Peneliti Gagal Meneliti Bentuk Bumi

profile picture Hannah Sianturi


Seperti yang kita ketahui bersama bahwa manusia bukanlah makhluk yang sempurna, begitu juga dengan ilmuwan. Walaupun ilmuwan/peneliti adalah orang-orang yang pintar, tetapi mereka tetaplah manusia biasa yang tidak sempurna. Banyak contoh peneliti yang gagal dalam menciptakan atau membuat teori baru. Hal ini juga terjadi pada beberapa peneliti yang akan saya bahas diartikel ini. 


Bumi datar adalah suatu keyakinan seseorang bahwa bumi berbentuk datar. Konsep bumi datar ini sudah dipercaya dari masa sebelum masehi. Sebagai contoh adalah Mesir kuno. Pada abad ke-8 sebelum masehi, penduduk Mesir kuno meyakini bahwa bumi yang mereka pijak berbentuk seperti piring yang mengambang di tengah lautan. 


Beberapa filsuf Yunani kuno pada era Pra-Socrates percaya bahwa bumi berbentuk datar. Filsuf yang menyatakan teori tersebut ialah Thales, Anaximander, Anaximenes, Xenophases, Anaxagoras, Arkhelus, dan Hecateus. Teori yang paling terkenal dan menjadi  pertentangan ialah konsep bumi datar yang dikemukakan oleh Thales. Menurut Thales bumi itu berbentuk datar yang mengapung di air. Teori bumi datar inipun dibantah oleh Aristoteles, ia mengemukakan bahwa bumi berbentuk bulat. Aristoteles menjelaskan bahwa variasi rasi bintang yang terjadi di Mesir dan Cyprus tidak dapat dilihat apabila berada dibagian utara. Penemuan ini meyakinkan Aristoteles bahwa bumi berbentuk bulat. Jika bumi berbentuk datar, maka rasi bintang yang diamatin masih sama. Beberapa ilmuwan lain yang juga menentang teori bumi datar ialah Eratosthenes, Galileo Galilei, Phytagoras, Christoper Columbus, dan lain lain.


Ternyata Aristoteles serta ilmuwan yang lainnya gagal dalam menyebarkan teori bumi datar. Kenapa saya bilang bahwa mereka gagal? Karena pada abad 18 Samuel Birley Rowbotham menggagas hipotesis modern mengenai paham bumi datar. Paham ini diambil dari pemahamannya mengenai literatur ayat-ayat Alkitab. Konsep mengenai teori-teorinya diberi  nama Zetetic Astronomy. Paham Zetetic Astronomy ini menjelaskan bahwa bumi adalah sebuah cakram datar yang berpusat di Kutub Utara dan dikelilingi oleh es Antartika. Setelah memiliki banyak pengikut, ia membuat buku yang berjudul "Zetetic Astronomy: Earth not a Globe." 


Samuel Birley Rowbotham membuat sebuah teori baru yang bernama Bedford Level Experiment. Teori ini  merupakan serangkaian eksperimen yang dilakukan di sepanjang Sungai Old Bedford. Eksperimen ini menggunakan alat berupa teleskop yang digunakan untuk mengukur jarak penglihatan dengan perahu 9,7 Km. Hipotesisnya menyebutkan jika bumi memiliki lengkungan maka permukaan air akan menutupi badan perahu. Namun, dia melihat bahwa perahu tetap ada. Samuel Birley Rowbotham menyimpulkan bahwa permukaan air itu rata dan bumi tidak memiliki lengkungan. Seorang ahli geografi bernama Alfred Russel Wallace membantah teori Bedford Level Experiment, ia mengoreksi perhitungan Samuel Birley Rowbotham dan membuktikan bahwa adanya kurva permukaan air.


Setelah Samuel Birley Rowbotham meninggal, munculah organisasi bernama Flat Earth Society. Organisasi ini didirikan oleh Samuel Shenton pada tahun 1956. Samuel Shenton lebih berminat ke ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga mereka tidak membahas penafsiran yang berhubungan dengan agama. Mereka mencari bukti-bukti ilmiah yang dapat membuktikan bahwa bumi berbentuk datar. Tidak lama setelah organisasi didirikan, satelit pertama mengambil foto bahwa bumi berbentuk bulat. Organisasi ini percaya bahwa gambar bumi yang diambil satelit merupakan rekayasa. Mereka juga meyakini bahwa Apollo tidak pernah mendarat ke bulan.


Pertanyaannya adalah mengapa di zaman modern ini masih ada orang yang mempercayai teori bumi datar. Apakah teori ilmuwan seperti Aristoteles kurang dapat dipercaya? Atau apakah penganut bumi datar tidak pernah belajar fisika? Padahal sudah jelas-jelas bahwa fisika mengajarkan teori gravitasi bumi. Apabila bumi berbentuk datar maka gravitasi tidak ada. Kenapa seperti itu? Coba bayangkan jika bumi berbentuk datar dan memiliki gravitasi, maka orang yang berada dipinggir bumi akan tertarik ke pusat bumi serta bangunan-bangunan akan berbentuk miring. Hal ini terjadi karena gravitasi bumi merupakan gaya tarik menarik sebuah benda ke pusat bumi. Kondisi ini yang menyebabkan susah sekali membuktikan bahwa bumi berbentuk datar. Jika bumi berbentuk datar dan tanpa gravitasi, maka kehidupan tidak akan terjadi. Hal ini terjadi karena dengan adanya gravitasi, dapat menahan benda-benda sehingga benda tersebut tetap berada pada permukaan bumi. 

Sumber gambar:

https://images.app.goo.gl/s86mFRg3d7LaE1q9A

0 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
0
0
profile picture

Written By Hannah Sianturi

This statement referred from