakit dan tenaga medis diberikan dengan jangka waktu berbulan-bulan berdasarkan perhitungan Kementerian Keuangan. Insentif dalam penyaluran dibagi menjadi beberapa pemerintah menghitung dan menentukan jumlah nominal yang diperoleh tenaga kesehatan. Anggaran insentif berasal dari anggaran yang telah ditetapkan. Tenaga kesehatan masyarakat harus mempunyai kemampuan dalam memahami pola pada pencegahan dan penyebaran Covid-19 yang diperlukan dalam merancang kebijakan dan program percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan untuk memberikan dana insentif bagi tenaga kesehatan Pembiayaan tenaga kesehatan bervariasi, misalnya insentif antar dokter yang berpraktik di rumah sakit rujukan untuk korban Covid-19 tentu saja insentif untuk bidan dan perawat. Posisi dan peran media dalam memberikan berita mengenai COVID selama tahun 2020 dan 2021 murni suara dari para wartawan dan juga ada pihak terlibat yang ikut berperan dalam berita tersebut untuk mengontrol informasi yang didapat dari wartawan oleh seorang penyuting atau editor media sebelum menginformasikan ke media publik. Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, media massa mempunyai fungsi menginformasikan, mendidik, menghibur dan memantau masyarakat dan penguasa. Dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa peran media juga sebagai kontrol sosial, artinya media juga berperan dalam kontrol masyarakat di selama penerima informasi darinya. hanya ketakutan - hanya ketakutan itu dan beredar di masyarakat.
Referensi
Natasya Y Damo, dkk. 2021. Diagnostik Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dengan Pemeriksaan Laboratorium Mikrobiologi Klinik. Universitas Sam Ratulangi.
Syaharuddin. 2021. Menulis Fenomena Sosial Pandemi Covid-19. Program Studi Pendidikan IPS, FKIP Universitas Lambung Mangkurat.
Kholidiyah Dina, dkk. 2021. Hubungan Persepsi Masyarakat Tentang Vaksin Covid-19 Dengan Kecemasan Saat Akan Menjalani Vaksinasi Covid-19. Jurnal Keperawatan 14 (2), 13-13.